Javascript must be enabled to continue!
Penerapan unsur horor melalui konsep uncanny dalam film A Shiny Day
View through CrossRef
Penelitian ini menjelaskan strategi seorang Production Designer untuk mewujudkan rasa keanehan melalui konsep uncanny dan unsur horor pada setiap set. Konsep uncanny dalam genre horor berusaha memunculkan sensasi keanehan dan kegelisahan. Artinya sendiri mengacu pada pengalaman psikologis pada suatu kejadian atau pengalaman individu yang tidak diketahui tapi menakutkan melalui hal-hal yang familier. Strategi yang digunakan secara umum adalah menggunakan simbol-simbol yaitu komposisi set dan properti yang memunculkan kegelisahan dan membangkitkan emosi. Penulis berfokus pada strategi yang dilakukan oleh seorang production designer dalam menerapkan unsur horor menggunakan konsep uncanny pada desain set dan properti di film A Shiny Day. Uncanny merupakan konsep yang terkait dengan naratif horor karena mampu memunculkan perasaan aneh, tidak nyaman, dan kegelisahan. Horor juga merupakan konsep yang sama yaitu berusaha menanamkan rasa takut, tegang, serta kengerian melalui berbagai adegan dan aktornya. Horor yang bertalian dengan konsep uncanny pada film ini mampu memberikan nuansa pada seluruh set hutan, kamar Agita, ruang keluarga dan ruang makan, konsep dan teknik tersebut digunakan dalam peletakan props untuk meningkatkan ketegangan dan kegelisahan bagi penonton.
Title: Penerapan unsur horor melalui konsep uncanny dalam film A Shiny Day
Description:
Penelitian ini menjelaskan strategi seorang Production Designer untuk mewujudkan rasa keanehan melalui konsep uncanny dan unsur horor pada setiap set.
Konsep uncanny dalam genre horor berusaha memunculkan sensasi keanehan dan kegelisahan.
Artinya sendiri mengacu pada pengalaman psikologis pada suatu kejadian atau pengalaman individu yang tidak diketahui tapi menakutkan melalui hal-hal yang familier.
Strategi yang digunakan secara umum adalah menggunakan simbol-simbol yaitu komposisi set dan properti yang memunculkan kegelisahan dan membangkitkan emosi.
Penulis berfokus pada strategi yang dilakukan oleh seorang production designer dalam menerapkan unsur horor menggunakan konsep uncanny pada desain set dan properti di film A Shiny Day.
Uncanny merupakan konsep yang terkait dengan naratif horor karena mampu memunculkan perasaan aneh, tidak nyaman, dan kegelisahan.
Horor juga merupakan konsep yang sama yaitu berusaha menanamkan rasa takut, tegang, serta kengerian melalui berbagai adegan dan aktornya.
Horor yang bertalian dengan konsep uncanny pada film ini mampu memberikan nuansa pada seluruh set hutan, kamar Agita, ruang keluarga dan ruang makan, konsep dan teknik tersebut digunakan dalam peletakan props untuk meningkatkan ketegangan dan kegelisahan bagi penonton.
.
Related Results
Pola Intrinsik dan Subgenre Horor dalam Utas Horror Twitter Indonesia Periode 2019—2022
Pola Intrinsik dan Subgenre Horor dalam Utas Horror Twitter Indonesia Periode 2019—2022
Utas KKN di Desa Penari menjadi penanda popularitas utas horor Indonesia pada media sosial. Sejak utas tersebut muncul di tahun 2019, hingga saat ini produksi utas horor terus berl...
"EROTISISME DALAM FILM HOROR INDONESIA”
"EROTISISME DALAM FILM HOROR INDONESIA”
Erotisisme dalam era milenium menjadi sajian khas yang terkandung dalam film horor Indonesia. Berbeda dengan era sebelumnya, terutama pada 1990an, film horor Indonesia lebih bercor...
Budaya Jawa dan Horor Indonesia: Studi Analisis Film Diambang Kematian, Satu Suro, Sewu Dino
Budaya Jawa dan Horor Indonesia: Studi Analisis Film Diambang Kematian, Satu Suro, Sewu Dino
Budaya Jawa sering menjadi elemen utama dalam film horor Indonesia karena kekayaan mitos, simbolisme, dan ritual yang memberikan daya tarik mistis dan autentisitas cerita. Peneliti...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
REDUKSI SUPERIORITAS BARAT DALAM ALIH WAHANA NOVEL GERBANG DIALOG DANUR KARYA RISA SARASWATI DAN FILM “DANUR; I CAN SEE GHOST” KARYA AWI SURYADI
REDUKSI SUPERIORITAS BARAT DALAM ALIH WAHANA NOVEL GERBANG DIALOG DANUR KARYA RISA SARASWATI DAN FILM “DANUR; I CAN SEE GHOST” KARYA AWI SURYADI
Selama ini karya sastra horor kerap dipandang sebelah mata. Sastra horor juga sering disebut sebagai karya picisan dengan bumbu seks di sana-sini. Jalinan cerita pada sastra horor ...
REPRESENTASI NUANSA WARNA HOROR PSIKOLOGIS DALAM GAME “OMORI”
REPRESENTASI NUANSA WARNA HOROR PSIKOLOGIS DALAM GAME “OMORI”
Genre game horor psikologis pada umumnya berkutat pada penggunaan warna hitam-putih atau monokrom untuk menyampaikan kondisi mental karakternya, namun tidak dengan game Omori. Game...
Uygurların Somut Olmayan Kültürel Mirası Üzerine Değerlendirmeler
Uygurların Somut Olmayan Kültürel Mirası Üzerine Değerlendirmeler
Uygurların somut olmayan kültürel mirası; Birleşmiş Milletler Eğitim, Bilim ve Kültür Kurumu yani UNESCO İnsanlığın Somut Olmayan Kültürel Mirası Temsilî Listesi, UNESCO Acil Korum...

