Javascript must be enabled to continue!
Strategi pembelajaran self regulation dalam pemecahan masalah matematika
View through CrossRef
Artikel mengkaji strategi pembelajaran self-regulation dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Self-regulation merupakan sebuah proses belajar individu melalui faktor lingkungan (environment), faktor pribadi (person) dan faktor perilaku (behavior). Komponen kemampuan self-regulation terdiri atas komponen kognitif, motivasi dan metakognisi. Pada kegiatan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika, peserta didik harus mempelajari kemampuan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah dari fakta-fakta yang sudah ada (learn by doing). Strategi pembelajaran self-regulation adalah suatu strategi pembelajaran yang memberikan keleluasaan kepada peserta didik untuk mengelola secara efektif pembelajarnya sendiri dalam berbagai cara sehingga mencapai hasil belajar yang optimal. Penerapan strategi pembelajaran self-regulation terhadap peserta didik, akan memberikan dampak pada pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematika. Peserta didik yang memiliki self-regulation, akan memiliki motivasi yang lebih besar dalam belajar dan memecahkan masalah matematika. This article examines self-regulation learning strategies in developing mathematical problem-solving abilities. Self-regulation is an individual learning process through environmental factors, personal factors and behavioral factors. The component of self-regulation ability consists of cognitive, motivation and metacognition components. In learning activities, especially in mathematics, students must learn the ability to think critically and the ability to solve problems from the facts that already exist (learn by doing). Self-regulation learning strategy is a learning strategy that gives students the freedom to effectively manage their own learners in various ways so as to achieve optimal learning outcomes. The application of self-regulation learning strategies to students will have an impact on the development of mathematical problem solving abilities. Students who have self-regulation, will have greater motivation in learning and solving mathematical problems.
Title: Strategi pembelajaran self regulation dalam pemecahan masalah matematika
Description:
Artikel mengkaji strategi pembelajaran self-regulation dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika.
Self-regulation merupakan sebuah proses belajar individu melalui faktor lingkungan (environment), faktor pribadi (person) dan faktor perilaku (behavior).
Komponen kemampuan self-regulation terdiri atas komponen kognitif, motivasi dan metakognisi.
Pada kegiatan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika, peserta didik harus mempelajari kemampuan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah dari fakta-fakta yang sudah ada (learn by doing).
Strategi pembelajaran self-regulation adalah suatu strategi pembelajaran yang memberikan keleluasaan kepada peserta didik untuk mengelola secara efektif pembelajarnya sendiri dalam berbagai cara sehingga mencapai hasil belajar yang optimal.
Penerapan strategi pembelajaran self-regulation terhadap peserta didik, akan memberikan dampak pada pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematika.
Peserta didik yang memiliki self-regulation, akan memiliki motivasi yang lebih besar dalam belajar dan memecahkan masalah matematika.
This article examines self-regulation learning strategies in developing mathematical problem-solving abilities.
Self-regulation is an individual learning process through environmental factors, personal factors and behavioral factors.
The component of self-regulation ability consists of cognitive, motivation and metacognition components.
In learning activities, especially in mathematics, students must learn the ability to think critically and the ability to solve problems from the facts that already exist (learn by doing).
Self-regulation learning strategy is a learning strategy that gives students the freedom to effectively manage their own learners in various ways so as to achieve optimal learning outcomes.
The application of self-regulation learning strategies to students will have an impact on the development of mathematical problem solving abilities.
Students who have self-regulation, will have greater motivation in learning and solving mathematical problems.
Related Results
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIKA TULIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIKA TULIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT
Kompetensi komunikasi siswa haruslah menjadi fokus utama guru karena termasuk dalam salah satu tujuan kurikulum 2013 dalam pembelajaran matematika. Komunikasi berperan penting dala...
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DAN JENIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DAN JENIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menjelaskan perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dengan siswa...
Identifikasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa Calon Guru SD di STKIP Taman Siswa Bima dan Cara Pengembangannya
Identifikasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa Calon Guru SD di STKIP Taman Siswa Bima dan Cara Pengembangannya
Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah matematika dengan menggunakan tahap-tahap penyelesaian yang jelas. Kemampuan pemec...
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang mengikuti strategi pembelajaran berbasis masalah dan strategi pembelaj...
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN ASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN ASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital terhadap kemampuan pemecahan...
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Materi Bangun Ruang Siswa Kelas V SDN 2 Golong
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Materi Bangun Ruang Siswa Kelas V SDN 2 Golong
Bangun ruang adalah salah satu bagian dari bidang geometri yang berbentuk tiga dimensi yang memiliki ruang atau volume dan juga sisi yang membatasinya. Dalam mempelajari bangun rua...
Strategi Pemecahan Masalah Geometri Mahasiswa Calon Guru Matematika: Antara Prediksi dan Kenyataan
Strategi Pemecahan Masalah Geometri Mahasiswa Calon Guru Matematika: Antara Prediksi dan Kenyataan
Kemampuan pemecahan masalah, termasuk dalam topik geometri, merupakan kemampuan yang perlu dimiliki para mahasiswa calon guru matematika sebagai bekal karir mereka di masa depan. T...
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Cooperative Script
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Cooperative Script
Adanya inovasi dalam model pembelajaran matematika yang bisa menumbuhkan minat siswa sehingga mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sangat diperlukan.Salah satu upaya untu...

