Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Materi Bangun Ruang Siswa Kelas V SDN 2 Golong
View through CrossRef
Bangun ruang adalah salah satu bagian dari bidang geometri yang berbentuk tiga dimensi yang memiliki ruang atau volume dan juga sisi yang membatasinya. Dalam mempelajari bangun ruang ruang tentunya akan menemukan suatu masalah, oleh karena itu kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, khususnya pada materi bangun ruang berdasarkan tahapan pemecahan masalah menurut Polya yang terdiri dari tahapan: (1) memahami masalah, (2) merencanakan penyelesaian masalah, (3) melaksanakan rencana penyelesaian masalah, dan (4) memeriksa kembali atau evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Data berupa hasil ulangan harian matematika siswa pada materi bangun ruang, kemudian dianalisis menggunakan instrumen penilaian kemampuan pemecahan masalah menurut tahapan Polya. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi bangun ruang yaitu: (1) 8% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Baik” dengan kriteria mampu menyelesaikan semua tahapan pemecahan masalah, (2) 28% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Cukup” dengan kriteria mampu melakukan 3 tahapan pemecahan masalah. (3) 64% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Kurang” dengan kriteria hanya dapat melakukan 2 atau 1 tahapan pemecahan masalah. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi bangun ruang siswa kelas V SDN 2 Golong berada pada kategori “Kurang”.
Title: Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Materi Bangun Ruang Siswa Kelas V SDN 2 Golong
Description:
Bangun ruang adalah salah satu bagian dari bidang geometri yang berbentuk tiga dimensi yang memiliki ruang atau volume dan juga sisi yang membatasinya.
Dalam mempelajari bangun ruang ruang tentunya akan menemukan suatu masalah, oleh karena itu kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, khususnya pada materi bangun ruang berdasarkan tahapan pemecahan masalah menurut Polya yang terdiri dari tahapan: (1) memahami masalah, (2) merencanakan penyelesaian masalah, (3) melaksanakan rencana penyelesaian masalah, dan (4) memeriksa kembali atau evaluasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus (case study).
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi.
Data berupa hasil ulangan harian matematika siswa pada materi bangun ruang, kemudian dianalisis menggunakan instrumen penilaian kemampuan pemecahan masalah menurut tahapan Polya.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi bangun ruang yaitu: (1) 8% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Baik” dengan kriteria mampu menyelesaikan semua tahapan pemecahan masalah, (2) 28% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Cukup” dengan kriteria mampu melakukan 3 tahapan pemecahan masalah.
(3) 64% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Kurang” dengan kriteria hanya dapat melakukan 2 atau 1 tahapan pemecahan masalah.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi bangun ruang siswa kelas V SDN 2 Golong berada pada kategori “Kurang”.
Related Results
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DAN JENIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DAN JENIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menjelaskan perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dengan siswa...
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Menyelesaikan Materi Bangun Ruang Sisi Datar
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Menyelesaikan Materi Bangun Ruang Sisi Datar
Kemampuan pemecahan masalah adalah inti pembelajaran yang mewujudkan kemampuan dasar dalam proses pembelajaran. Namun demikian, beberapa peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan pemec...
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN ASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN ASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital terhadap kemampuan pemecahan...
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Minat dan Kemampuan Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika pada Materi Bnagun Datar Kelas IV SDN Ngrukem
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Minat dan Kemampuan Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika pada Materi Bnagun Datar Kelas IV SDN Ngrukem
Pentingnya model pembelajaran discovery learning terhadap minat dan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pene...
Identifikasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa Calon Guru SD di STKIP Taman Siswa Bima dan Cara Pengembangannya
Identifikasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa Calon Guru SD di STKIP Taman Siswa Bima dan Cara Pengembangannya
Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah matematika dengan menggunakan tahap-tahap penyelesaian yang jelas. Kemampuan pemec...
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIKA TULIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIKA TULIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT
Kompetensi komunikasi siswa haruslah menjadi fokus utama guru karena termasuk dalam salah satu tujuan kurikulum 2013 dalam pembelajaran matematika. Komunikasi berperan penting dala...
Analisis Kebutuhan Modul Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP N 4 Batang
Analisis Kebutuhan Modul Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP N 4 Batang
Pemecahan masalah merupakan suatu usaha untuk menyelesaikan masalah matematika menggunakan pemahaman yang telah dimilikinya. Siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah rendah...
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Cooperative Script
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Cooperative Script
Adanya inovasi dalam model pembelajaran matematika yang bisa menumbuhkan minat siswa sehingga mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sangat diperlukan.Salah satu upaya untu...

