Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Desain Sistem Akuntansi: Sistem Pengelolaan Laporan Keuangan UMKM Gyo Tea

View through CrossRef
Purpose: This research aims to design a concise Accounting Information System (AIS) framework tailored to the operational needs of Gyo Tea, a micro, small, and medium enterprise (MSME) in Surabaya. The system is developed in alignment with the Indonesian Financial Accounting Standards for MSMEs (SAK EMKM), addressing critical challenges such as manual transaction recording and the entanglement of personal and business finances. Method: A qualitative case study approach was employed, involving in-depth observation, face-to-face interviews with the owner and team, and internal document analysis. The system was conceptualized using three integrated modeling tools—Logical Model, Data Flow Diagram (DFD), and Business Process Modeling Notation (BPMN)—to map and standardize Gyo Tea’s financial workflow. Findings: The study found that Gyo Tea’s reliance on paper-based records led to data inconsistencies and hindered the generation of reliable periodic financial reports. The proposed AIS framework integrates financial data flows through the three modeling tools, enabling more structured transaction recording and facilitating the preparation of accurate reports, including profit and loss statements, sales records, and inventory tracking. Implication: The implementation of this AIS design is expected to enhance accountability and transparency in Gyo Tea’s operations. It offers a practical and scalable solution for MSMEs with limited financial and human resources, supporting better decision-making and financial management. Originality: This research contributes a novel system blueprint that contextualizes the SAK EMKM standards within a visual and integrated AIS framework. The use of Logical Model, DFD, and BPMN in a unified design offers a distinctive methodological approach for MSME financial system development in Indonesia.   ABSTRAK:   Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang kerangka kerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang ringkas dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional Gyo Tea, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya. Sistem ini dikembangkan selaras dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk UMKM (SAK EMKM), yang mengatasi tantangan kritis seperti pencatatan transaksi manual dan keterkaitan antara keuangan pribadi dan bisnis. Metode: Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, yang melibatkan observasi mendalam, wawancara tatap muka dengan pemilik dan tim, serta analisis dokumen internal. Sistem ini dikonseptualisasikan menggunakan tiga alat pemodelan terintegrasi—Model Logika, Diagram Alir Data (DFD), dan Notasi Pemodelan Proses Bisnis (BPMN)—untuk memetakan dan menstandardisasi alur kerja keuangan Gyo Tea. Temuan: Studi ini menemukan bahwa ketergantungan Gyo Tea pada pencatatan berbasis kertas menyebabkan inkonsistensi data dan menghambat penyusunan laporan keuangan berkala yang andal. Kerangka kerja SIA yang diusulkan mengintegrasikan alur data keuangan melalui tiga alat pemodelan, memungkinkan pencatatan transaksi yang lebih terstruktur dan memfasilitasi penyusunan laporan yang akurat, termasuk laporan laba rugi, catatan penjualan, dan pelacakan inventaris. Implikasi: Implementasi desain SIA ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam operasional Gyo Tea. Desain ini menawarkan solusi praktis dan terukur bagi UMKM dengan keterbatasan sumber daya keuangan dan manusia, yang mendukung pengambilan keputusan dan manajemen keuangan yang lebih baik. Orisinalitas: Penelitian ini berkontribusi pada cetak biru sistem baru yang mengontekstualisasikan standar SAK EMKM dalam kerangka kerja SIA yang visual dan terintegrasi. Penggunaan Model Logika, DFD, dan BPMN dalam desain terpadu menawarkan pendekatan metodologis yang khas untuk pengembangan sistem keuangan UMKM di Indonesia. Kata Kunci: SIA, SAK EMKM, EMKM, Perancangan Sistem, DFD dan BPMN, Pelaporan Keuangan
Title: Desain Sistem Akuntansi: Sistem Pengelolaan Laporan Keuangan UMKM Gyo Tea
Description:
Purpose: This research aims to design a concise Accounting Information System (AIS) framework tailored to the operational needs of Gyo Tea, a micro, small, and medium enterprise (MSME) in Surabaya.
The system is developed in alignment with the Indonesian Financial Accounting Standards for MSMEs (SAK EMKM), addressing critical challenges such as manual transaction recording and the entanglement of personal and business finances.
Method: A qualitative case study approach was employed, involving in-depth observation, face-to-face interviews with the owner and team, and internal document analysis.
The system was conceptualized using three integrated modeling tools—Logical Model, Data Flow Diagram (DFD), and Business Process Modeling Notation (BPMN)—to map and standardize Gyo Tea’s financial workflow.
Findings: The study found that Gyo Tea’s reliance on paper-based records led to data inconsistencies and hindered the generation of reliable periodic financial reports.
The proposed AIS framework integrates financial data flows through the three modeling tools, enabling more structured transaction recording and facilitating the preparation of accurate reports, including profit and loss statements, sales records, and inventory tracking.
Implication: The implementation of this AIS design is expected to enhance accountability and transparency in Gyo Tea’s operations.
It offers a practical and scalable solution for MSMEs with limited financial and human resources, supporting better decision-making and financial management.
Originality: This research contributes a novel system blueprint that contextualizes the SAK EMKM standards within a visual and integrated AIS framework.
The use of Logical Model, DFD, and BPMN in a unified design offers a distinctive methodological approach for MSME financial system development in Indonesia.
  ABSTRAK:   Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang kerangka kerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang ringkas dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional Gyo Tea, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya.
Sistem ini dikembangkan selaras dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk UMKM (SAK EMKM), yang mengatasi tantangan kritis seperti pencatatan transaksi manual dan keterkaitan antara keuangan pribadi dan bisnis.
Metode: Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, yang melibatkan observasi mendalam, wawancara tatap muka dengan pemilik dan tim, serta analisis dokumen internal.
Sistem ini dikonseptualisasikan menggunakan tiga alat pemodelan terintegrasi—Model Logika, Diagram Alir Data (DFD), dan Notasi Pemodelan Proses Bisnis (BPMN)—untuk memetakan dan menstandardisasi alur kerja keuangan Gyo Tea.
Temuan: Studi ini menemukan bahwa ketergantungan Gyo Tea pada pencatatan berbasis kertas menyebabkan inkonsistensi data dan menghambat penyusunan laporan keuangan berkala yang andal.
Kerangka kerja SIA yang diusulkan mengintegrasikan alur data keuangan melalui tiga alat pemodelan, memungkinkan pencatatan transaksi yang lebih terstruktur dan memfasilitasi penyusunan laporan yang akurat, termasuk laporan laba rugi, catatan penjualan, dan pelacakan inventaris.
Implikasi: Implementasi desain SIA ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam operasional Gyo Tea.
Desain ini menawarkan solusi praktis dan terukur bagi UMKM dengan keterbatasan sumber daya keuangan dan manusia, yang mendukung pengambilan keputusan dan manajemen keuangan yang lebih baik.
Orisinalitas: Penelitian ini berkontribusi pada cetak biru sistem baru yang mengontekstualisasikan standar SAK EMKM dalam kerangka kerja SIA yang visual dan terintegrasi.
Penggunaan Model Logika, DFD, dan BPMN dalam desain terpadu menawarkan pendekatan metodologis yang khas untuk pengembangan sistem keuangan UMKM di Indonesia.
Kata Kunci: SIA, SAK EMKM, EMKM, Perancangan Sistem, DFD dan BPMN, Pelaporan Keuangan.

Related Results

Mekanisme Pelaporan Keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Subang
Mekanisme Pelaporan Keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Subang
Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) kabupaten Subang merupakan badan pemerintah yang bergerak dibidang pengelolaan keuangan pemerintahan daerah kabupaten Subang. Laporan keuan...
Indian Tea Industry Since the 1990's
Indian Tea Industry Since the 1990's
Tea is made from the young leaves and leaf buds of the tea bush Camellia sinensis. Ancient Chinese and Japanese legends refer to a beverage made from an infusion of dried tea leave...
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN APLIKASI LAPORAN KEUANGAN MASJID YANG AKUNTABEL SESUAI PSAK 45
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN APLIKASI LAPORAN KEUANGAN MASJID YANG AKUNTABEL SESUAI PSAK 45
Abstrak: Tujuan dalam pengabdian ini untuk merancang Aplikasi Laporan Keuangan Masjid  sesuai dengan Standart Akuntansi Keuangan (PSAK-45) agar laporan keungan tersebut dapat diper...
Digitalisasi Pelaporan Keuangan untuk UMKM Naik Kelas pada Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah (Aspikmas)
Digitalisasi Pelaporan Keuangan untuk UMKM Naik Kelas pada Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah (Aspikmas)
Permasalahan klasik yang hampir selalu dihadapi UMKM adalah keterbatasan akses permodalan. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa jumlah UMKM yang memperoleh pembiayaan sampai denga...
Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Dalam Mewujudkan Transparansi Dan Akuntabilitas Keuangan Daerah Pada Bpkpd Kabupaten Nias Utara
Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Dalam Mewujudkan Transparansi Dan Akuntabilitas Keuangan Daerah Pada Bpkpd Kabupaten Nias Utara
Good regional financial management plays an important role in realizing regional financial transparency and accountability. The purpose of this research is to determine the applica...

Back to Top