Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbandingan efektivitas kerja antara lidokain dan artikain pada anestesi blok nervus alveolaris inferior

View through CrossRef
Latar belakang: Pencabutan gigi merupakan tindakan yang sangat komplek yang melibatkan struktur tulang dan jaringan lunak dalam rongga mulut. Dokter gigi menggunakan anestesi lokal untuk mengatasi nyeri saat pencabutan gigi. Anestetikum lokal ada bermacam-macam, begitu pula dengan efek yang ditimbulkannya; sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai perbandingan efektivitas kerja antara lidokain dan artikain pada anestetikum blok nervus alveolaris inferior sebelum pencabutan gigi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan efektivitas kerja antara lidokain dan artikain pada anestesi blok nervus alveolaris inferior. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen klinis dengan sampel terdiri atas 20 pasien, dan dilakukan pada bulan Februari-April. Sebanyak 10 pasien sebagai kelompok lidokain dan 10 pasien kelompok kontrol artikain sebagai sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Keadaan nyeri pasien diukur menggunakan penilaian objektif, yaitu rasa sakit yang dirasakan oleh pasien setelah diberi rangsangan) dan penilaian subyektif, yaitu rasa tebal yang dirasakan oleh pasien. Hasil: rata-rata waktu onset pada lidokain dan artikain masing-masing adalah 102,00 ± 19,56 dan 70,00 ± 12,25 detik (secara subyektif) serta 159,00 ± 25,10 dan 125,22 ± 22,58 (secara obyektif). Hasil ini menunjukkan onset artikan lebih cepat dibandingkan dengan lidokain. Durasi rata-rata pada lidokain dan artikain masing-masing adalah 87,80 ± 9,96 dan 104,50 ± 6,16 menit (secara subyektif) serta 60,20 ± 10,40 dan 80,17 ± 5,23 menit (secara obyektif). Hasil ini menunjukkan durasi artikain lebih panjang dibandingkan dengan lidokain. Tidak ada perbedaan secara signifikan jika dilihat dari nilai kedalaman anestesi. Pada tingkat keberhasilan anestesikum berdasarkan jenis kelamin, umur, dan unsur yang dicabut juga tidak didapatkan perbedaan secara signifikan. Simpulan: Disimpulkan bahwa artikain memiliki efek yang lebih baik dibandingkan dengan lidokain dari segi onset dan durasi, sedangkan dari segi kedalaman anestesi relatif sama. Tingkat keberhasilan anestetikum berdasarkan jenis kelamin, umur, dan unsur yang dicabut tidak ada perbedaan secara signifikan.
Title: Perbandingan efektivitas kerja antara lidokain dan artikain pada anestesi blok nervus alveolaris inferior
Description:
Latar belakang: Pencabutan gigi merupakan tindakan yang sangat komplek yang melibatkan struktur tulang dan jaringan lunak dalam rongga mulut.
Dokter gigi menggunakan anestesi lokal untuk mengatasi nyeri saat pencabutan gigi.
Anestetikum lokal ada bermacam-macam, begitu pula dengan efek yang ditimbulkannya; sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai perbandingan efektivitas kerja antara lidokain dan artikain pada anestetikum blok nervus alveolaris inferior sebelum pencabutan gigi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan efektivitas kerja antara lidokain dan artikain pada anestesi blok nervus alveolaris inferior.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen klinis dengan sampel terdiri atas 20 pasien, dan dilakukan pada bulan Februari-April.
Sebanyak 10 pasien sebagai kelompok lidokain dan 10 pasien kelompok kontrol artikain sebagai sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling.
Keadaan nyeri pasien diukur menggunakan penilaian objektif, yaitu rasa sakit yang dirasakan oleh pasien setelah diberi rangsangan) dan penilaian subyektif, yaitu rasa tebal yang dirasakan oleh pasien.
Hasil: rata-rata waktu onset pada lidokain dan artikain masing-masing adalah 102,00 ± 19,56 dan 70,00 ± 12,25 detik (secara subyektif) serta 159,00 ± 25,10 dan 125,22 ± 22,58 (secara obyektif).
Hasil ini menunjukkan onset artikan lebih cepat dibandingkan dengan lidokain.
Durasi rata-rata pada lidokain dan artikain masing-masing adalah 87,80 ± 9,96 dan 104,50 ± 6,16 menit (secara subyektif) serta 60,20 ± 10,40 dan 80,17 ± 5,23 menit (secara obyektif).
Hasil ini menunjukkan durasi artikain lebih panjang dibandingkan dengan lidokain.
Tidak ada perbedaan secara signifikan jika dilihat dari nilai kedalaman anestesi.
Pada tingkat keberhasilan anestesikum berdasarkan jenis kelamin, umur, dan unsur yang dicabut juga tidak didapatkan perbedaan secara signifikan.
Simpulan: Disimpulkan bahwa artikain memiliki efek yang lebih baik dibandingkan dengan lidokain dari segi onset dan durasi, sedangkan dari segi kedalaman anestesi relatif sama.
Tingkat keberhasilan anestetikum berdasarkan jenis kelamin, umur, dan unsur yang dicabut tidak ada perbedaan secara signifikan.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Blok Supraclavicular pada Tindakan Amputasi Setinggi Humerus Dextra pada Pasien CKD Grade 5
Blok Supraclavicular pada Tindakan Amputasi Setinggi Humerus Dextra pada Pasien CKD Grade 5
Anestesi regional memiliki berbagai macam teknik penggunaan salah satu teknik yang digunakan yaitu blok supraclavicula. Kami melaporkan seorang pasien perempuan, 60 tahun, didiagno...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
GAMBARAN EFEK PEMBERIAN ANESTESI LOKAL DENGAN TEKNIK BLOK MANDIBULA FISHER PADA PEMINUM ALKOHOL
GAMBARAN EFEK PEMBERIAN ANESTESI LOKAL DENGAN TEKNIK BLOK MANDIBULA FISHER PADA PEMINUM ALKOHOL
Abstract: The habit of consuming alcoholic beverages have special characteristics when dealing with drugs, especially related to the anesthesia, when compared with those who did no...
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
Spinal anestesi adalah teknik melakukan anestesi blok neuroaksial dengan menyuntikkan anestesi lokal atau obat adjuvan ke dalam ruang subaraknoid. Tindakan spinal anestesi memiliki...
Gambaran kejadian postoperative nausea vomiting (PONV) pada pasien general dan regional anestesi
Gambaran kejadian postoperative nausea vomiting (PONV) pada pasien general dan regional anestesi
Background: Postoperative nausea and vomiting (PONV) is a common complication after anesthetic procedures, both general and regional. This condition can cause discomfort, prolong r...
Nervus Intermedius Guides Auditory Brainstem Implant Surgery in Children with Cochlear Nerve Deficiency
Nervus Intermedius Guides Auditory Brainstem Implant Surgery in Children with Cochlear Nerve Deficiency
ObjectiveTo investigate the anatomic features of the nervus intermedius and cranial nerve VII in children with cochlear nerve deficiency and to verify whether the nervus intermediu...

Back to Top