Javascript must be enabled to continue!
PENINGKATAN NILAI TAMBAH DAN PENGEMBANGAN USAHA PRODUK AGROBISNIS BAWANG MERAH
View through CrossRef
Bawang merah (Allium cepa var aggregatum) sangat dikenal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia, digolongkan kedalam sayuran utama di masyarakat. dianggap komoditas agrobisnis unggulan karena memiliki fungsi dan manfaat sangat luas. Besarnya potensi pasar produk agrobisnis bawang merah tersebut, juga dirasakan bapak Arukhan dan ibu Siti Maisaroh di Desa Baureno Kec Jatirejo Kab Mojokerto. Permasalahan pengembangannya meliputi : 1) bidang manajemen usaha, 2) bidang keuangan dan 3) bidang pemasaran. Solusi masalah diantaranya : diversifikasi produk usaha, introdusir penggunaan alat pencacah produk usaha dan teknik pengemasan, Metode digunakan adalah 1. penyampaian informasi dan pelatihan, 2. pendampingan dan simulasi agar didapatkan hasil produksi yang terbaik. Hasil menunjukkan penjualan bawang goreng lebih menguntungkan jika dibandingkan penjualan bawang merah mentah. Selisih keuntungannya sebesar Rp. 7.000 per kilogramnya. Kemasan yang diminati adalah kemasan 100 gram, kemudian 50 gram dan terakhir kemasan 150 gram. Penjualan bawang goreng, konsumen berkecenderungan menyukai rasa original jika dibandingkan bawang goreng tepung. Bawang goreng rasa original memberikan nilai keuntungan Rp. 450 per bulannya dan bawang goreng tepung Rp. 56.000.
Universitas Ciputra Surabaya
Title: PENINGKATAN NILAI TAMBAH DAN PENGEMBANGAN USAHA PRODUK AGROBISNIS BAWANG MERAH
Description:
Bawang merah (Allium cepa var aggregatum) sangat dikenal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia, digolongkan kedalam sayuran utama di masyarakat.
dianggap komoditas agrobisnis unggulan karena memiliki fungsi dan manfaat sangat luas.
Besarnya potensi pasar produk agrobisnis bawang merah tersebut, juga dirasakan bapak Arukhan dan ibu Siti Maisaroh di Desa Baureno Kec Jatirejo Kab Mojokerto.
Permasalahan pengembangannya meliputi : 1) bidang manajemen usaha, 2) bidang keuangan dan 3) bidang pemasaran.
Solusi masalah diantaranya : diversifikasi produk usaha, introdusir penggunaan alat pencacah produk usaha dan teknik pengemasan, Metode digunakan adalah 1.
penyampaian informasi dan pelatihan, 2.
pendampingan dan simulasi agar didapatkan hasil produksi yang terbaik.
Hasil menunjukkan penjualan bawang goreng lebih menguntungkan jika dibandingkan penjualan bawang merah mentah.
Selisih keuntungannya sebesar Rp.
7.
000 per kilogramnya.
Kemasan yang diminati adalah kemasan 100 gram, kemudian 50 gram dan terakhir kemasan 150 gram.
Penjualan bawang goreng, konsumen berkecenderungan menyukai rasa original jika dibandingkan bawang goreng tepung.
Bawang goreng rasa original memberikan nilai keuntungan Rp.
450 per bulannya dan bawang goreng tepung Rp.
56.
000.
Related Results
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
NILAI TAMBAH UMBI TIKE MENJADI KERIPIK TIKE PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA
NILAI TAMBAH UMBI TIKE MENJADI KERIPIK TIKE PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA
Penelitian ini dilakukan di Desa Jumbleng Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu yang mengolah umbi tike menjadi keripik tike sebanyak 4 responden. Hasil penelitian mengenai pengol...
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that functi...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa penghasil bawang merah di daerah Tulungagung, dengan adanya kelompok tani maka pertanian di desa tersebut terbilang maju dan modern. Suko T...
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, kendala yang dihadapi perbanyakan secara generatif yaitu adanya masa dormansi pada benih p...
Estimasi Harga Bawang Bawang Di Jawa Timur Menggunakan Model Multilayer Perceptron
Estimasi Harga Bawang Bawang Di Jawa Timur Menggunakan Model Multilayer Perceptron
Indonesia adalah negara yang dikenal dengan beragam produk pertanian. Produk pertanian yang dihasilkan meliputi pangan dan hortikultura. Produk hortikultura yang sering ditanam ole...

