Javascript must be enabled to continue!
PEMBERIAN SUPLEMEN KOLAGEN TERHADAP ELASTISITAS DAN WARNA KULIT WANITA MENOPAUSE
View through CrossRef
ABSTRACT GIVING COLLAGENT SUPPLEMENTS ON ELASTICITYAND MENOPAUSE WOMEN'S SKIN COLOR Background: Physical changes that are generally more visible when a person reaches menopause are changes in skin elasticity and skin color. Reduced water and oil content in the skin will result in reduced skin elasticity resulting in fine lines and wrinkles on the skin and factors that cause skin discoloration are the use of drugs, use of unsafe cosmetics or absorption of ultraviolet (UV) rays. that comes from sunlight. This is caused by reduced collagen production by cells. Due to the reduced amount of collagen, there will also be a reduction in the amount of reduced glycosaminoglycans which then results in reduced skin turgor.Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of collagen consumption on skin elasticity and skin color in menopausal women in Cikande, Serang District, Banten Province.Methods: This study used quantitative descriptive statistics with a Quasi-Experimental research design with a One-Group Pretest-Posttest Design approach, which is a quasi-experiment where a group is measured and observed before and after the treatment (treatement). The sample of this research was 20 menopausal women in July in Cikande Village, Serang Regency, Banten Province.Results: Based on the results of the Paired Samples statistical test before and after collagen consumption on skin elasticity, a P value of 0.0118 was obtained from the significance value α => 0.05, this indicates that there is no effect between collagen consumption on skin elasticity. Based on the results of the Paired Samples statistical test before and after collagen consumption on skin color, the P value was obtained of 0.603 from the significance value α => 0.05, this indicates that there is no effect between collagen consumption on skin color.Conclusion: There is no effect of collagen consumption on skin elasticity and skin color in menopausal women in Cikande Village, Serang Regency, Banten Province. Suggestion:It is hoped that further researchers can carry out further research on the effect of collagen consumption on skin elasticity and skin color and for future researchers to be able to continue this research, as well as become a reference in conducting further research and can be developed again, especially on variables that have not been studied. Keywords: Menopause, Collagen, Skin elasticity, Skin color ABSTRAKLatar Belakang:Perubahan fisik yang umumnya lebih terlihat nampak ketika seorang sampai pada masa menopause adalah perubahan terhadap elastisitas kulit dan warna kulit.Berkurangnya kadar air dan minyak didalam kulit akan mengakibatkan berkurangnya elastisitas kulit sehingga timbul garis-garis halus dan kerut-kerut pada kulit dan faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan warna kulit adalah penggunaan obat-obatan, penggunaan kosmetik yang tidak aman atau penyerapan sinar ultraviolet (UV) yang berasal dari cahaya matahari. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya produksi kolagen yang dilakukan oleh sel. Akibat berkurangnya jumlah kolagen maka akan berkurang pula jumlah pengurangan glycosaminoglycans yang kemudian berakibat pada berkurangnya turgor kulitTujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit dan warna kulit pada wanita menopause di Kelurahan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten.Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif stastistik deskriptif dengan desain penelitian Quasi-Eksperimen dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design yang merupakan quasi-experiment dimana sebuah kelompok diukur dan diobservasi sebelum dan setelah perlakuan (treatement).Sample penelitian ini adalah 20 wanita menopause pada bulan Juli di Kelurahan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten.Hasil Penelitian:Berdasarkan hasil uji Paired Samples statistik sebelum dan sesudah konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit diperoleh nilai P value sebesar 0,0118 dari angka kemaknaan α = > 0,05 hal tersebut menunjukkan tidak ada pengaruh antara konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit. Berdasarkan hasil uji Paired Samples statistik sebelum dan sesudah konsumsi kolagen terhadap warna kulit diperoleh nilai P value sebesar 0,603 dari angka kemaknaan α = > 0,05 hal tersebut menunjukkan tidak ada pengaruh antara konsumsi kolagen terhadap warna kulit.Kesimpulan:Tidak ada pengaruh konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit dan warna kulit pada wanita menopause di di Kelurahan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten.Saran:Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjutmengenai pengaruh konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit dan warna kulit dan bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian ini, serta menjadi sebuah acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya dan dapat dikembangkan lagi terutama pada variabel-variabel yang belum diteliti. Kata Kunci:Menopause, Kolagen, Elastisitas kulit, Warna kulit.
Universitas Malahayati Bandar Lampung
Title: PEMBERIAN SUPLEMEN KOLAGEN TERHADAP ELASTISITAS DAN WARNA KULIT WANITA MENOPAUSE
Description:
ABSTRACT GIVING COLLAGENT SUPPLEMENTS ON ELASTICITYAND MENOPAUSE WOMEN'S SKIN COLOR Background: Physical changes that are generally more visible when a person reaches menopause are changes in skin elasticity and skin color.
Reduced water and oil content in the skin will result in reduced skin elasticity resulting in fine lines and wrinkles on the skin and factors that cause skin discoloration are the use of drugs, use of unsafe cosmetics or absorption of ultraviolet (UV) rays.
that comes from sunlight.
This is caused by reduced collagen production by cells.
Due to the reduced amount of collagen, there will also be a reduction in the amount of reduced glycosaminoglycans which then results in reduced skin turgor.
Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of collagen consumption on skin elasticity and skin color in menopausal women in Cikande, Serang District, Banten Province.
Methods: This study used quantitative descriptive statistics with a Quasi-Experimental research design with a One-Group Pretest-Posttest Design approach, which is a quasi-experiment where a group is measured and observed before and after the treatment (treatement).
The sample of this research was 20 menopausal women in July in Cikande Village, Serang Regency, Banten Province.
Results: Based on the results of the Paired Samples statistical test before and after collagen consumption on skin elasticity, a P value of 0.
0118 was obtained from the significance value α => 0.
05, this indicates that there is no effect between collagen consumption on skin elasticity.
Based on the results of the Paired Samples statistical test before and after collagen consumption on skin color, the P value was obtained of 0.
603 from the significance value α => 0.
05, this indicates that there is no effect between collagen consumption on skin color.
Conclusion: There is no effect of collagen consumption on skin elasticity and skin color in menopausal women in Cikande Village, Serang Regency, Banten Province.
Suggestion:It is hoped that further researchers can carry out further research on the effect of collagen consumption on skin elasticity and skin color and for future researchers to be able to continue this research, as well as become a reference in conducting further research and can be developed again, especially on variables that have not been studied.
Keywords: Menopause, Collagen, Skin elasticity, Skin color ABSTRAKLatar Belakang:Perubahan fisik yang umumnya lebih terlihat nampak ketika seorang sampai pada masa menopause adalah perubahan terhadap elastisitas kulit dan warna kulit.
Berkurangnya kadar air dan minyak didalam kulit akan mengakibatkan berkurangnya elastisitas kulit sehingga timbul garis-garis halus dan kerut-kerut pada kulit dan faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan warna kulit adalah penggunaan obat-obatan, penggunaan kosmetik yang tidak aman atau penyerapan sinar ultraviolet (UV) yang berasal dari cahaya matahari.
Hal ini disebabkan oleh berkurangnya produksi kolagen yang dilakukan oleh sel.
Akibat berkurangnya jumlah kolagen maka akan berkurang pula jumlah pengurangan glycosaminoglycans yang kemudian berakibat pada berkurangnya turgor kulitTujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit dan warna kulit pada wanita menopause di Kelurahan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten.
Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif stastistik deskriptif dengan desain penelitian Quasi-Eksperimen dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design yang merupakan quasi-experiment dimana sebuah kelompok diukur dan diobservasi sebelum dan setelah perlakuan (treatement).
Sample penelitian ini adalah 20 wanita menopause pada bulan Juli di Kelurahan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten.
Hasil Penelitian:Berdasarkan hasil uji Paired Samples statistik sebelum dan sesudah konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit diperoleh nilai P value sebesar 0,0118 dari angka kemaknaan α = > 0,05 hal tersebut menunjukkan tidak ada pengaruh antara konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit.
Berdasarkan hasil uji Paired Samples statistik sebelum dan sesudah konsumsi kolagen terhadap warna kulit diperoleh nilai P value sebesar 0,603 dari angka kemaknaan α = > 0,05 hal tersebut menunjukkan tidak ada pengaruh antara konsumsi kolagen terhadap warna kulit.
Kesimpulan:Tidak ada pengaruh konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit dan warna kulit pada wanita menopause di di Kelurahan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten.
Saran:Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjutmengenai pengaruh konsumsi kolagen terhadap elastisitas kulit dan warna kulit dan bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian ini, serta menjadi sebuah acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya dan dapat dikembangkan lagi terutama pada variabel-variabel yang belum diteliti.
Kata Kunci:Menopause, Kolagen, Elastisitas kulit, Warna kulit.
Related Results
Efek Nutrasetikal Kolagen Terhadap Kesehatan Kulit
Efek Nutrasetikal Kolagen Terhadap Kesehatan Kulit
Kolagen merupakan protein struktural yang banyak terdapat pada kulit terutama jaringan dermis. Penurunan produksi kolagen disebabkan oleh pembentukan kompleks matriks metaloprotein...
HUBUNGAN FASEMENOPAUSE DENGAN FUNGSI SEKSUAL PADA WANITA DI DESA MUARA TENANG KABUPATEN MESUJI
HUBUNGAN FASEMENOPAUSE DENGAN FUNGSI SEKSUAL PADA WANITA DI DESA MUARA TENANG KABUPATEN MESUJI
HUBUNGAN FASEMENOPAUSE DENGAN FUNGSI SEKSUAL PADA WANITA DI DESA MUARA TENANG KABUPATEN MESUJI
Anggi Kusuma, Eva Apriana, Riska Hediya Putri, Surmiasih
Univers...
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TENTANG KESIAPAN IBU MENGHADAPI MENOPAUSE PADA IBU-IBU SANGGAR SENAM LA FRESH BLIMBING KOTA MALANG
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TENTANG KESIAPAN IBU MENGHADAPI MENOPAUSE PADA IBU-IBU SANGGAR SENAM LA FRESH BLIMBING KOTA MALANG
ABSTRAKSetiap perempuan pasti menginginkan dirinya sehat. Sehat secara fisik, mental, sosial dan juga kesehatan reproduksinya. Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang dialami ...
Kolagen dari Limbah Tulang Ayam (Gallus gallus domesticus) terhadap Aktivitas Anti Aging secara In Vitro
Kolagen dari Limbah Tulang Ayam (Gallus gallus domesticus) terhadap Aktivitas Anti Aging secara In Vitro
<p>Limbah tulang ayam meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi ayam. Namun, belum banyak penelitian yang memanfaatkan limbah tulang sebagai sumber kolagen. Penelitian in...
Efektivitas Hcl dan Naoh sebagai Pretreatment Kolagen Kulit Kaki Ayam
Efektivitas Hcl dan Naoh sebagai Pretreatment Kolagen Kulit Kaki Ayam
Kolagen merupakan protein alami yang terdapat pada hewan, digunakan secara luas pada industri pangan sebagai bahan tambahan. Kulit kaki ayam adalah bagian yang dianggap sebagai has...
Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung, dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Kain Katun Mori Prima Dengan Campuran Ekstrak Kulit Bawang Merah dan Daun Harendong
Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung, dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Kain Katun Mori Prima Dengan Campuran Ekstrak Kulit Bawang Merah dan Daun Harendong
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kulit bawang merah dan daun harendong yang memiliki pigmen warna yaitu tanin dan antosianin, serta untuk memanfaatkan limbah di lingkungan. Pe...
HUBUNGAN USIA MELAHIRKAN DAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN USIA MENOPAUSE DI POSYANDU CAMBAI KOTA PRABUMULIH TAHUN 2018
HUBUNGAN USIA MELAHIRKAN DAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN USIA MENOPAUSE DI POSYANDU CAMBAI KOTA PRABUMULIH TAHUN 2018
ABSTRAK
Menopause merupakan sebuah kata yang mempunyai banyak arti yang terdiri dari kata men dan pauseis yang berasal dari bahasa Yunani yang pertama kali digunakan ...
Efek Perlindungan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Terhadap Densitas Kolagen dari Paparan Sinar UVB
Efek Perlindungan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Terhadap Densitas Kolagen dari Paparan Sinar UVB
Sinar UVB yang diemisikan matahari memicu peningkatan reactive oxygen species (ROS) yang berdampak pada penurunan kolagen jaringan kulit. Peningkatan ROS juga menginhibisi produksi...

