Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Penyuluhan terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga dalam Perawatan Anak Retardasi Mental

View through CrossRef
Tanggapan negatif masyarakat tentang anak retardasi mental menimbulkan berbagai macam reaksi orang tua yang memiliki anak retardasi mental, seperti: orang tua mengucilkan anak atau tidak mengakui sebagai anak yang retardasi mental. Anak yang retardasi mental disembunyikan dari masyarakat karena orang tua merasa malu mempunyai anak keterbelakangan mental. Kemiskinan dan letak wilayah yang terpencil menjadikan minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh keluarga penderita retardasi mental tentang perawatan penderita. Berdasarkan hasil studi pendahuluan kejadian retardasi mental di Kabupaten Ponorogo penderitanya keseluruhan mencapai seratus orang lebih, di Desa Karangpatihan sendiri keluarga yang mempunyai anak retardasi mental sebanyak 20 KK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam perawatan anak retardasi mental. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo pada tanggal 20 Mei sampai 27 Mei 2011. Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan metode one group pra-post test design. Populasi adalah semua keluarga (ibu) yang mempunyai anak retardasi mental berjumlah 20 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon pada taraf kesalahan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan keluarga sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar masih kurang sebanyak 11 orang (55%), dan setelah dilakukan penyuluhan hampir setengah pengetahuan keluarga mengalami peningkatan sebanyak 9 orang (45%). Hasil uji statistik Wilcoxson diperoleh nilai signifikasi ρ = 0,040, ρ < 0,05 , sehingga H1 diterima. Data di atas menunjukkan bahwa setelah diberikan penyuluhan pengetahuan keluarga tentang perawatan anak retardasi mental bertambah. Sehingga penyuluhan meningkatkan pengetahuan keluarga tentang perawatan anak retardasi mental
Title: Pengaruh Penyuluhan terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga dalam Perawatan Anak Retardasi Mental
Description:
Tanggapan negatif masyarakat tentang anak retardasi mental menimbulkan berbagai macam reaksi orang tua yang memiliki anak retardasi mental, seperti: orang tua mengucilkan anak atau tidak mengakui sebagai anak yang retardasi mental.
Anak yang retardasi mental disembunyikan dari masyarakat karena orang tua merasa malu mempunyai anak keterbelakangan mental.
Kemiskinan dan letak wilayah yang terpencil menjadikan minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh keluarga penderita retardasi mental tentang perawatan penderita.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan kejadian retardasi mental di Kabupaten Ponorogo penderitanya keseluruhan mencapai seratus orang lebih, di Desa Karangpatihan sendiri keluarga yang mempunyai anak retardasi mental sebanyak 20 KK.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam perawatan anak retardasi mental.
Penelitian dilaksanakan di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo pada tanggal 20 Mei sampai 27 Mei 2011.
Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan metode one group pra-post test design.
Populasi adalah semua keluarga (ibu) yang mempunyai anak retardasi mental berjumlah 20 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon pada taraf kesalahan 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan keluarga sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar masih kurang sebanyak 11 orang (55%), dan setelah dilakukan penyuluhan hampir setengah pengetahuan keluarga mengalami peningkatan sebanyak 9 orang (45%).
Hasil uji statistik Wilcoxson diperoleh nilai signifikasi ρ = 0,040, ρ < 0,05 , sehingga H1 diterima.
Data di atas menunjukkan bahwa setelah diberikan penyuluhan pengetahuan keluarga tentang perawatan anak retardasi mental bertambah.
Sehingga penyuluhan meningkatkan pengetahuan keluarga tentang perawatan anak retardasi mental.

Related Results

Stres Pengasuhan Ibu dengan Anak Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Selama Pandemi COVID-19
Stres Pengasuhan Ibu dengan Anak Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Selama Pandemi COVID-19
Latar belakang: Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki intelegensia rendah di bawah rata-rata (IQ≤70) yang diikuti keterbatasan fungsi adaptif dan fungsi intelektual, sehingga ...
GAMBARAN UMUM POLA ASUH PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI RSUD DR. SOETOMO
GAMBARAN UMUM POLA ASUH PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI RSUD DR. SOETOMO
ABSTRAKPendahuluan : Pola Asuh yang diterapkan oleh orang tua dalam  merawat anak dengan retardasi mental, berperan dalam  pembentukan karakter anak. Namun, seringkali orang tua ku...
Dukungan keluarga terhadap kemandirian anak usia dini dengan retardasi mental
Dukungan keluarga terhadap kemandirian anak usia dini dengan retardasi mental
Background: Mentally retarded children need training and guidance so they can carry out activities independently. Families encourage training and guidance from formal education and...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...

Back to Top