Javascript must be enabled to continue!
Diagnosis dan Tatalaksana Terkini Gagal Jantung Akut
View through CrossRef
Abstract: Acute heart failure (AHF) is an emergency condition with rapid onset that requires immediate treatment. Many factors play a role in the incidence of AHF thus providing various of clinical manifestation. Prevalence and mortality of AHF is still a major health problem in Asia with the highest prevalence rate. This study intended to determine the tests needed to establish a diagnosis and recent treatment needed for AHF. This was a literature review study. The results showed the development of diagnosis and management of AHF based on the class of recommendation and levels of evidence updated by ESC 2016 and ACC/AHA/HFSA 2017. Furthermore, 4 journals discussed the development of troponin as biomarkers, multiple biomarkers, miRNA, and Lung Ultrasound (LUS). The development in AHF management was using tolvaptan, serelaxin, and neuromuscular electrical stimulation (NMES). In conclusion, diagnosis through anamnesis, physical examination, and supporting AHF can be done by understanding the causes of fluid retention and decreased cardiac output of the patient, therefore, it can provide pharmacological and non-pharmacological treatment appropriately.Keywords: diagnosis, treatment, acute heart failure Abstrak: Gagal jantung akut (GJA) merupakan kondisi darurat dengan tipe serangan yang cepat sehingga membutuhkan penanganan segera. Banyak faktor yang berperan dalam kejadian GJA sehingga memberikan gambaran klinis yang beragam. Prevalensi dan mortalitas GJA di dunia terus mengalami peningkatan dan masih merupakan masalah kesehatan utama di Asia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis GJA dan perkembangan tatalaksana terkini GJA. Jenis penelitian ialah literature review. Hasil penelitian mendapatkan perkembangan diagnosis dan tatalaksana GJA berdasarkan kelas rekomendasi dan tingkatan bukti yang diperbaharui oleh ESC 2016 dan ACC/AHA/HFSA 2017. Selain itu, 4 jurnal membahas perkembangan penggunaan biomarker troponin, biomarker multipel, miRNA, serta USG Paru. Perkembangan tatalaksana GJA menggunakan tolvaptan, serelaksin, dan neuromuscular electrical stimulation (NMES). Simpulan penelitian ini ialah penegakan diagnosis lewat anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang GJA dapat dilakukan dengan memahami penyebab retensi cairan dan penurunan curah jantung pasien sehingga dapat memberikan tatalaksana farmakologis dan non-farmakologis dengan tepat.Kata kunci: diagnosis, tatalaksana, gagal jantung akut
Title: Diagnosis dan Tatalaksana Terkini Gagal Jantung Akut
Description:
Abstract: Acute heart failure (AHF) is an emergency condition with rapid onset that requires immediate treatment.
Many factors play a role in the incidence of AHF thus providing various of clinical manifestation.
Prevalence and mortality of AHF is still a major health problem in Asia with the highest prevalence rate.
This study intended to determine the tests needed to establish a diagnosis and recent treatment needed for AHF.
This was a literature review study.
The results showed the development of diagnosis and management of AHF based on the class of recommendation and levels of evidence updated by ESC 2016 and ACC/AHA/HFSA 2017.
Furthermore, 4 journals discussed the development of troponin as biomarkers, multiple biomarkers, miRNA, and Lung Ultrasound (LUS).
The development in AHF management was using tolvaptan, serelaxin, and neuromuscular electrical stimulation (NMES).
In conclusion, diagnosis through anamnesis, physical examination, and supporting AHF can be done by understanding the causes of fluid retention and decreased cardiac output of the patient, therefore, it can provide pharmacological and non-pharmacological treatment appropriately.
Keywords: diagnosis, treatment, acute heart failure Abstrak: Gagal jantung akut (GJA) merupakan kondisi darurat dengan tipe serangan yang cepat sehingga membutuhkan penanganan segera.
Banyak faktor yang berperan dalam kejadian GJA sehingga memberikan gambaran klinis yang beragam.
Prevalensi dan mortalitas GJA di dunia terus mengalami peningkatan dan masih merupakan masalah kesehatan utama di Asia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis GJA dan perkembangan tatalaksana terkini GJA.
Jenis penelitian ialah literature review.
Hasil penelitian mendapatkan perkembangan diagnosis dan tatalaksana GJA berdasarkan kelas rekomendasi dan tingkatan bukti yang diperbaharui oleh ESC 2016 dan ACC/AHA/HFSA 2017.
Selain itu, 4 jurnal membahas perkembangan penggunaan biomarker troponin, biomarker multipel, miRNA, serta USG Paru.
Perkembangan tatalaksana GJA menggunakan tolvaptan, serelaksin, dan neuromuscular electrical stimulation (NMES).
Simpulan penelitian ini ialah penegakan diagnosis lewat anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang GJA dapat dilakukan dengan memahami penyebab retensi cairan dan penurunan curah jantung pasien sehingga dapat memberikan tatalaksana farmakologis dan non-farmakologis dengan tepat.
Kata kunci: diagnosis, tatalaksana, gagal jantung akut .
Related Results
GAGAL JANTUNG DEKOMPENSASI AKUT DISERTAI DENGAN SINDROM KORONER AKUT : LAPORAN KASUS
GAGAL JANTUNG DEKOMPENSASI AKUT DISERTAI DENGAN SINDROM KORONER AKUT : LAPORAN KASUS
Abstrak
Gagal jantung adalah penyebab utama rawat inap di dunia. Pasien yang dirawat di rumah sakit dengan gagal jantung dekompensasi akut (ADHF) menghadapi risiko besar kema...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Sindrom Koroner Akut dengan Komplikasi Udem Paru Akut dan Henti Jantung
Sindrom Koroner Akut dengan Komplikasi Udem Paru Akut dan Henti Jantung
Abstrak Salah satu manifestasi sindrom koroner akut yang banyak terjadi adalah non ST elevation segment ofmyocardial infarction (NSTEMI). NSTEMI dapat menimbulkan berbagai komplika...
Konsep Aksis Jantung dan Saluran Cerna: Hubungan Gangguan Keseimbangan Mikrobiota Saluran Cerna dan Gagal Jantung
Konsep Aksis Jantung dan Saluran Cerna: Hubungan Gangguan Keseimbangan Mikrobiota Saluran Cerna dan Gagal Jantung
Diperkirakan sekitar 64,3 juta pasien di dunia mengalami penyakit gagal jantung. Di negara berkembang, diperkirakan prevalensi orang yang diketahui menderita gagal jantung sebesar ...
TATALAKSANA HENTI JANTUNG DI LAPANGAN PERMAINAN
TATALAKSANA HENTI JANTUNG DI LAPANGAN PERMAINAN
Cardiac arrest is the most common cause of sudden death in athletes on the field of play. There are reports of cardiac arrest in athletes 1: 4000 to 1: 8000.Cardiac and non-cardiac...
Gambaran karakteristik gagal jantung pada anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Gambaran karakteristik gagal jantung pada anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Abstract: Heart failure is the inability of the heart to pump adequate blood that fulfils the metabolic demands of the body, including growth. In Indonesia, it is still difficult t...
ANEMIA PADA GAGAL JANTUNG
ANEMIA PADA GAGAL JANTUNG
Abstract: Anemia, a frequently occuring comorbid in patients with heart failure, is increasingly recognized as an independent predictor of morbidity and mortality. The etiology of ...
Terapi Akupresur Untuk Mengurangi Rasa Haus Pada Pasien Gagal Jantung dan Gagal Ginjal Kronis : Sistematic Review
Terapi Akupresur Untuk Mengurangi Rasa Haus Pada Pasien Gagal Jantung dan Gagal Ginjal Kronis : Sistematic Review
Latar Belakang: Rasa haus merupakan salah satu bentuk komplikasi pada penderita gagal jantung dan gagal ginjal kronis yang menjalankan program pembatasan cairan. Apabila tidak dibe...

