Javascript must be enabled to continue!
Pemanfaatan Asam humat dari Gambut Degradasi Riau untuk Adsorpsi Logam Berat Berkelanjutan
View through CrossRef
Lahan gambut terdegradasi di Riau masih mengandung substansi humat dengan gugus fungsi aktif yang berpotensi sebagai adsorben logam berat. Gugus ini mampu berinteraksi dengan berbagai ion logam melalui mekanisme adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi asam humat dari tanah gambut terdegradasi di Riau serta mengkaji interaksinya dengan logam berat, yaitu Pb(II), Ni(II), dan Cr(VI). Isolasi asam humat dilakukan menggunakan metode ekstraksi basa. Material asam humat kemudian dikarakterisasi menggunakan spektroskopi UV–Vis, FTIR, kandungan total keasaman, kapasitas tukar kation, dan analisis total karbon organik. Interaksi adsorpsi antara asam humat dan ion logam berat dievaluasi pada berbagai kondisi pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi asam humat terhadap ion logam Pb(II), Ni(II), dan Cr(VI) masing-masing terjadi secara optimum pada pH 5,0: 5,0: 3,0. Stabilitas proses sorpsi untuk ketiga ion logam tersebut tercapai pada waktu kontak 90 menit. Kapasitas adsorpsi asam humat terhadap Pb(II), Ni(II), dan Cr(VI) berturut-turut sebesar 52,50 mg/g, 35,63 mg/g, dan 26,21 mg/g. Hasil ini menunjukkan bahwa asam humat tersebut masih memiliki afinitas yang baik terhadap ion logam berat, yang dipengaruhi oleh keberadaan gugus fungsi aktif seperti karboksil dan fenolik. Penelitian ini juga berkontribusi terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya 6 , 12 , 13 dan 15.
Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia
Title: Pemanfaatan Asam humat dari Gambut Degradasi Riau untuk Adsorpsi Logam Berat Berkelanjutan
Description:
Lahan gambut terdegradasi di Riau masih mengandung substansi humat dengan gugus fungsi aktif yang berpotensi sebagai adsorben logam berat.
Gugus ini mampu berinteraksi dengan berbagai ion logam melalui mekanisme adsorpsi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi asam humat dari tanah gambut terdegradasi di Riau serta mengkaji interaksinya dengan logam berat, yaitu Pb(II), Ni(II), dan Cr(VI).
Isolasi asam humat dilakukan menggunakan metode ekstraksi basa.
Material asam humat kemudian dikarakterisasi menggunakan spektroskopi UV–Vis, FTIR, kandungan total keasaman, kapasitas tukar kation, dan analisis total karbon organik.
Interaksi adsorpsi antara asam humat dan ion logam berat dievaluasi pada berbagai kondisi pH.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi asam humat terhadap ion logam Pb(II), Ni(II), dan Cr(VI) masing-masing terjadi secara optimum pada pH 5,0: 5,0: 3,0.
Stabilitas proses sorpsi untuk ketiga ion logam tersebut tercapai pada waktu kontak 90 menit.
Kapasitas adsorpsi asam humat terhadap Pb(II), Ni(II), dan Cr(VI) berturut-turut sebesar 52,50 mg/g, 35,63 mg/g, dan 26,21 mg/g.
Hasil ini menunjukkan bahwa asam humat tersebut masih memiliki afinitas yang baik terhadap ion logam berat, yang dipengaruhi oleh keberadaan gugus fungsi aktif seperti karboksil dan fenolik.
Penelitian ini juga berkontribusi terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya 6 , 12 , 13 dan 15.
Related Results
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Logam berat adalah unsur logam dengan berat/ massa atom tinggi. Dalam kajian lingkungan logam dikategorikan menjadi logam berat jika memilki berat jenis lebih besar dari 5 g/ml. Se...
Serapan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai(Glycine max) pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Asam Humat
Serapan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai(Glycine max) pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Asam Humat
Ultisol merupakan salah satu jenis tanah asam yang memiliki kelarutan Al, Fe, dan Mn tinggi, serta kandungan P dan Moyang rendah. KelarutanAl dan Fe yangtinggiakan menjerap fosfat,...
Potensi dan Pemanfaatan Lahan Gambut Dangkal untuk Pertanian
Potensi dan Pemanfaatan Lahan Gambut Dangkal untuk Pertanian
<p><strong>Abstrak.</strong> Lahan gambut terbentuk karena adanya penambahan bahan organik segar yang lebih cepat daripada perombakannya, sehingga terjadi timbuna...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut Terhadap Tahanan Listrik Dengan Alat Geolistrik (Studi Kasus: Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut Terhadap Tahanan Listrik Dengan Alat Geolistrik (Studi Kasus: Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Lahan gambut merupakan tanah yang memiliki kandungan organik tinggi hasil pembusukan tanaman. Parameter karakteristik utama lahan gambut adalah kadar air, berat volume, berat jenis...
Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut Terhadap Tahanan Listrik Dengan Alat Geolistrik (Studi Kasus: Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut Terhadap Tahanan Listrik Dengan Alat Geolistrik (Studi Kasus: Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Lahan gambut merupakan tanah yang memiliki kandungan organik tinggi hasil pembusukan tanaman. Parameter karakteristik utama lahan gambut adalah kadar air, berat volume, berat jenis...

