Javascript must be enabled to continue!
Tinjauan Literatur: Mekanisme Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.)
View through CrossRef
Latar Belakang: Infeksi bakteri patogen masih menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia kesehatan, apalagi dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik yang membuat pengobatan infeksi semakin sulit. Kondisi ini mendorong para peneliti untuk mencari alternatif lain yang lebih aman, mudah diakses, dan tetap efektif. Salah satu sumber yang kini banyak dilirik adalah tanaman obat, termasuk kulit jeruk purut (Citrus hystrix DC.), yang secara tradisional dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk meninjau berbagai literatur terkait potensi antibakteri dari ekstrak kulit jeruk purut, termasuk senyawa aktif yang dikandungnya, cara kerjanya terhadap bakteri, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Metode: Proses tinjauan dilakukan dengan mengumpulkan berbagai publikasi ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 2010 hingga 2024, menggunakan database seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Literatur dipilih berdasarkan relevansi dengan topik, kualitas publikasi, serta ketersediaan informasi terkait senyawa aktif, aktivitas antibakteri, dan mekanisme kerjanya. Fokus pencarian difokuskan pada kata kunci seperti Citrus hystrix, antibacterial mechanism, phytochemicals, dan natural antimicrobial agents. Hasil: Berbagai sumber yang ditinjau, ditemukan bahwa kulit jeruk purut kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid (naringin, hesperidin, narirutin), minyak atsiri (limonene, citronellal, dan β-pinene), tanin, dan saponin. Senyawa-senyawa ini menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Cara kerjanya antara lain dengan merusak dinding dan membran sel bakteri, mengganggu sintesis protein dan DNA, serta menghambat kerja enzim yang penting bagi kelangsungan hidup sel bakteri. Aktivitas antibakteri ini juga sangat dipengaruhi oleh metode ekstraksi, jenis pelarut, dan konsentrasi ekstrak yang digunakan. Kesimpulan: Tinjauan ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk purut punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai agen antibakteri alami. Selain relatif aman dan mudah diperoleh, ekstrak ini juga menunjukkan mekanisme kerja yang beragam sehingga berpeluang untuk melawan bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik tertentu. Namun, diperlukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam, terutama untuk memastikan konsistensi senyawa aktifnya, uji keamanan, dan efektivitasnya dalam skala klinis. Dengan pendekatan ilmiah yang tepat, kulit jeruk purut bisa menjadi salah satu solusi alami untuk menghadapi krisis resistensi antibiotik yang sedang kita hadapi saat ini.
Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera
Title: Tinjauan Literatur: Mekanisme Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.)
Description:
Latar Belakang: Infeksi bakteri patogen masih menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia kesehatan, apalagi dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik yang membuat pengobatan infeksi semakin sulit.
Kondisi ini mendorong para peneliti untuk mencari alternatif lain yang lebih aman, mudah diakses, dan tetap efektif.
Salah satu sumber yang kini banyak dilirik adalah tanaman obat, termasuk kulit jeruk purut (Citrus hystrix DC.
), yang secara tradisional dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan.
Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk meninjau berbagai literatur terkait potensi antibakteri dari ekstrak kulit jeruk purut, termasuk senyawa aktif yang dikandungnya, cara kerjanya terhadap bakteri, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya.
Metode: Proses tinjauan dilakukan dengan mengumpulkan berbagai publikasi ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 2010 hingga 2024, menggunakan database seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect.
Literatur dipilih berdasarkan relevansi dengan topik, kualitas publikasi, serta ketersediaan informasi terkait senyawa aktif, aktivitas antibakteri, dan mekanisme kerjanya.
Fokus pencarian difokuskan pada kata kunci seperti Citrus hystrix, antibacterial mechanism, phytochemicals, dan natural antimicrobial agents.
Hasil: Berbagai sumber yang ditinjau, ditemukan bahwa kulit jeruk purut kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid (naringin, hesperidin, narirutin), minyak atsiri (limonene, citronellal, dan β-pinene), tanin, dan saponin.
Senyawa-senyawa ini menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri Gram-positif dan Gram-negatif.
Cara kerjanya antara lain dengan merusak dinding dan membran sel bakteri, mengganggu sintesis protein dan DNA, serta menghambat kerja enzim yang penting bagi kelangsungan hidup sel bakteri.
Aktivitas antibakteri ini juga sangat dipengaruhi oleh metode ekstraksi, jenis pelarut, dan konsentrasi ekstrak yang digunakan.
Kesimpulan: Tinjauan ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk purut punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai agen antibakteri alami.
Selain relatif aman dan mudah diperoleh, ekstrak ini juga menunjukkan mekanisme kerja yang beragam sehingga berpeluang untuk melawan bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik tertentu.
Namun, diperlukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam, terutama untuk memastikan konsistensi senyawa aktifnya, uji keamanan, dan efektivitasnya dalam skala klinis.
Dengan pendekatan ilmiah yang tepat, kulit jeruk purut bisa menjadi salah satu solusi alami untuk menghadapi krisis resistensi antibiotik yang sedang kita hadapi saat ini.
Related Results
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
OPTIMASI LOTION EKSTRAK WORTEL DAN KULIT JERUK NIPIS
OPTIMASI LOTION EKSTRAK WORTEL DAN KULIT JERUK NIPIS
Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini dan kanker kulit. Wortel dan kulit jeruk nipis merupakan tanaman yang mempunyai aktivitas perl...
Studi Literatur Pemanfaatan Kulit Buah Genus Citrus sebagai Larvasida Aedes aegypti
Studi Literatur Pemanfaatan Kulit Buah Genus Citrus sebagai Larvasida Aedes aegypti
Abstract. One of the ways to control the main vector of DHF, Aedes aegypti mosquito, is by using larvicides. The use of natural larvicides is an alternative in overcoming the negat...
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Sirsak (Annona Muricata L.) terhadap Staphylococcus Epidermidis
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Sirsak (Annona Muricata L.) terhadap Staphylococcus Epidermidis
Abstrak. Pada tahun 2019, ditemukan 7,7 juta kematian di seluruh dunia yang disebabkan oleh infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi bakteri juga merupakan penyakit yang serin...
Putri Ayuni
Putri Ayuni
Buah jeruk atau citrus adalah buah yang mengandung vitamin C yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pada umumnya, jeruk hanya dimanfaatkan daging buahnya saja sehingga m...
Potensi Aktivitas Antibakteri antara Ekstrak dan Fraksi Kulit Jeruk terhadap Ulkus Diabetis
Potensi Aktivitas Antibakteri antara Ekstrak dan Fraksi Kulit Jeruk terhadap Ulkus Diabetis
Ulkus diabetik, sebagai komplikasi kronis diabetes melitus, terjadi akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dan ditandai dengan luka pada kaki yang renta...
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Sunkist (Citrus sinensis (L.) Osbeck) Terhadap Kadar Gula Darah Tikus Wistar (Rattus norvegicus) dengan Hiperkolesterolemia yang di Induksi Streptozotocin.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Sunkist (Citrus sinensis (L.) Osbeck) Terhadap Kadar Gula Darah Tikus Wistar (Rattus norvegicus) dengan Hiperkolesterolemia yang di Induksi Streptozotocin.
Kondisi kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes ternyata memicu peningkatan LDL dan penurunan HDL dimana pada orang dengan diabetesâ€energi yang didapatkan tubuh bera...
Karakter Fisik Dan Aktivitas Antibakteri Sabun Padat Ekstrak Kulit Pisang Mas (Musa Acuminata Colla) Terhadap Staphylococcus Aureus
Karakter Fisik Dan Aktivitas Antibakteri Sabun Padat Ekstrak Kulit Pisang Mas (Musa Acuminata Colla) Terhadap Staphylococcus Aureus
Sabun padat merupakan salah satu bentuk sediaan pembersih kulit yang berfungsi mengangkat kotoran, minyak, dan mikroorganisme seperti bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk merumu...

