Javascript must be enabled to continue!
PERENCANAAN GROUNDING SISTEM PADA GEDUNG PERAWATAN LISTRIK MCC PT. BUKIT ASAM - TANJUNG ENIM
View through CrossRef
Bukit Asam sebagai salah satu perusahaan penambangan batu bara terbesar dalam mejalankan aktivitas bisnisnya selain dengan kegiatan penambangan dilapangan dibantu dengan sistem administrasi dan pembengkelan dan telekomunikasi, tentu untuk melindungi dari arus bocor atau tegangan sentuh harus memiliki sistem pentanahan pada beberapa peralatan yaitu pada sistem instalasi peralatan listrik dan sistem instalasi peralatan komunikasi, dimana sistem pentanahan bertujuan untuk memberikan perlindungan pada seluruh operator atau mahluk hidup maupun perlindungan pada peralatan-peralatan yang menggunakan energi listrik sebagai energi utamanya. Dari hasil penelitian didapat nilai resistivitas tanah pada lahan gedung perawatan listrik MCC TAL sebesar 30,57 Ωm dari nilai resistivitas tersebut dapat dirancang sistem pentanahan dengan menggunakan elektroda batang pentanahan baik menggunakan 1 batang elektroda pentanahan dan 2 batang elektroda batang pentanahan. Dari estimasi didapat nilai pentanahan sesuai standar PUIL 2000 sebesar 3,8 Ω dengan menggunakan 2 batang elektroda batang pentanahan dengan jarak antar batang elektroda pentanahan sepanjang 2 meter. Sedangkan untuk estimasi perhitungan dengan 1 batang elektroda pentanahan untuk mencapai nilai standar PUIL 2000 harus dikedalaman 7,5 meter dengan nilai resistansi pentanahan sebesar 4,75 Ω.
Universitas Palembang
Title: PERENCANAAN GROUNDING SISTEM PADA GEDUNG PERAWATAN LISTRIK MCC PT. BUKIT ASAM - TANJUNG ENIM
Description:
Bukit Asam sebagai salah satu perusahaan penambangan batu bara terbesar dalam mejalankan aktivitas bisnisnya selain dengan kegiatan penambangan dilapangan dibantu dengan sistem administrasi dan pembengkelan dan telekomunikasi, tentu untuk melindungi dari arus bocor atau tegangan sentuh harus memiliki sistem pentanahan pada beberapa peralatan yaitu pada sistem instalasi peralatan listrik dan sistem instalasi peralatan komunikasi, dimana sistem pentanahan bertujuan untuk memberikan perlindungan pada seluruh operator atau mahluk hidup maupun perlindungan pada peralatan-peralatan yang menggunakan energi listrik sebagai energi utamanya.
Dari hasil penelitian didapat nilai resistivitas tanah pada lahan gedung perawatan listrik MCC TAL sebesar 30,57 Ωm dari nilai resistivitas tersebut dapat dirancang sistem pentanahan dengan menggunakan elektroda batang pentanahan baik menggunakan 1 batang elektroda pentanahan dan 2 batang elektroda batang pentanahan.
Dari estimasi didapat nilai pentanahan sesuai standar PUIL 2000 sebesar 3,8 Ω dengan menggunakan 2 batang elektroda batang pentanahan dengan jarak antar batang elektroda pentanahan sepanjang 2 meter.
Sedangkan untuk estimasi perhitungan dengan 1 batang elektroda pentanahan untuk mencapai nilai standar PUIL 2000 harus dikedalaman 7,5 meter dengan nilai resistansi pentanahan sebesar 4,75 Ω.
Related Results
PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL GEDUNG GREEN BUILDING DAN NON- GREEN BUILDING MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO
PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL GEDUNG GREEN BUILDING DAN NON- GREEN BUILDING MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO
Since 2011, Indonesia has been committed to reducing greenhouse gas emissions, one of which is by implementing green buildings in office buildings. The aim of implementing green bu...
The INFLUENCE OF MANAGEMENT AND DEVELOPMENT OF GENERATION Z HUMAN RESOURCES ON EMPLOYEE PERFORMANCE (Case Study on Gen Z Employees of PT. Bukit Asam Tbk Tanjung Enim)
The INFLUENCE OF MANAGEMENT AND DEVELOPMENT OF GENERATION Z HUMAN RESOURCES ON EMPLOYEE PERFORMANCE (Case Study on Gen Z Employees of PT. Bukit Asam Tbk Tanjung Enim)
The Impact of Processing and Improvement of Generation Z Human Resources on Staff Performance at PT Bukit Asam Tbk Tanjung Enim. The purpose of the following research is to find th...
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
Tulisan ini bertujuan menjelaskan sejumlah data arkeologi, tradisi dan lingkungan okupasi manusia di Kabupaten Luwu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei dan ekskavasi. ...
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lemak hewani dari dua jenis daging babi daribangsa (breed) yang berbeda yaitu babi bali asli (babi lokal) dan babi la...
MCC Regulator of WNT Signaling Pathway (MCC) Is a Podocyte Essential Gene
MCC Regulator of WNT Signaling Pathway (MCC) Is a Podocyte Essential Gene
Podocytes are an integral part of the glomerular filtration barrier. Many genes are already known to be essential for podocyte survival, structure and function, but there are more ...
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Background: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan komposisi asam lemak VCO dengan metode fermentasi dari berbagai varietas kelapa di Kecamatan Kajang Kabu...
IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI ASET INFRASTRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI ASET INFRASTRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Aset infrastruktur bangunan gedung di lingkungan kampus berperan penting sebagai sarana penunjang kegiatan akademik maupun non akademik. Universitas Palangka Raya sebagai penyeleng...
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
ABSTRACT The aim of this study was to determine the effect of acetic acid, hydrochloric acid, and citric acid on the physical characteristics of glue from red snapper scale...

