Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Gambaran Pelaksanaan Rumah Pemotongan Hewan Babi (Studi Kasus di Rumah Pemotongan Hewan Kota Semarang)

View through CrossRef
Rumah Pemotongan Hewan adalah bangunan yang memenuhi persyaratan teknis dan hygiene untuk memotong hewan bagi masyarakat sehingga dapat menjadi titik kritis pertama penentuan keamanan produk daging yang dijual. Kementerian pertanian mengungkapkan bahwa RPH yang telah memenuhi standar penyembelihan sesuai dengan standar operasional prosedur hanya berkisar 41,42% dari jumlah  RPH yang tersebar di seluruh Indonesia tahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional dimana variabel penelitian ini merupakan standar operasional prosedur rumah pemotongan hewan babi dengan tujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan operasional RPH Babi Kota Semarang yang sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah dipersyaratkan. Dan dari penelitian ini ditemukan ada beberapa persyaratan berdasarkan SNI No 01-6159-1999 dan berdasarkan peraturan menteri pertanian No 13/permentan/OT.140/2000, Standar operasional prosedur berdasarkan peraturan daerah (Keputusan Dewan No 48 tahun 2000) serta berdasarkan standar operasional prosedur RPH babi yang tidak terpenuhi dan tidak dilaksanakan dimana salah satunya adalah tidak dilakukannya pemeriksaan antemortem dan postmortem sehingga tidak memperoleh nomor kontrol veteriner dari dokter hewan RPH. Dalam hal ini pengawasan yang rutin dan berkala dari dinas peternakan merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaan standar operasional prosedur di RPH babi Kota Semarang ini
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Gambaran Pelaksanaan Rumah Pemotongan Hewan Babi (Studi Kasus di Rumah Pemotongan Hewan Kota Semarang)
Description:
Rumah Pemotongan Hewan adalah bangunan yang memenuhi persyaratan teknis dan hygiene untuk memotong hewan bagi masyarakat sehingga dapat menjadi titik kritis pertama penentuan keamanan produk daging yang dijual.
Kementerian pertanian mengungkapkan bahwa RPH yang telah memenuhi standar penyembelihan sesuai dengan standar operasional prosedur hanya berkisar 41,42% dari jumlah  RPH yang tersebar di seluruh Indonesia tahun 2010.
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional dimana variabel penelitian ini merupakan standar operasional prosedur rumah pemotongan hewan babi dengan tujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan operasional RPH Babi Kota Semarang yang sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah dipersyaratkan.
Dan dari penelitian ini ditemukan ada beberapa persyaratan berdasarkan SNI No 01-6159-1999 dan berdasarkan peraturan menteri pertanian No 13/permentan/OT.
140/2000, Standar operasional prosedur berdasarkan peraturan daerah (Keputusan Dewan No 48 tahun 2000) serta berdasarkan standar operasional prosedur RPH babi yang tidak terpenuhi dan tidak dilaksanakan dimana salah satunya adalah tidak dilakukannya pemeriksaan antemortem dan postmortem sehingga tidak memperoleh nomor kontrol veteriner dari dokter hewan RPH.
Dalam hal ini pengawasan yang rutin dan berkala dari dinas peternakan merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaan standar operasional prosedur di RPH babi Kota Semarang ini.

Related Results

Sifat organoleptik burger campuran restrukturisasi daging babi ras dan babi hutan
Sifat organoleptik burger campuran restrukturisasi daging babi ras dan babi hutan
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen pada burger campuran restrukturisasi daging babi ras dan babi hutan. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengk...
KEUNIKAN BABI
KEUNIKAN BABI
Tugas akhir ini merupakan  visualisasi berdasarkan imajinasi penulis dalam bentuk lukisan, dengan subject matter keunikan babi. Terdapat sudut pandang yang berbeda ada  yang mengha...
STUDI KUALITAS ORGANOLEPTIK KULIT BABI GULING DARI BAHAN BAKU BABI BALI DAN BABI LANDRACE
STUDI KUALITAS ORGANOLEPTIK KULIT BABI GULING DARI BAHAN BAKU BABI BALI DAN BABI LANDRACE
Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas organoleptik kulit babi guling yang berasal daribabi bali dan babi landrace. Kulit babi guling ini adalah salah satu bag...
Manajemen Kesehatan Ternak Babi Melalui Pemberdayaan Masyarakat Peternak Babi Skala Rumah Tangga
Manajemen Kesehatan Ternak Babi Melalui Pemberdayaan Masyarakat Peternak Babi Skala Rumah Tangga
Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalisasi pemberdayaan masyarakat peternak babi skala rumah tangga di desa Niukbaun, Kabupaten Kupang.  Kegiatan ini meliputi pelayanan kes...
PENGARUH VARIASI KEDALAMAN PEMOTONGAN DAN KECEPATAN PEMOTONGAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN ALUMINIUM 7075
PENGARUH VARIASI KEDALAMAN PEMOTONGAN DAN KECEPATAN PEMOTONGAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN ALUMINIUM 7075
Riset ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman pemotongan serta kecepatan pemotongan atas nilai kekasaran permukaan aluminium 7075. kesimpulan kecepatan pemotongan...
Makna Simbolik Bakuwai Dalam Olahraga Baburu Babi (Aktivitas Kelompok Baburu Babi di Kota Padang)
Makna Simbolik Bakuwai Dalam Olahraga Baburu Babi (Aktivitas Kelompok Baburu Babi di Kota Padang)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna simbolik bakuwai dalam olahraga baburu babi pada aktivitas kelompok baburu babi di Kota Padang. Kajian ini menarik karena, baburu b...
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lemak hewani dari dua jenis daging babi daribangsa (breed) yang berbeda yaitu babi bali asli (babi lokal) dan babi la...
Deteksi Bakteri Staphylococcus sp. dari Saluran Pernapasan Babi
Deteksi Bakteri Staphylococcus sp. dari Saluran Pernapasan Babi
Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi Staphylococcus sp. di saluran pernapasan babi. Sampel dibedakan berdasarkan jenis kelamin (babi jantan dan babi betina). Sebanyak 100 samp...

Back to Top