Javascript must be enabled to continue!
Makna Simbolik Bakuwai Dalam Olahraga Baburu Babi (Aktivitas Kelompok Baburu Babi di Kota Padang)
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna simbolik bakuwai dalam olahraga baburu babi pada aktivitas kelompok baburu babi di Kota Padang. Kajian ini menarik karena, baburu babi di beberapa daerah Sumatera Barat memiliki cara tersendiri dalam baburu seperti dapat kita lihat pada aktivitas baburu babi di Padang Pariaman menggunakan pistol badia balansa sebagai simbol bagi kelompok baburu lainnya untuk melepaskan anjing buruan menuju suara letusan pistol. Namun berbeda dengan baburu babi di Kota Padang tidak menggunakan pistol badia balansa, melainkan hanya melakukan bakuwai sebagai interaksi simbol antara sesama kelompok baburu dalam daerah perburuan. Hal tersebut yang menjadi fenomena dalam baburu babi, penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dijelaskan oleh Hebert Blumer. Metode yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan tipe penelitian deskriptif, pemilihan informan dilakukan teknik purposive sampling dengan 12 orang informan, pengumpulan data yang dilakukan secara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data di analisis menggunakan teknik model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan aktivitas baburu babi dilakukan setiap hari minggu secara bergiliran, dan bakuwai yang dilakukan dalam aktivitas baburu babi, yaitu; hayo, atuah, konyoa, ambek bawah, ambek ateh, ambek jalan, ambek puncak, dan tambah anjiang. Hasil analisis interaksionisme simbolik menunjukan makna simbolik bakuwai dalam olahraga baburu babi yaitu sedang mencari babi, menemukan babi, memberikan semangat, dan memerintahkan.
Title: Makna Simbolik Bakuwai Dalam Olahraga Baburu Babi (Aktivitas Kelompok Baburu Babi di Kota Padang)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna simbolik bakuwai dalam olahraga baburu babi pada aktivitas kelompok baburu babi di Kota Padang.
Kajian ini menarik karena, baburu babi di beberapa daerah Sumatera Barat memiliki cara tersendiri dalam baburu seperti dapat kita lihat pada aktivitas baburu babi di Padang Pariaman menggunakan pistol badia balansa sebagai simbol bagi kelompok baburu lainnya untuk melepaskan anjing buruan menuju suara letusan pistol.
Namun berbeda dengan baburu babi di Kota Padang tidak menggunakan pistol badia balansa, melainkan hanya melakukan bakuwai sebagai interaksi simbol antara sesama kelompok baburu dalam daerah perburuan.
Hal tersebut yang menjadi fenomena dalam baburu babi, penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dijelaskan oleh Hebert Blumer.
Metode yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan tipe penelitian deskriptif, pemilihan informan dilakukan teknik purposive sampling dengan 12 orang informan, pengumpulan data yang dilakukan secara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Data di analisis menggunakan teknik model analisis Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukan aktivitas baburu babi dilakukan setiap hari minggu secara bergiliran, dan bakuwai yang dilakukan dalam aktivitas baburu babi, yaitu; hayo, atuah, konyoa, ambek bawah, ambek ateh, ambek jalan, ambek puncak, dan tambah anjiang.
Hasil analisis interaksionisme simbolik menunjukan makna simbolik bakuwai dalam olahraga baburu babi yaitu sedang mencari babi, menemukan babi, memberikan semangat, dan memerintahkan.
Related Results
Sifat organoleptik burger campuran restrukturisasi daging babi ras dan babi hutan
Sifat organoleptik burger campuran restrukturisasi daging babi ras dan babi hutan
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen pada burger campuran restrukturisasi daging babi ras dan babi hutan. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengk...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
STUDI KUALITAS ORGANOLEPTIK KULIT BABI GULING DARI BAHAN BAKU BABI BALI DAN BABI LANDRACE
STUDI KUALITAS ORGANOLEPTIK KULIT BABI GULING DARI BAHAN BAKU BABI BALI DAN BABI LANDRACE
Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas organoleptik kulit babi guling yang berasal daribabi bali dan babi landrace. Kulit babi guling ini adalah salah satu bag...
Manajemen Kesehatan Ternak Babi Melalui Pemberdayaan Masyarakat Peternak Babi Skala Rumah Tangga
Manajemen Kesehatan Ternak Babi Melalui Pemberdayaan Masyarakat Peternak Babi Skala Rumah Tangga
Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalisasi pemberdayaan masyarakat peternak babi skala rumah tangga di desa Niukbaun, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini meliputi pelayanan kes...
MOTIVASI LANSIA PADA AKTIVITAS OLAHRAGA
MOTIVASI LANSIA PADA AKTIVITAS OLAHRAGA
Berdasarkan hasil observasi di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi beberapa informasi yang menunjukkan bahwa kondisi masyarakat ini berlatar belakang profesi sebagai wiraswasta dan pe...
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
Persepsi Masyarakat terhadap Olahraga Buru Babi
Persepsi Masyarakat terhadap Olahraga Buru Babi
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap olahraga buru babi di Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pa...
OLAHRAGA PILIHAN
OLAHRAGA PILIHAN
Buku ini berjudul “Olahraga Pilihan”. Penulisan buku ini didasarkan kepada realitas yang terjadi di masyarakat bahwa olahraga hanya dipandang sebagai sesuatu yang melelahkan, dan a...

