Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik Sensori dan Penerimaan Panelis terhadap Keripik Berbahan Dasar Kulit Singkong
View through CrossRef
Abstrak
____________________________________________________________
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum termanfaatkannya limbah kulit singkong di Sumatera Barat meskipun produksi singkong mencapai 143.330,00 ton pada tahun 2022. Kulit singkong yang mencapai 15-20% dari total berat umbi sering dianggap sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan, padahal memiliki kandungan gizi yang cukup baik meliputi protein 8,11 gram, serat kasar 15,20 gram, dan kalsium 0,63 gram per 100 gram bahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas keripik dari kulit singkong meliputi aspek bentuk, warna, aroma, tekstur, dan rasa melalui uji sensori. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Pengujian dilakukan di workshop tata boga Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang. Objek penelitian adalah keripik yang terbuat dari kulit singkong jenis lambau (ubi manis). Proses pengolahan meliputi perendaman kulit singkong selama 3 hari dengan penggantian air setiap 24 jam, perebusan selama 30 menit, penjemuran 2-3 hari, dan penggorengan. Uji organoleptik dilakukan oleh 6 orang panelis terlatih dari kalangan dosen Tata Boga UNP dengan pengujian sebanyak tiga kali, menggunakan instrumen penilaian kualitas bentuk, warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan skala 1-5. Hasil penelitian menunjukkan kualitas sensori keripik kulit singkong pada pengujian ketiga memperoleh nilai tertinggi dengan parameter warna 4,83 kategori "coklat", tekstur 4,67 kategori "renyah", aroma 4,33 kategori "cukup beraroma khas kulit singkong", rasa 4,50 kategori "cukup gurih", dan bentuk 4,33 kategori "cukup rapi dan seragam". Keberhasilan mengolah limbah kulit singkong menjadi produk keripik dengan kualitas sensori yang baik menunjukkan potensi besar untuk pengembangan produk pangan bernilai ekonomis sekaligus berkontribusi pada pengurangan pencemaran lingkungan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa limbah kulit singkong dapat dimanfaatkan sebagai alternatif makanan ringan yang memiliki nilai ekonomis dan ramah lingkungan.
Abstract
____________________________________________________________
This research is motivated by the unused cassava peel waste in West Sumatra even though cassava production reached 143,330.00 tons in 2022. Cassava skin, which reaches 15-20% of the total weight of the tubers, is often considered waste that can pollute the environment, even though it has a fairly good nutritional content including 8.11 grams of protein, 15.20 grams of crude fiber, and 0.63 grams of calcium per 100 grams of ingredients. This study aims to analyze the quality of chips from cassava peels including aspects of shape, color, aroma, texture, and taste through sensory tests. This study uses a quantitative method with an experimental approach. The test was carried out at the culinary workshop of the Department of Family Welfare Sciences, Faculty of Tourism and Hospitality, Padang State University. The object of the research is chips made from cassava skins of the lambau type (sweet potato). The processing process includes soaking the cassava peel for 3 days with water change every 24 hours, boiling for 30 minutes, drying for 2-3 days, and frying. The organoleptic test was carried out by 6 trained panelists from UNP Culinary Lecturers with three tests, using an instrument to assess the quality of shape, color, aroma, texture, and taste on a scale of 1-5. The results showed that the sensory quality of cassava peel chips in the third test obtained the highest score with color parameters of 4.83 in the "brown" category, 4.67 in the "crispy" category, 4.33 in the aroma category "quite aromatic typical of cassava skin", 4.50 in the "quite savory" category, and 4.33 in the "quite neat and uniform" category. The success of processing cassava peel waste into chips products with good sensory quality shows great potential for the development of food products with economic value while contributing to the reduction of environmental pollution. The results of this study prove that cassava peel waste can be used as an alternative to snacks that have economic and environmentally friendly value.
Universitas Semarang
Title: Karakteristik Sensori dan Penerimaan Panelis terhadap Keripik Berbahan Dasar Kulit Singkong
Description:
Abstrak
____________________________________________________________
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum termanfaatkannya limbah kulit singkong di Sumatera Barat meskipun produksi singkong mencapai 143.
330,00 ton pada tahun 2022.
Kulit singkong yang mencapai 15-20% dari total berat umbi sering dianggap sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan, padahal memiliki kandungan gizi yang cukup baik meliputi protein 8,11 gram, serat kasar 15,20 gram, dan kalsium 0,63 gram per 100 gram bahan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas keripik dari kulit singkong meliputi aspek bentuk, warna, aroma, tekstur, dan rasa melalui uji sensori.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental.
Pengujian dilakukan di workshop tata boga Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang.
Objek penelitian adalah keripik yang terbuat dari kulit singkong jenis lambau (ubi manis).
Proses pengolahan meliputi perendaman kulit singkong selama 3 hari dengan penggantian air setiap 24 jam, perebusan selama 30 menit, penjemuran 2-3 hari, dan penggorengan.
Uji organoleptik dilakukan oleh 6 orang panelis terlatih dari kalangan dosen Tata Boga UNP dengan pengujian sebanyak tiga kali, menggunakan instrumen penilaian kualitas bentuk, warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan skala 1-5.
Hasil penelitian menunjukkan kualitas sensori keripik kulit singkong pada pengujian ketiga memperoleh nilai tertinggi dengan parameter warna 4,83 kategori "coklat", tekstur 4,67 kategori "renyah", aroma 4,33 kategori "cukup beraroma khas kulit singkong", rasa 4,50 kategori "cukup gurih", dan bentuk 4,33 kategori "cukup rapi dan seragam".
Keberhasilan mengolah limbah kulit singkong menjadi produk keripik dengan kualitas sensori yang baik menunjukkan potensi besar untuk pengembangan produk pangan bernilai ekonomis sekaligus berkontribusi pada pengurangan pencemaran lingkungan.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa limbah kulit singkong dapat dimanfaatkan sebagai alternatif makanan ringan yang memiliki nilai ekonomis dan ramah lingkungan.
Abstract
____________________________________________________________
This research is motivated by the unused cassava peel waste in West Sumatra even though cassava production reached 143,330.
00 tons in 2022.
Cassava skin, which reaches 15-20% of the total weight of the tubers, is often considered waste that can pollute the environment, even though it has a fairly good nutritional content including 8.
11 grams of protein, 15.
20 grams of crude fiber, and 0.
63 grams of calcium per 100 grams of ingredients.
This study aims to analyze the quality of chips from cassava peels including aspects of shape, color, aroma, texture, and taste through sensory tests.
This study uses a quantitative method with an experimental approach.
The test was carried out at the culinary workshop of the Department of Family Welfare Sciences, Faculty of Tourism and Hospitality, Padang State University.
The object of the research is chips made from cassava skins of the lambau type (sweet potato).
The processing process includes soaking the cassava peel for 3 days with water change every 24 hours, boiling for 30 minutes, drying for 2-3 days, and frying.
The organoleptic test was carried out by 6 trained panelists from UNP Culinary Lecturers with three tests, using an instrument to assess the quality of shape, color, aroma, texture, and taste on a scale of 1-5.
The results showed that the sensory quality of cassava peel chips in the third test obtained the highest score with color parameters of 4.
83 in the "brown" category, 4.
67 in the "crispy" category, 4.
33 in the aroma category "quite aromatic typical of cassava skin", 4.
50 in the "quite savory" category, and 4.
33 in the "quite neat and uniform" category.
The success of processing cassava peel waste into chips products with good sensory quality shows great potential for the development of food products with economic value while contributing to the reduction of environmental pollution.
The results of this study prove that cassava peel waste can be used as an alternative to snacks that have economic and environmentally friendly value.
.
Related Results
Pengadaan Mesin Pengiris Keripik untuk meningkatkan Produktifitas Produsen Keripik di Kecamatan Kebonsari Madiun
Pengadaan Mesin Pengiris Keripik untuk meningkatkan Produktifitas Produsen Keripik di Kecamatan Kebonsari Madiun
Keripik merupakan sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi-umbian, buah-buahan, atau sayuran yang digoreng di dalam minyak nabati. Untuk menghasilkan rasa yang gurih da...
EDUKASI PENGOLAHAN KERIPIK SINGKONG DENGAN BERBAGAI VARIAN RASA DI PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLISIN KOTA KENDARI
EDUKASI PENGOLAHAN KERIPIK SINGKONG DENGAN BERBAGAI VARIAN RASA DI PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLISIN KOTA KENDARI
Keripik singkong adalah salah satu panganan merakyat di Indonesia yang dapat di olah menjadi berbagai varian produk turunan. Menjalankan kegiatan usaha keripik singkong memberikan ...
Evaluasi Kandungan Nutrien dan Fraksi Serat Pakan Fermentasi Berbahan Dasar Kulit Nanas dan Daun Singkong sebagai Pakan Ruminansia
Evaluasi Kandungan Nutrien dan Fraksi Serat Pakan Fermentasi Berbahan Dasar Kulit Nanas dan Daun Singkong sebagai Pakan Ruminansia
Kombinasi limbah kulit nanas dan daun singkong berbentuk silase berpotensi sebagai alternatif penyediaan sumber pakan hijauan pengganti rumput lapang. Tujuan penelitian ini untuk ...
PARADIGMA MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TANAMAN SINGKONG SEBAGAI TANAMAN PRODUKTIF DI INDONESIA
PARADIGMA MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TANAMAN SINGKONG SEBAGAI TANAMAN PRODUKTIF DI INDONESIA
Singkong adalah salah satu tumbuhan yang menghasilkan panen dalam bentuk akar.Berdasarkan beberapa penelitian mengungkap bahwa tamanam singkong sebenarnya tidak hanyaproduktif dan ...
PENGOLAHAN LIMBAH KULIT SINGKONG SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
PENGOLAHAN LIMBAH KULIT SINGKONG SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
Sentra produksi singkong di Provinsi Jawa Tengah dihasilkan oleh daerah Kabupaten Pati. Selama ini sampah kulit singkong hasil produksi tepung tapioka sangat melimpah. Jika dibiark...
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PRODUK OLAHAN SINGKONG
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PRODUK OLAHAN SINGKONG
Kandungan karbohidrat singkong yaitu 38 gram per 100 gram singkong atau setara dengan 12%, sehingga singkong cocok dijadikan makanan pengganti beras. Penelitian ini dilakukan di Ka...
EKSPLORASI KULIT SINGKONG DAN APLIKASINYA MENJADI PRODUK TAS
EKSPLORASI KULIT SINGKONG DAN APLIKASINYA MENJADI PRODUK TAS
Penggunaan bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan kulit sintetis dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan karena banyaknya zat kimia yang digunakan dalam proses produksi, sepe...
PEMBUATAN KULIT SINGKONG MENJADI “KARAMEL” SEBAGAI CEMILAN SEHAT KELUARGA
PEMBUATAN KULIT SINGKONG MENJADI “KARAMEL” SEBAGAI CEMILAN SEHAT KELUARGA
Pengabdian masyarakat adalah salah satu tri dharma Perguruan Tinggi yang wajib untuk dilaksanakan untuk mengaplikasikan hasil-hasil penelitian langsung ke masyarakat. Salah satu be...

