Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penguatan Kapasitas Produksi Dan Pemasaran Garam Tradisional Di Pulau Solor

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dan strategi usaha produksi garam di Desa Menanga Kecamatan Solor Timur Kabupaten Flores Timur. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan penelitian lapang melalui wawancara kepada Kepala Desa, dan Petani Garam Desa Menanga. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan penelitian lapang melalui wawancara kepada Kepala Desa, dan Petani Garam Desa Menanga. Analisis data yang digunakan dalam peneitian ini adalah metode deskriptif analisis, data yang terkumpul disusun, dijelaskan kemudian dianalisis dengan metode SWOT Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi garam tradisional di Desa Menanga, Pulau Solor, masih didominasi oleh metode perebusan air laut melalui penyaringan tanah yang dilakukan secara turun-temurun, dengan pelaku utama adalah perempuan berusia 44–55 tahun dan berpengalaman lebih dari enam tahun. Produksi ini memiliki kekuatan pada kearifan lokal, pola gotong royong, serta karakter produk garam yang khas dan bernilai budaya, namun menghadapi berbagai keterbatasan seperti teknologi produksi yang sangat sederhana, kualitas garam yang belum terstandarisasi, kemasan yang minim, keterbatasan modal, serta rendahnya regenerasi petani garam. Secara ekonomi, data menunjukkan penurunan pendapatan signifikan pada periode 2019–2021 yang dipengaruhi oleh perubahan iklim, ketergantungan pada cuaca, dan lemahnya pengelolaan produksi. Hasil analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS menempatkan industri garam tradisional Solor pada Kuadran I (Strength–Opportunity) dengan nilai IFAS 1,45 dan EFAS 1,54, yang mengindikasikan bahwa kekuatan internal dan peluang eksternal lebih dominan dibandingkan kelemahan dan ancaman. Temuan ini menegaskan bahwa industri garam Solor layak dikembangkan dengan strategi pertumbuhan yang menitikberatkan pada diferensiasi produk, penguatan branding sebagai garam alami dan tradisional, serta peningkatan kualitas produksi secara bertahap melalui dukungan kebijakan dan kolaborasi eksternal.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: Penguatan Kapasitas Produksi Dan Pemasaran Garam Tradisional Di Pulau Solor
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dan strategi usaha produksi garam di Desa Menanga Kecamatan Solor Timur Kabupaten Flores Timur.
Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan penelitian lapang melalui wawancara kepada Kepala Desa, dan Petani Garam Desa Menanga.
Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan penelitian lapang melalui wawancara kepada Kepala Desa, dan Petani Garam Desa Menanga.
Analisis data yang digunakan dalam peneitian ini adalah metode deskriptif analisis, data yang terkumpul disusun, dijelaskan kemudian dianalisis dengan metode SWOT Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi garam tradisional di Desa Menanga, Pulau Solor, masih didominasi oleh metode perebusan air laut melalui penyaringan tanah yang dilakukan secara turun-temurun, dengan pelaku utama adalah perempuan berusia 44–55 tahun dan berpengalaman lebih dari enam tahun.
Produksi ini memiliki kekuatan pada kearifan lokal, pola gotong royong, serta karakter produk garam yang khas dan bernilai budaya, namun menghadapi berbagai keterbatasan seperti teknologi produksi yang sangat sederhana, kualitas garam yang belum terstandarisasi, kemasan yang minim, keterbatasan modal, serta rendahnya regenerasi petani garam.
Secara ekonomi, data menunjukkan penurunan pendapatan signifikan pada periode 2019–2021 yang dipengaruhi oleh perubahan iklim, ketergantungan pada cuaca, dan lemahnya pengelolaan produksi.
Hasil analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS menempatkan industri garam tradisional Solor pada Kuadran I (Strength–Opportunity) dengan nilai IFAS 1,45 dan EFAS 1,54, yang mengindikasikan bahwa kekuatan internal dan peluang eksternal lebih dominan dibandingkan kelemahan dan ancaman.
Temuan ini menegaskan bahwa industri garam Solor layak dikembangkan dengan strategi pertumbuhan yang menitikberatkan pada diferensiasi produk, penguatan branding sebagai garam alami dan tradisional, serta peningkatan kualitas produksi secara bertahap melalui dukungan kebijakan dan kolaborasi eksternal.

Related Results

Strategi Kebijakan Impor Garam Dalam Melindungi Produksi Garam Nasional
Strategi Kebijakan Impor Garam Dalam Melindungi Produksi Garam Nasional
AbstractThis study aims to analyze the salt import policy strategy in protecting national salt production. The method used in this research is research synthesis, in the form of a ...
Pengenalan Teknologi Tunnel untuk Produksi Garam di Desa Panimbangjaya Kabupaten Pandeglang
Pengenalan Teknologi Tunnel untuk Produksi Garam di Desa Panimbangjaya Kabupaten Pandeglang
Salah satu potensi sumber daya perikanan dan kelautan di Selat Sunda yang belum dimanfaatkan dengan optimal adalah produksi garam. Padahal kebutuhan garam di pesisir Selat Sunda kh...
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Produksi Lada Kabupaten Kolaka Timur mengalami peningkatan sebesar 96 ribu ton tahun 2017 menjadi 280 ribu ton tahun 2022. Kondisi ini menggambarkan potensi usahatani lada sangat m...
Peningkatan Keterampilan Masyarakat melalui Diversifikasi Garam menjadi Produk Garam Spa dan Garam Susu di Desa Bulu Cindea
Peningkatan Keterampilan Masyarakat melalui Diversifikasi Garam menjadi Produk Garam Spa dan Garam Susu di Desa Bulu Cindea
Latar Belakang: Desa Bulu Cindea, Kabupaten Pangkep, merupakan salah satu penghasil garam terbesar di Sulawesi Selatan. Namun, masyarakat setempat hanya memproduksi garam mentah de...
PEMINJAMAN UANG SUKU DI LAMAKERA KECAMATAN SOLOR TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR PROVINSI NTT. PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
PEMINJAMAN UANG SUKU DI LAMAKERA KECAMATAN SOLOR TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR PROVINSI NTT. PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
Abstrak Hukum Ribai aitaiu bungai paidai pinjaimain uaing suku yaing aidai di Laimaikerai kecaimaitain solor timur kaibupaiten flores timur provinsi NTT. Dilihait Perspketif hukum...
Rancang Bangun Mesin Pencucian Garam Dua Tingkat Skala Kecil
Rancang Bangun Mesin Pencucian Garam Dua Tingkat Skala Kecil
Kondisi perekonomian petani garam dan kualitas garam rakyat kerap kali membuat petani garam berada di posisi tawar yang lemah, sehingga harga jual garam di tingkat petani rendah. M...
Pendampingan Pengolahan Produk Garam Krosok Menjadi Garam Konsumsi
Pendampingan Pengolahan Produk Garam Krosok Menjadi Garam Konsumsi
Garam krosok adalah garam bahan baku yang berbentuk kristal atau biasa disebut dengan garam bahan baku. Usaha produksi garam krosok masyarakat Desa Gresik Putih Kabupaten Sumenep a...
Pendampingan Pengolahan Produk Garam Krosok Menjadi Garam Konsumsi
Pendampingan Pengolahan Produk Garam Krosok Menjadi Garam Konsumsi
Garam krosok adalah garam bahan baku yang berbentuk kristal atau biasa disebut dengan garam bahan baku. Usaha produksi garam krosok masyarakat Desa Gresik Putih Kabupaten Sumenep a...

Back to Top