Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERTUMBUHAN BIBIT KAWISTA PADA BEBERAPA KOMBINASI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK POSPAT

View through CrossRef
Populasi tanaman kawista saat ini semakin menurun, karena itu diperlukan upaya peningkatan populasi yang diawali dengan pembibitan yang baik. Namun, informasi teknologi pembibitan kawista masih terbatas. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh media tanam dan dosis pupuk pospat terhadap pertumbuhan bibit kawista. Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan rancangan acak lengkap. Faktor pertama kombinasi media tanam, terdiri tiga taraf yaitu tanah: pasir (1:1); tanah: pupuk kandang sapi (1:1); dan tanah: pasir: pupuk kandang sapi (1:1:1). Faktor kedua dosis pospat, terdiri empat dosis yaitu 0 g P2O5 /polibag; 2,5 g P2O5/polibag; 5 g P2O5/polibag;dan (4) 7,5 g P2O5/polibag. Pengamatan dilakukan terhadap pertambahan tinggi bibit, diameter batang, dan jumlah daun majemuk, serta jumlah daun total, bobot segar akar, bobot kering akar, panjang akar primer, bobot kering tajuk, bobot kering total bibit. Data dianalisis dengan Anova dan dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan pupuk kandang sapi pada media tanam meningkatkan pertumbuhan bibit kawista yang ditunjukkan pada pengamatan pertambahan diameter batang, pertambahan jumlah daun majemuk, jumlah daun total, dan bobot segar akar. Meskipun penambahan pupuk kandang sapi tidak nyata meningkatkan bobot kering total bibit, namun bobot kering bibit meningkat 14,14% bila dibandingkan tanpa pupuk kandang sapi. Pemberian pupuk pospat meningkatkan pertumbuhan bibit kawista dibandingkan tanpa pupuk pospat. Dosis pupuk P yang direkomendasikan untuk pembibitan kawista adalah 5 g P2O5/polibag yang secara konsisten memberikan pertambahan tinggi bibit, pertambahan diameter batang, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot kering tajuk, dan bobot kering total lebih tinggi dibandingkan dosis 2,5 dan 7,5 g P2O5/polibag.
Title: PERTUMBUHAN BIBIT KAWISTA PADA BEBERAPA KOMBINASI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK POSPAT
Description:
Populasi tanaman kawista saat ini semakin menurun, karena itu diperlukan upaya peningkatan populasi yang diawali dengan pembibitan yang baik.
Namun, informasi teknologi pembibitan kawista masih terbatas.
Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh media tanam dan dosis pupuk pospat terhadap pertumbuhan bibit kawista.
Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan rancangan acak lengkap.
Faktor pertama kombinasi media tanam, terdiri tiga taraf yaitu tanah: pasir (1:1); tanah: pupuk kandang sapi (1:1); dan tanah: pasir: pupuk kandang sapi (1:1:1).
Faktor kedua dosis pospat, terdiri empat dosis yaitu 0 g P2O5 /polibag; 2,5 g P2O5/polibag; 5 g P2O5/polibag;dan (4) 7,5 g P2O5/polibag.
Pengamatan dilakukan terhadap pertambahan tinggi bibit, diameter batang, dan jumlah daun majemuk, serta jumlah daun total, bobot segar akar, bobot kering akar, panjang akar primer, bobot kering tajuk, bobot kering total bibit.
Data dianalisis dengan Anova dan dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan 5%.
Hasil penelitian menunjukkan penambahan pupuk kandang sapi pada media tanam meningkatkan pertumbuhan bibit kawista yang ditunjukkan pada pengamatan pertambahan diameter batang, pertambahan jumlah daun majemuk, jumlah daun total, dan bobot segar akar.
Meskipun penambahan pupuk kandang sapi tidak nyata meningkatkan bobot kering total bibit, namun bobot kering bibit meningkat 14,14% bila dibandingkan tanpa pupuk kandang sapi.
Pemberian pupuk pospat meningkatkan pertumbuhan bibit kawista dibandingkan tanpa pupuk pospat.
Dosis pupuk P yang direkomendasikan untuk pembibitan kawista adalah 5 g P2O5/polibag yang secara konsisten memberikan pertambahan tinggi bibit, pertambahan diameter batang, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot kering tajuk, dan bobot kering total lebih tinggi dibandingkan dosis 2,5 dan 7,5 g P2O5/polibag.

Related Results

PENGARUH PUPUK Si DAN N, P, K TERHADAP KANDUNGAN Si DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccaharata)
PENGARUH PUPUK Si DAN N, P, K TERHADAP KANDUNGAN Si DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccaharata)
Pertumbuhan dan produksi tanaman dipengaruhi oleh berbagai karakteristik tanah terutama kesuburan tanah yang berkaitan dengan ketersediaan unsur hara. Pengelolaan kesuburanĀ  tanah ...
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra)
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra)
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan, 2) mengetahui pengaruh dosis pupuk nitrogen terhadap pert...
pemberian dosis pupuk kandang kambing dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt)
pemberian dosis pupuk kandang kambing dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt)
Penelitian ini tentang Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Organik Kotoran Kambing Dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) di...
Aplikasi Pupuk Organik Pada Domestikasi Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.)
Aplikasi Pupuk Organik Pada Domestikasi Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenisĀ  dan dosis pupuk organik dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan (Physalis angul...
EFEKTIVITAS PUPUK KANDANG BERBASIS KOMPOS Azolla microphylla DAN PEMAKAIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TOMAT CHERRY
EFEKTIVITAS PUPUK KANDANG BERBASIS KOMPOS Azolla microphylla DAN PEMAKAIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TOMAT CHERRY
Tomat cherry (Lycopersicum esculentum var. ceraciforme) merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang dianggap mempunyai prospek baik dalam pemasarannya. Rasanya yang mani...

Back to Top