Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pakeliran Layar Lebar Inovatif “Bima Tapa Agni”

View through CrossRef
Pakeliran Layar Lebar Inovatif “Bima Tapa Agni” merupakan karya seni layar lebar inovatif yang muncul sebagai wujud karya seni pewayangan eksperimental yang memadukan kerangka cerita pewayang yang mengandung nilai-nilai tradisi dalam konsep garap modern. Konsep karya layar lebar inovatif digunakan untuk mengembangkan seni tradisional pewayangan khususnya gaya Bali yang menonjolkan aspek inovasi pada cerita, dengan memadukan teknologi inovasi yang tertuang dalam bentuk layar lebar. Adapun tahapan metode penciptaan dalam mewujudkan konsep tersebut ialah tahap penjajagan (Eksplorasi), tahap percobaan (Improvisasi), dan tahapan pembentukan (Forming). Karya yang dihasilkan dari konsep tersebut adalah karya seni pewayangan modern yang mengangkat cerita "Bima Tapa Agni". Dalam karya ini, penggarap menggabungkan unusr wujud wayang tradisional Bali dengan teknologi layar lebar yang memperlihatkan latar belakang yang menarik dan teampak realistik. Proses kreatif dalam pembuatan karya ini melibatkan kolaborasi antar beberapa pemain wayang (dalang), musisi, penata suara, dan teknisi layar lebar. Mereka menggunakan berbagai teknik dan pendekatan untuk menghasilkan visual yang sesuai dengan tema cerita yang diangkat. Para dalang juga menggabungkan unsur-unsur modern, seperti penggunaan media elektronik dalam memunculkan screen latar kekinian pada media layar lebar dan teknik bermain wayang yang tidak biasa, dengan unsur-unsur tradisional pewayang gaya Bali, dalam menciptakan sebuah karya yang unik dan menarik. Secara keseluruhan, karya ini menceritakan tentang perjalanan lanjutan dari kisah Bima Nawa Ruci, di mana Bima melakukan tapa brata dengan alasan untuk mencari jatidirinya yang dilakukan di Gunung Pastika dengan sarana api.
Title: Pakeliran Layar Lebar Inovatif “Bima Tapa Agni”
Description:
Pakeliran Layar Lebar Inovatif “Bima Tapa Agni” merupakan karya seni layar lebar inovatif yang muncul sebagai wujud karya seni pewayangan eksperimental yang memadukan kerangka cerita pewayang yang mengandung nilai-nilai tradisi dalam konsep garap modern.
Konsep karya layar lebar inovatif digunakan untuk mengembangkan seni tradisional pewayangan khususnya gaya Bali yang menonjolkan aspek inovasi pada cerita, dengan memadukan teknologi inovasi yang tertuang dalam bentuk layar lebar.
Adapun tahapan metode penciptaan dalam mewujudkan konsep tersebut ialah tahap penjajagan (Eksplorasi), tahap percobaan (Improvisasi), dan tahapan pembentukan (Forming).
Karya yang dihasilkan dari konsep tersebut adalah karya seni pewayangan modern yang mengangkat cerita "Bima Tapa Agni".
Dalam karya ini, penggarap menggabungkan unusr wujud wayang tradisional Bali dengan teknologi layar lebar yang memperlihatkan latar belakang yang menarik dan teampak realistik.
Proses kreatif dalam pembuatan karya ini melibatkan kolaborasi antar beberapa pemain wayang (dalang), musisi, penata suara, dan teknisi layar lebar.
Mereka menggunakan berbagai teknik dan pendekatan untuk menghasilkan visual yang sesuai dengan tema cerita yang diangkat.
Para dalang juga menggabungkan unsur-unsur modern, seperti penggunaan media elektronik dalam memunculkan screen latar kekinian pada media layar lebar dan teknik bermain wayang yang tidak biasa, dengan unsur-unsur tradisional pewayang gaya Bali, dalam menciptakan sebuah karya yang unik dan menarik.
Secara keseluruhan, karya ini menceritakan tentang perjalanan lanjutan dari kisah Bima Nawa Ruci, di mana Bima melakukan tapa brata dengan alasan untuk mencari jatidirinya yang dilakukan di Gunung Pastika dengan sarana api.
.

Related Results

Aggressive Behaviour Based on the Types of Agni Bala Among Young Adults
Aggressive Behaviour Based on the Types of Agni Bala Among Young Adults
Agni is one of the main concepts that are dealt in Ayurveda. Agni is responsible for the digestion and metabolism of the ingested food. The types of Agni included are Visama agni, ...
Karawitan Pakeliran Gaya Kedu Bagelen
Karawitan Pakeliran Gaya Kedu Bagelen
Karawitan pakeliran gaya Kedu Bagelen merupakan salah satu gaya Kedu yang berkembang di wilayahPurworejo. Fungsi karawitan tertuang dalam sajian-sajian gending yang disesuaikan den...
Analisis Pengaruh Sail dan Rigging Terhadap Stabilitas Stabilitas Kapal Layar
Analisis Pengaruh Sail dan Rigging Terhadap Stabilitas Stabilitas Kapal Layar
Kapal layar merupakan jenis kapal dengan penggerak utama berupa layar yang memanfaatkan hembusan angin untuk menghasilkan gaya dorong sehingga mampu melaju sesuai dengan kecepatan ...
Concept of Agni and its Importance in Ayurveda: A Review
Concept of Agni and its Importance in Ayurveda: A Review
The Ayurvedic concept of Agni or fire is critically important to our overall health. Agni is the force of intelligence within each cell, each tissue, and every system within the bo...
FUNGSI TAPA PEPE DALAM TRADISI HINDU JAWA
FUNGSI TAPA PEPE DALAM TRADISI HINDU JAWA
Tapa Pepe merupakan sebuah metode penyatuan antara Atman dengan Brahman melalui metode meditasi dengan memusatkan kepada sumber matahari. Tapa Pepe memfokuskan konsentrasinya pada ...
CONCEPT OF AGNI - A CLINICAL APPROACH
CONCEPT OF AGNI - A CLINICAL APPROACH
Agni comprehends the various factors which participate in and direct the course of digestion and metabolism in a living organism. Vitiated Agni is the root cause for the disease ma...
Keterpaduan Garap Pakeliran dalam Adegan Sekel Galih Wayang Jekdong Lakon Rabine Srigati
Keterpaduan Garap Pakeliran dalam Adegan Sekel Galih Wayang Jekdong Lakon Rabine Srigati
Wayang jekdong merupakan bentuk idiom yang merujuk pada praktik pedalangan dengan nuansa budaya Jawa Timur. Komunitas penikmat wayang kulit Jawa Timuran, beranggapan jika jekdong a...

Back to Top