Javascript must be enabled to continue!
PERBEDAAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN REMAJA DI KOTA YOGYAKARTA SAAT HARI SEKOLAH DAN HARI LIBUR
View through CrossRef
Latar belakang: Perubahan aktivitas keseharian seperti tidak bekerja dan tidak sekolah saat hari libur berdampak pada perubahan pola konsumsi. Banyak literatur menyebutkan kualitas konsumsi saat hari libur lebih rendah dibandingkan hari sekolah, ditandai dengan asupan lemak lebih tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan keragaman konsumsi pangan antara hari sekolah dan hari libur. Metode : Penelitian ini dilakukan pada 61 siswa di 2 SMP dan SMA di Kota Yogyakarta. Data keragaman diperoleh dari wawancara konsumsi pangan dengan metode food recall 2x24 jam yang dilaksanakan pada 1 hari sekolah dan 1 hari libur. Keragaman dinilai dengan mengelompokkan pangan menjadi 9 kelompok berdasarkan panduan dari FAO (2010) tentang penilaian individual dietary diversity score (IDDS). Hasil: Lebih dari 50% responden tidak mengonsumsi buah dan sayur jenis apapun baik pada hari sekolah maupun hari libur. Kelompok bahan pangan sayuran hijau; buah dan sayur kaya vitamin A; daging, ayam dan ikan; dan olahan susu lebih banyak dikonsumsi pada hari sekolah dan berbeda signifikan jika dibandingkan dengan hari libur (p<0,05). Sementara itu, kelompok bahan pangan yang lain tidak berbeda signifikan (p>0,05). Keragaman konsumsi pangan juga lebih baik saat hari sekolah dibandingkan hari libur (p<0,05). Kesimpulan: Keragaman konsumsi pangan lebih baik saat hari sekolah dibandingkan hari libur. Perlu adanya upaya yang focus pada perubahan perilaku konsumsi pangan saat hari libur.
Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Respati Yogyakarta
Title: PERBEDAAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN REMAJA DI KOTA YOGYAKARTA SAAT HARI SEKOLAH DAN HARI LIBUR
Description:
Latar belakang: Perubahan aktivitas keseharian seperti tidak bekerja dan tidak sekolah saat hari libur berdampak pada perubahan pola konsumsi.
Banyak literatur menyebutkan kualitas konsumsi saat hari libur lebih rendah dibandingkan hari sekolah, ditandai dengan asupan lemak lebih tinggi.
Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan keragaman konsumsi pangan antara hari sekolah dan hari libur.
Metode : Penelitian ini dilakukan pada 61 siswa di 2 SMP dan SMA di Kota Yogyakarta.
Data keragaman diperoleh dari wawancara konsumsi pangan dengan metode food recall 2x24 jam yang dilaksanakan pada 1 hari sekolah dan 1 hari libur.
Keragaman dinilai dengan mengelompokkan pangan menjadi 9 kelompok berdasarkan panduan dari FAO (2010) tentang penilaian individual dietary diversity score (IDDS).
Hasil: Lebih dari 50% responden tidak mengonsumsi buah dan sayur jenis apapun baik pada hari sekolah maupun hari libur.
Kelompok bahan pangan sayuran hijau; buah dan sayur kaya vitamin A; daging, ayam dan ikan; dan olahan susu lebih banyak dikonsumsi pada hari sekolah dan berbeda signifikan jika dibandingkan dengan hari libur (p<0,05).
Sementara itu, kelompok bahan pangan yang lain tidak berbeda signifikan (p>0,05).
Keragaman konsumsi pangan juga lebih baik saat hari sekolah dibandingkan hari libur (p<0,05).
Kesimpulan: Keragaman konsumsi pangan lebih baik saat hari sekolah dibandingkan hari libur.
Perlu adanya upaya yang focus pada perubahan perilaku konsumsi pangan saat hari libur.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN
DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN
Diversifikasi konsumsi pangan akan memberikan manfaat yang besar, apabila mampu menggali dan mengembangkan potensi sumber-sumber pangan lokal. Namun diversifikasi pangan pokok atau...
Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis capaian diversifikasi konsumsi pangan dan menyusun strategi pengembangan diversifikasi pangan berbasis pangan lokal. Data yang digunakan ad...
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL PANGAN (KPM BANSOS PANGAN) DI KABUPATEN BATANG HARI
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL PANGAN (KPM BANSOS PANGAN) DI KABUPATEN BATANG HARI
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan keluarga penerima manfaat bantuan sosial pangan di Kabupaten Batang Hari, dan untuk mengetahui ting...
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
I. Pendahuluan 1. Stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan aspek penting untuk mencapai ketahanan pangan. Salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan ...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...
Keragaman Jenis Fast Food Sebagai Indikator Konsumsi Fast Food Remaja: <i>Cross Sectional Study</i>
Keragaman Jenis Fast Food Sebagai Indikator Konsumsi Fast Food Remaja: <i>Cross Sectional Study</i>
Konsumsi fast food pada remaja meningkat seiring perubahan lingkungan pangan, kemudahan akses, dan paparan pemasaran makanan tidak sehat. Secara global, pola konsumsi makanan tidak...

