Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH VIDEO ANIMASI TENTANG BAHAYA MEROKOK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA

View through CrossRef
Rokok menyebabkan gangguan pada pertumbuhan serta perkembangan paru pada anak-anak dan remaja yang dapat menimbulkan masalah kesehatan kronis saat mereka beranjak dewasa. Peningkatan prevalensi merokok pada remaja dipengaruhi karena mudah terpengaruh oleh lingkungan. Beberapa motivasi yang melatar belakangi merokok adalah untuk mendapat pengakuan (antisipatory beliefs) untuk menghilangkan kekecewaan (reliefing beliefs) dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma (permission beliefs/positive). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh angka kejadian merokok yang meningkat di Indonesia. Angka kejadian merokok di wilayah kerja UPT Puskesmas Jayamekar cukup tinggi 39,80%, dalam data  Puskesmas Jaya Mekar tahun 2020. Angka kejadian merokok terbanyak  pada remaja 15- 18 tahun dengan persentasi perokok pria 57,8% dan perempuan 6,4%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap mengenai bahaya merokok pada remaja di SMAN 2 Padalarang Kabupaten Bandung Barat tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design untuk mengukur pengaruh media video animasi tentang bahaya merokok terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMAN 2 Padalarang. Data dalam penelitian ini hasil dari  kuesioner Pretest Posttest yang dibagikan kepada responden. Subjek penelitian ini adalah 97 siswa kelas XI di SMAN 2 Padalarang yang merokok. Data pengetahuan dan sikap diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan dan sikap melalui edukasi video animasi meningkat  dilihat dari kategori nilai baik pada pengetahuan hanya 92 orang (94,9%) menjadi 96 orang (98,97%), sedangkan sikap hanya 19 orang (19,58%) menjadi 25 orang (25,8%). Berdasarkan uji analisis yang dilakukan adanya nilai yang signifikan terhadap pengetahuan sebesar 0,018 dan sikap sebesar 0,002 yang berarti < 0,05 maka hipotesis diterima. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh yang signifikan pemberian edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putra kelas XI di SMAN 2 Padalarang Kabupaten Bandung Barat.
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung
Title: PENGARUH VIDEO ANIMASI TENTANG BAHAYA MEROKOK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA
Description:
Rokok menyebabkan gangguan pada pertumbuhan serta perkembangan paru pada anak-anak dan remaja yang dapat menimbulkan masalah kesehatan kronis saat mereka beranjak dewasa.
 Peningkatan prevalensi merokok pada remaja dipengaruhi karena mudah terpengaruh oleh lingkungan.
Beberapa motivasi yang melatar belakangi merokok adalah untuk mendapat pengakuan (antisipatory beliefs) untuk menghilangkan kekecewaan (reliefing beliefs) dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma (permission beliefs/positive).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh angka kejadian merokok yang meningkat di Indonesia.
Angka kejadian merokok di wilayah kerja UPT Puskesmas Jayamekar cukup tinggi 39,80%, dalam data  Puskesmas Jaya Mekar tahun 2020.
Angka kejadian merokok terbanyak  pada remaja 15- 18 tahun dengan persentasi perokok pria 57,8% dan perempuan 6,4%.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap mengenai bahaya merokok pada remaja di SMAN 2 Padalarang Kabupaten Bandung Barat tahun 2021.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design untuk mengukur pengaruh media video animasi tentang bahaya merokok terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMAN 2 Padalarang.
Data dalam penelitian ini hasil dari  kuesioner Pretest Posttest yang dibagikan kepada responden.
Subjek penelitian ini adalah 97 siswa kelas XI di SMAN 2 Padalarang yang merokok.
Data pengetahuan dan sikap diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Test.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan dan sikap melalui edukasi video animasi meningkat  dilihat dari kategori nilai baik pada pengetahuan hanya 92 orang (94,9%) menjadi 96 orang (98,97%), sedangkan sikap hanya 19 orang (19,58%) menjadi 25 orang (25,8%).
Berdasarkan uji analisis yang dilakukan adanya nilai yang signifikan terhadap pengetahuan sebesar 0,018 dan sikap sebesar 0,002 yang berarti < 0,05 maka hipotesis diterima.
Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh yang signifikan pemberian edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putra kelas XI di SMAN 2 Padalarang Kabupaten Bandung Barat.

Related Results

Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Pemahaman Remaja Putra Tentang Bahaya Merokok Di SMK Akbar Pekanbaru
Pemahaman Remaja Putra Tentang Bahaya Merokok Di SMK Akbar Pekanbaru
Menurut badan kesehatan dunia WHO (2020), pada tahun 2013 prevalensi merokok pada remaja usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2% menjadi 9,1%. Kemudian pada tahun 2018, prevalensi mer...
EDUKASI BAHAYA MEROKOK DI SD NEGERI PELEM 2 DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI
EDUKASI BAHAYA MEROKOK DI SD NEGERI PELEM 2 DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI
Abstrak Merokok merupakan salah satu perilaku yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan, terutama pada anak-anak dan remaja yang masih berada dalam tahap pertumbuhan. Masalah mer...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...
Upaya Peningkatan Pengetahuan tentang Bahaya Merokok pada Siswa SDIT Permata Bunda Mranggen, Demak
Upaya Peningkatan Pengetahuan tentang Bahaya Merokok pada Siswa SDIT Permata Bunda Mranggen, Demak
Jumlah perokok laki-laki di Demak, usia 15-24 tahun sebesar 18,8%, 25-34 tahun sejumlah 33,3%, dan 35-44 tahun sebesar 26,77%. Perilaku merokok, tidak terjadi secara tiba-tiba, aka...
Pemahaman Peer Group Sebagai Kader Kesehatan dalam Mengantisipasi Perilaku Remaja Merokok di Desa Bijiruyung Sempor Kebumen
Pemahaman Peer Group Sebagai Kader Kesehatan dalam Mengantisipasi Perilaku Remaja Merokok di Desa Bijiruyung Sempor Kebumen
ABSTRAK Hasil Rakerda 2013 menunjukkan hasil bahwa remaja merokok usia 15-19 tahun.Peer group sebagai kader kesehatan remaja bisa menjadi model bimbingan  teman sebaya untuk menge...
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
Animasi berjudul Bul adalah karya animasi terbaik kategori film animasi 2 Dimensi dalam lomba Animafest Film Animasi di MNCTV. Animasi ini diproduksi oleh salah satu studio animasi...

Back to Top