Javascript must be enabled to continue!
Pemahaman Remaja Putra Tentang Bahaya Merokok Di SMK Akbar Pekanbaru
View through CrossRef
Menurut badan kesehatan dunia WHO (2020), pada tahun 2013 prevalensi merokok pada remaja usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2% menjadi 9,1%. Kemudian pada tahun 2018, prevalensi merokok terjadi peningkatkan sebesar 20%. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok aktif terbanyak ketiga di dunia setelah China dan India (Kemenkes, 2020). Selain prevalensi merokok meningkat, usia perokok pemula pun semakin lama semakin usia muda, hampir 80% perokok mulai merokok ketika usianya belum mencapai 19 tahun dan berdasarkan jenis kelamin prevalensi perokok 16 kali lebih tinggi pada laki-laki (65,8%) dibandingkan perempuan (4,2%). (Riskesdas, 2013). Merokok berdampak buruk pada kesehatan dengan penyakit seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kehilangan sensitivitas indra, batuk, dan kanker paru-paru. Prevalensi merokok remaja meningkat di Indonesia, terutama di provinsi Lampung, NTB, Bengkulu, dan Jawa Barat dan Riau. Berdasarkan obeservasi awal yang dilakukan oleh peneliti di SMK Akbar Pekanbaru Tahun 2023, banyak ditemukan banyak remaja putra yang merokok diluar lingkungan sekolah seperti warung dan parkiran. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putra terhadap bahaya merokok Di SMK Akbar Pekanbaru tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan rancangan deskriptif, populasi penelitian sebanyak 166 responden dan sampel 62 responden dengan mengunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 10 pernyataan tentang pengetahaun bahaya merokok. Adapun skala yang digunakan ordinal dengan kategori baik/cukup/kurang. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan SPSS secara univariat. Adapun hasil penelitian distribusi frekuensi didapatkan yaitu pengetahuan baik sebanyak 12 orang (19,4%), cukup sebanyak 40 orang (64,5%) dan kurang sebanyak 10 orang (16,1%). Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan tingkat pengetahuan remaja terhadap bahaya merokok mayoritas berpengetahuan cukup (64,5%), hal ini karena remaja putra hanya sekedar mengetahui apa itu bahaya merokok tetapi tidak terlalu memahami apa sebenarnya rokok tersebut, apa saja kandungannya, dan mengapa dapat berbahaya bagi kesehatan, Diharapkan pihak sekolah dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan dan Babinkhatibmas dalam pelayanan promotif dan preventif terhadap bahaya merokok bagi remaja.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center
Title: Pemahaman Remaja Putra Tentang Bahaya Merokok Di SMK Akbar Pekanbaru
Description:
Menurut badan kesehatan dunia WHO (2020), pada tahun 2013 prevalensi merokok pada remaja usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2% menjadi 9,1%.
Kemudian pada tahun 2018, prevalensi merokok terjadi peningkatkan sebesar 20%.
Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok aktif terbanyak ketiga di dunia setelah China dan India (Kemenkes, 2020).
Selain prevalensi merokok meningkat, usia perokok pemula pun semakin lama semakin usia muda, hampir 80% perokok mulai merokok ketika usianya belum mencapai 19 tahun dan berdasarkan jenis kelamin prevalensi perokok 16 kali lebih tinggi pada laki-laki (65,8%) dibandingkan perempuan (4,2%).
(Riskesdas, 2013).
Merokok berdampak buruk pada kesehatan dengan penyakit seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kehilangan sensitivitas indra, batuk, dan kanker paru-paru.
Prevalensi merokok remaja meningkat di Indonesia, terutama di provinsi Lampung, NTB, Bengkulu, dan Jawa Barat dan Riau.
Berdasarkan obeservasi awal yang dilakukan oleh peneliti di SMK Akbar Pekanbaru Tahun 2023, banyak ditemukan banyak remaja putra yang merokok diluar lingkungan sekolah seperti warung dan parkiran.
Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putra terhadap bahaya merokok Di SMK Akbar Pekanbaru tahun 2023.
Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan rancangan deskriptif, populasi penelitian sebanyak 166 responden dan sampel 62 responden dengan mengunakan teknik accidental sampling.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 10 pernyataan tentang pengetahaun bahaya merokok.
Adapun skala yang digunakan ordinal dengan kategori baik/cukup/kurang.
Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan SPSS secara univariat.
Adapun hasil penelitian distribusi frekuensi didapatkan yaitu pengetahuan baik sebanyak 12 orang (19,4%), cukup sebanyak 40 orang (64,5%) dan kurang sebanyak 10 orang (16,1%).
Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan tingkat pengetahuan remaja terhadap bahaya merokok mayoritas berpengetahuan cukup (64,5%), hal ini karena remaja putra hanya sekedar mengetahui apa itu bahaya merokok tetapi tidak terlalu memahami apa sebenarnya rokok tersebut, apa saja kandungannya, dan mengapa dapat berbahaya bagi kesehatan, Diharapkan pihak sekolah dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan dan Babinkhatibmas dalam pelayanan promotif dan preventif terhadap bahaya merokok bagi remaja.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Pemahaman Peer Group Sebagai Kader Kesehatan dalam Mengantisipasi Perilaku Remaja Merokok di Desa Bijiruyung Sempor Kebumen
Pemahaman Peer Group Sebagai Kader Kesehatan dalam Mengantisipasi Perilaku Remaja Merokok di Desa Bijiruyung Sempor Kebumen
ABSTRAK
Hasil Rakerda 2013 menunjukkan hasil bahwa remaja merokok usia 15-19 tahun.Peer group sebagai kader kesehatan remaja bisa menjadi model bimbingan teman sebaya untuk menge...
EDUKASI BAHAYA MEROKOK DI SD NEGERI PELEM 2 DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI
EDUKASI BAHAYA MEROKOK DI SD NEGERI PELEM 2 DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI
Abstrak
Merokok merupakan salah satu perilaku yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan, terutama pada anak-anak dan remaja yang masih berada dalam tahap pertumbuhan. Masalah mer...
Upaya Peningkatan Pengetahuan tentang Bahaya Merokok pada Siswa SDIT Permata Bunda Mranggen, Demak
Upaya Peningkatan Pengetahuan tentang Bahaya Merokok pada Siswa SDIT Permata Bunda Mranggen, Demak
Jumlah perokok laki-laki di Demak, usia 15-24 tahun sebesar 18,8%, 25-34 tahun sejumlah 33,3%, dan 35-44 tahun sebesar 26,77%. Perilaku merokok, tidak terjadi secara tiba-tiba, aka...
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
Merokok dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti gangguan paru-paru, kanker, impotensi, gangguan reproduksi, stroke, serta gangguan kehamilan dan janin. Perilaku merokok merup...
Aplikasi Deteksi Pelanggaran Merokok di Tempat Larangan Merokok
Aplikasi Deteksi Pelanggaran Merokok di Tempat Larangan Merokok
Merokok merupakan kebiasaan yang umum dilakukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meskipun masyarakat sudah menyadari bahaya merokok, perilaku merokok tetap menjadi bagian da...
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA DI SMK NASIONAL DAWAR BLANDONG MOJOKERTO
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA DI SMK NASIONAL DAWAR BLANDONG MOJOKERTO
Merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Pada saat sekarang ini, kebiasaan merokok tidak hanya menjadi masalah pada orang dewasa, namun juga semakin marak pa...
Penyuluhan Bahaya Merokok Dan Dampak Merokok Bagi Kesehatan Di MTS Annajah Kota Pekanbaru
Penyuluhan Bahaya Merokok Dan Dampak Merokok Bagi Kesehatan Di MTS Annajah Kota Pekanbaru
perilaku merokok dapat dilihat dari aspek yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan. Pada umumnya remaja perokok tidak menyadari bahaya kecanduan tembakau. Banyak faktor yang mempengar...

