Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS VARIASI SPASIAL KONSENTRASI SULFAT DI SUNGAI BATANG ARAU, PADANG, SUMATERA BARAT
View through CrossRef
This study aimed to obtain a more comprehensive analysis of sulfate concentration of in Sungai Batang Arau, Padang. In addition to concentration profile of sulfate, correlation analysis between sulfate and environmental parameters (flowrate-Q, temperature-T, pH, DO and electrical Conductivity-EC) and spatial variation analysis of sulfate along the river were also performed. The analysis showed sulfate concentration tended to increase from upstream to downstream. Sulfate concentrations ranged from 25.9 to 115.1 mg / L and were below the quality standard (400 mg / L). Spearman Rank Correlation analysis showed a relative strong correlation of sulfate and significant with Q (r=0.581, p=0.000), T (r=0.448, p=0.008), and DHL (r=0.411, p=0.008) and no correlation with pH (r=-0.194, p=0.231) and DO (r=-0.279, p=0.081). Result of spatial analysis with a one-way ANOVA at 95% confidence level indicated that there was no a significant variability of sulfate concentration at the sampling stations (p> 0.05) except for S1 with S7 and S8. Moreover, cluster analysis grouped 8 sampling stations into two clusters, low and moderate polluted, based on similarities of sulfate characteristics. Keywords: Batang Arau, sulfate, correlation analysis, spatial variation analysisABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang konsentrasi sulfat dan parameter lingkungan (debit, Q; pH, temperatur, T; dissolved oxygen, DO; dan daya hantar listrik, DHL) di Sungai Batang Arau, Padang. Selain menyajikan profil konsentrasi dan membandingkannya dengan baku mutu pada Peraturan Gubernur Sumatera Barat No. 5 Tahun 2008, analisis korelasi antar parameter dan variasi spasial konsentrasi sulfat di sepanjang sungai juga dilakukan. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi sulfat cenderung meningkat dari hulu ke hilir sungai begitu juga dengan parameter lingkungan. Nilai konsentrasi sulfat secara rata-rata berada pada rentang 25,9-115,1 mg/L dan berada di bawah baku mutu (400 mg/L). Analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa parameter sulfat berkorelasi cukup kuat dan signifikan dengan Q (r=0,581, p=0,000), T (r=0,448, p=0,008), dan DHL (r=0,411, p=0,008) dan tidak berkorelasi dengan pH (r=-0,194, p=0,231) dan DO (r=-0,279, p=0,081). Analisis spasial dengan one-way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan perbedaan lokasi sampling tidak mengakibatkan perbedaan konsentrasi sulfat yang signifikan (p>0,05), kecuali antara titik S1 dengan S7 dan S8. Lebih lanjut, analisis spasial dengan menggunakan analisis klaster mengelompokkan titik sampling ke dalam dua klaster, yaitu klaster 1 yang terdiri dari titik S1 sampai titik S7 dan klaster 2 (S8) yang menggambarkan perubahan konsentrasi pencemar sulfat dari konsentrasi rendah ke konsentrasi sedang.Kata kunci: Batang Arau, sulfat, analisis korelasi, analisis variasi spasial
Title: ANALISIS VARIASI SPASIAL KONSENTRASI SULFAT DI SUNGAI BATANG ARAU, PADANG, SUMATERA BARAT
Description:
This study aimed to obtain a more comprehensive analysis of sulfate concentration of in Sungai Batang Arau, Padang.
In addition to concentration profile of sulfate, correlation analysis between sulfate and environmental parameters (flowrate-Q, temperature-T, pH, DO and electrical Conductivity-EC) and spatial variation analysis of sulfate along the river were also performed.
The analysis showed sulfate concentration tended to increase from upstream to downstream.
Sulfate concentrations ranged from 25.
9 to 115.
1 mg / L and were below the quality standard (400 mg / L).
Spearman Rank Correlation analysis showed a relative strong correlation of sulfate and significant with Q (r=0.
581, p=0.
000), T (r=0.
448, p=0.
008), and DHL (r=0.
411, p=0.
008) and no correlation with pH (r=-0.
194, p=0.
231) and DO (r=-0.
279, p=0.
081).
Result of spatial analysis with a one-way ANOVA at 95% confidence level indicated that there was no a significant variability of sulfate concentration at the sampling stations (p> 0.
05) except for S1 with S7 and S8.
Moreover, cluster analysis grouped 8 sampling stations into two clusters, low and moderate polluted, based on similarities of sulfate characteristics.
Keywords: Batang Arau, sulfate, correlation analysis, spatial variation analysisABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang konsentrasi sulfat dan parameter lingkungan (debit, Q; pH, temperatur, T; dissolved oxygen, DO; dan daya hantar listrik, DHL) di Sungai Batang Arau, Padang.
Selain menyajikan profil konsentrasi dan membandingkannya dengan baku mutu pada Peraturan Gubernur Sumatera Barat No.
5 Tahun 2008, analisis korelasi antar parameter dan variasi spasial konsentrasi sulfat di sepanjang sungai juga dilakukan.
Hasil analisis menunjukkan konsentrasi sulfat cenderung meningkat dari hulu ke hilir sungai begitu juga dengan parameter lingkungan.
Nilai konsentrasi sulfat secara rata-rata berada pada rentang 25,9-115,1 mg/L dan berada di bawah baku mutu (400 mg/L).
Analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa parameter sulfat berkorelasi cukup kuat dan signifikan dengan Q (r=0,581, p=0,000), T (r=0,448, p=0,008), dan DHL (r=0,411, p=0,008) dan tidak berkorelasi dengan pH (r=-0,194, p=0,231) dan DO (r=-0,279, p=0,081).
Analisis spasial dengan one-way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan perbedaan lokasi sampling tidak mengakibatkan perbedaan konsentrasi sulfat yang signifikan (p>0,05), kecuali antara titik S1 dengan S7 dan S8.
Lebih lanjut, analisis spasial dengan menggunakan analisis klaster mengelompokkan titik sampling ke dalam dua klaster, yaitu klaster 1 yang terdiri dari titik S1 sampai titik S7 dan klaster 2 (S8) yang menggambarkan perubahan konsentrasi pencemar sulfat dari konsentrasi rendah ke konsentrasi sedang.
Kata kunci: Batang Arau, sulfat, analisis korelasi, analisis variasi spasial.
Related Results
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL BATANG BIDARA LAUT (Strychnos ligustrina) TERHADAP BAKTERI PATOGEN
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL BATANG BIDARA LAUT (Strychnos ligustrina) TERHADAP BAKTERI PATOGEN
Abstract : Strychnos ligustrina stem has been empirically used by the people of West Nusa Tenggara and Bali in the treatment of malaria, tooth ache and diarrhea, but there is no sc...
Analisis Daya Tampung Beban Pencemar di Sungai Batang Tembesi Kabupaten Sarolangun Parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Dissolved Oxygen (DO) Menggunakan Pemodelan Qual2Kw
Analisis Daya Tampung Beban Pencemar di Sungai Batang Tembesi Kabupaten Sarolangun Parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Dissolved Oxygen (DO) Menggunakan Pemodelan Qual2Kw
Sungai Batang Tembesi merupakan salah satu sungai yang terletak di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Sungai ini berhulu di Kecamatan Pauh dan bermuara di Sungai Batang Hari, de...
Sumatera Barat pasca PRRI: Mambangkik Batang Tarandam di Masa Pemerintahan Gubernur Azwar Anas tahun 1977-1988
Sumatera Barat pasca PRRI: Mambangkik Batang Tarandam di Masa Pemerintahan Gubernur Azwar Anas tahun 1977-1988
Strategi Azwar Anas (1977-1988) dalam memimpin dan membangun daerah Provinsi Sumatera Barat di Era Orde Baru. Sentral permasalahnya adalah program Azwar Anas dalam membangu...
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik edible film berbahan dasar pektin kulit pisang kepok terhadap pengaruh variasi konsentrasi sorbitol. Prosedur penelit...
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Kayu sering digunakan sebagai batang tekan pada kuda-kuda dan kolom. Untuk mendukung bebanbesar dibutuhkan dimensi batang tekan tunggal cukup besar. Batang tekan tunggal dapat diga...

