Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TRAIT PERSONALITY DALAM MENENTUKAN LEVEL KESEHATAN MENTAL ANAK AKIBAT DARI PEREMPUAN KEPALA KELUARGA: PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran trait personality pada kesehatan mental anak akibat dampak dari peran perempuan sebagai kepala keluarga, karena hal ini dianggap penting sebagai da’i perlu mengetahui kondisi mental anak sebagai objek yang diIslami (mad’u) untuk transformasi perubahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan metode analisis statistik dalam penelitian analisis jalur dengan menggunakan software Mplus versi 8.0. Penelitian ini melibatkan tiga puluh empat anak dengan mengeksplore pengalamannya di tahun pertama sampai tahun ketiga sebagai anak perempuan kepala rumah tangga. Pesertanya adalah anak berusia antara 12-18 tahun, dengan 55% perempuan dan 45% laki-laki. Di antara peserta, 76,5% adalah pelajar, sedangkan 23,5% tidak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tahun pertama adalah tahun terberat mental anak tanpa kehadiran ayah, mereka mengalami kecemasan dan depresi 66%, gangguan komunikasi 20% dan gangguan perkembangan pervasive 12%. Trait kepribadian anak yang menjadi penentu di tahun pertama kondisi mental anak berupa fisik, kognitif, perkembangan sosial, hingga perkembangan emosional pada anak-anak dampak dari perempuan sebagai kepala keluarga. 2) Tahun kedua gangguan mental cenderung tidak menurun, dan hubungan pertemanan menjadi faktor terpenting dalam mempengaruhi emosi mental anak dan mempengaruhi kepuasan batinnya, sehingga melalui peran da’i. sebagai aktor sosial dan kelas sosial juga memengaruhi psikologi dan perkembangan anak. Masalah ini dapat memengaruhi tingkat pendidikan anak, uang yang dimiliki, tempat tinggal yang akhirnya menjadi penentu. 3) Tahun ketiga kesehatan mental anak cenderung menurun tapi tidak signifikan yang merupakan hasil dari 2 tahun sebelumnya. Jika dua tahun sebelumnya cenderung kurang baik, maka mental anak mudah untuk terganggu. Begitupun sebaliknya. Pendekatan psikologi Islam yang dilakukan da’i mengintegrasikan prinsip-prinsip keagamaan dengan ilmu psikologi sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dalam membantu anak mengembangkan potensi dirinya meskipun sebagai anak perempuan kepala keluarga. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya peran da’i sebagai mediator dalam mengatasi permasalahan dan menekan emosi negatif sehingga meminimalsiri gannguan mental anak dampak dari perempuan sebagai kepala keluarga.  
Title: TRAIT PERSONALITY DALAM MENENTUKAN LEVEL KESEHATAN MENTAL ANAK AKIBAT DARI PEREMPUAN KEPALA KELUARGA: PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran trait personality pada kesehatan mental anak akibat dampak dari peran perempuan sebagai kepala keluarga, karena hal ini dianggap penting sebagai da’i perlu mengetahui kondisi mental anak sebagai objek yang diIslami (mad’u) untuk transformasi perubahan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan metode analisis statistik dalam penelitian analisis jalur dengan menggunakan software Mplus versi 8.
Penelitian ini melibatkan tiga puluh empat anak dengan mengeksplore pengalamannya di tahun pertama sampai tahun ketiga sebagai anak perempuan kepala rumah tangga.
Pesertanya adalah anak berusia antara 12-18 tahun, dengan 55% perempuan dan 45% laki-laki.
Di antara peserta, 76,5% adalah pelajar, sedangkan 23,5% tidak sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tahun pertama adalah tahun terberat mental anak tanpa kehadiran ayah, mereka mengalami kecemasan dan depresi 66%, gangguan komunikasi 20% dan gangguan perkembangan pervasive 12%.
Trait kepribadian anak yang menjadi penentu di tahun pertama kondisi mental anak berupa fisik, kognitif, perkembangan sosial, hingga perkembangan emosional pada anak-anak dampak dari perempuan sebagai kepala keluarga.
2) Tahun kedua gangguan mental cenderung tidak menurun, dan hubungan pertemanan menjadi faktor terpenting dalam mempengaruhi emosi mental anak dan mempengaruhi kepuasan batinnya, sehingga melalui peran da’i.
sebagai aktor sosial dan kelas sosial juga memengaruhi psikologi dan perkembangan anak.
Masalah ini dapat memengaruhi tingkat pendidikan anak, uang yang dimiliki, tempat tinggal yang akhirnya menjadi penentu.
3) Tahun ketiga kesehatan mental anak cenderung menurun tapi tidak signifikan yang merupakan hasil dari 2 tahun sebelumnya.
Jika dua tahun sebelumnya cenderung kurang baik, maka mental anak mudah untuk terganggu.
Begitupun sebaliknya.
Pendekatan psikologi Islam yang dilakukan da’i mengintegrasikan prinsip-prinsip keagamaan dengan ilmu psikologi sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dalam membantu anak mengembangkan potensi dirinya meskipun sebagai anak perempuan kepala keluarga.
Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya peran da’i sebagai mediator dalam mengatasi permasalahan dan menekan emosi negatif sehingga meminimalsiri gannguan mental anak dampak dari perempuan sebagai kepala keluarga.
 .

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
Catatan Editor: Mengembangkan penelitian tentang tingkah laku prososial dan altruisme
Catatan Editor: Mengembangkan penelitian tentang tingkah laku prososial dan altruisme
Selama masa pandemi COVID-19, tak jarang kita menyaksikan tampilnya karakteristik suka menolong pada manusia. Dalam komunitas luring mau-pun daring, berbagai aktivitas memberikan b...
Peran Perempuan dalam Organisasi Aisyiyah
Peran Perempuan dalam Organisasi Aisyiyah
Peran perempuan adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi sosial yang diberikan kepada perempuan. Peran adalah yang harus dilakukan perempuan dalam suatu sit...
Organisatie van geestelijke gezondheidszorg voor mensen met een ernstige en persisterende mentale aandoening
Organisatie van geestelijke gezondheidszorg voor mensen met een ernstige en persisterende mentale aandoening
1 INTRODUCTION AND RESEARCH QUESTIONS 5 -- 2 GENERAL BACKGROUND: DEFINITIONS AND SCOPE OF THE STUDY 7 -- 2.1 CHRONIC AND COMPLEX MENTAL DISORDERS: DEFINITIONS AND SCOPE OF THE -- S...
PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA PADA NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI
PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA PADA NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI
ABSTRAK: Penelitian ini membahas tentang peran perempuan dalam keluarga. Perempuan memiliki peran dan kontribusi yang sangat penting dalam kehidupan, baik secara individual, keluar...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...

Back to Top