Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMBUATAN KOMPOSIT ISOLATOR PANAS BERBAHAN SERAT KAPUK (CEIBA PENTANDRA) DAN POLIPROPILENA DENGAN METODE THERMAL BONDING

View through CrossRef
Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua material ataulebih melalui pencampuran yang tidak homogen, sehingga menghasilkan sebuah material dengan sifat baru yang berbeda dengan material pembentuknya. Perkembangan teknologi komposit saat ini tidak hanya mengkaji pada variasi struktur namun juga bahan baku yang lebih ramah lingkungan, salah satu bahan baku yang memiliki potensi besar adalah serat kapuk. Serat kapuk (ceiba pentandra) merupakan satu komoditi agrikultur yang tersedia dalam jumlah yang besar di Indonesia, Pada penelitian ini, serat kapuk digunakan bahan baku pembuatan insulator panas. Hal ini menjadi peluang untuk membuat produk dari pemanfaatan serat kapuk untuk meningkatkan harga jualnya. Serat kapuk digunakan sebagai penguat dan jaring polipropilena digunakan sebagai matriks. Pembuatan komposit dari kedua bahan ini dilakukan dengan menggunakan metode hot press. Komposit dibuat dengan 3 komposisi kapuk dan polipropilena yang berbeda yaitu 25:75, 20:80 dan 15:85. Proses produksi dilakukan melalui penekanan dengan alat thermal bondingpada suhu 100 0 C dan durasi 4 kali 30 detik. Komposit yang telah terbentuk melewati pengujian suhu panas dan dingin dengan alat bantu berupa sensor suhu. Berdasarkan hasil pengujian ketahanan suhu panas dan dingin, diketahui bahwa komposit dengan komposisi 25:75 memiliki kemampuan paling baik untuk mempertahankan suhu ruangan. Persentase serat kapuk pada komposit berbanding lurus terhadap ketebalan komposit serta kemampuan komposit mempertahankan suhu dalam ruangan panas dan dingin.
Title: PEMBUATAN KOMPOSIT ISOLATOR PANAS BERBAHAN SERAT KAPUK (CEIBA PENTANDRA) DAN POLIPROPILENA DENGAN METODE THERMAL BONDING
Description:
Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua material ataulebih melalui pencampuran yang tidak homogen, sehingga menghasilkan sebuah material dengan sifat baru yang berbeda dengan material pembentuknya.
Perkembangan teknologi komposit saat ini tidak hanya mengkaji pada variasi struktur namun juga bahan baku yang lebih ramah lingkungan, salah satu bahan baku yang memiliki potensi besar adalah serat kapuk.
Serat kapuk (ceiba pentandra) merupakan satu komoditi agrikultur yang tersedia dalam jumlah yang besar di Indonesia, Pada penelitian ini, serat kapuk digunakan bahan baku pembuatan insulator panas.
Hal ini menjadi peluang untuk membuat produk dari pemanfaatan serat kapuk untuk meningkatkan harga jualnya.
Serat kapuk digunakan sebagai penguat dan jaring polipropilena digunakan sebagai matriks.
Pembuatan komposit dari kedua bahan ini dilakukan dengan menggunakan metode hot press.
Komposit dibuat dengan 3 komposisi kapuk dan polipropilena yang berbeda yaitu 25:75, 20:80 dan 15:85.
Proses produksi dilakukan melalui penekanan dengan alat thermal bondingpada suhu 100 0 C dan durasi 4 kali 30 detik.
Komposit yang telah terbentuk melewati pengujian suhu panas dan dingin dengan alat bantu berupa sensor suhu.
Berdasarkan hasil pengujian ketahanan suhu panas dan dingin, diketahui bahwa komposit dengan komposisi 25:75 memiliki kemampuan paling baik untuk mempertahankan suhu ruangan.
Persentase serat kapuk pada komposit berbanding lurus terhadap ketebalan komposit serta kemampuan komposit mempertahankan suhu dalam ruangan panas dan dingin.

Related Results

Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Penggunaan dan pemanfaatan komposit serat alam sebagai pengganti serat sintesis merupakan langkah yang bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sum...
Kekuatan Tarik Dan Lentur Komposit Poliester Berpenguat Serat Cordyline Australis (Daun Praksok) Dengan Perlakuan Air Laut
Kekuatan Tarik Dan Lentur Komposit Poliester Berpenguat Serat Cordyline Australis (Daun Praksok) Dengan Perlakuan Air Laut
Komposit didesain untuk menjadi material alternatif pengganti logam. Unsur utama dari komposit adalah serat dan matriks, serat adalah sumber dari kekuatan dan kekakuan pada komposi...
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
Dalam proses perawatan prasarana perkeretaapian, dibutuhkan alat transportasi yang mampu mempercepat proses perawatan, efisiensi waktu, dan proses yang mudah dalam pengoperasian. L...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
Material Hibrid Komposit Nilon-Rami-Epoksi Untuk Roda Lori Inspeksi
Material Hibrid Komposit Nilon-Rami-Epoksi Untuk Roda Lori Inspeksi
Bahan pembuat roda telah menggunakan berbagai jenis bahan mulai dari menggunakan logam dan karet. Bahkan sekarang untuk mendapatkan bahan yang kuat dan ringan mulai berkembang roda...
Review: Pembuatan Serat Rayon
Review: Pembuatan Serat Rayon
Serat sintetis dari minyak bumi memiliki posisi penting dalam produk tekstil. Lebih dari 50% produksi serat dunia didominasi oleh serat sintetik. Meskipun serat sintetik lebih mura...
Penggunaan Serat Carbon Untuk Pembuatan Helm
Penggunaan Serat Carbon Untuk Pembuatan Helm
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arah serat dan fraksi volume serat terhadap kekuatan impak komposit berbasis serat karbon untuk aplikasi helm. Spesimen dibuat me...

Back to Top