Javascript must be enabled to continue!
Identifikasi Risiko Ergonomi pada Pekerja Tenun di Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung
View through CrossRef
Pekerja tenun adalah pekerjaan yang memerlukan tingkat ketelitian tinggi. Pekerja tenun dalam melakukan pekerjaan dihadapkan pada permasalahan seperti postur duduk, gerakan pekerja yang berulang-ulang, serta desain alat yang tidak ergonomis, sehingga seringkali menyebabkan kelelahan dan gangguan musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran risiko dari sikap kerja, beban kerja, tingkat kelelahan dan keluhan MSDs pada pekerja tenun di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Subjek pada penelitian merupakan pekerja tenun di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan rancangan studi cross sectional. Pelaksanaan penelitian ini pada bulan Juni – Agustus 2022 dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling dan didapatkan 40 orang responden pekerja tenun di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Data didapatkan melalui wawancara, pengisian kuesioner dan pengukuran langsung. Pengolahan data menggunakan SPSS Tipe 26 dengan analisis univariat. Hasil akhir menunjukkan 57,5% pekerja memiliki sikap kerja risiko sedang, 62,5% memiliki beban kerja fisik kategori ringan, 52,5% memiliki beban kerja pikiran kategori sangat tinggi, 50% memiliki tingkat sedang untuk mengalami kelelahan dan 45% memiliki tingkat rendah untuk terkena MSDs. Sikap kerja yang ergonomi berperan penting dalam kondisi dan kesehatan pekerja tenun, sehingga diperlukan evaluasi terkait rancangan lingkungan kerja untuk meminimalisir terjadinya kelelahan kerja dan keluhan MSDs.
Universitas Warmadewa
Title: Identifikasi Risiko Ergonomi pada Pekerja Tenun di Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung
Description:
Pekerja tenun adalah pekerjaan yang memerlukan tingkat ketelitian tinggi.
Pekerja tenun dalam melakukan pekerjaan dihadapkan pada permasalahan seperti postur duduk, gerakan pekerja yang berulang-ulang, serta desain alat yang tidak ergonomis, sehingga seringkali menyebabkan kelelahan dan gangguan musculoskeletal disorders (MSDs).
Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran risiko dari sikap kerja, beban kerja, tingkat kelelahan dan keluhan MSDs pada pekerja tenun di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.
Subjek pada penelitian merupakan pekerja tenun di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan rancangan studi cross sectional.
Pelaksanaan penelitian ini pada bulan Juni – Agustus 2022 dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling dan didapatkan 40 orang responden pekerja tenun di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.
Data didapatkan melalui wawancara, pengisian kuesioner dan pengukuran langsung.
Pengolahan data menggunakan SPSS Tipe 26 dengan analisis univariat.
Hasil akhir menunjukkan 57,5% pekerja memiliki sikap kerja risiko sedang, 62,5% memiliki beban kerja fisik kategori ringan, 52,5% memiliki beban kerja pikiran kategori sangat tinggi, 50% memiliki tingkat sedang untuk mengalami kelelahan dan 45% memiliki tingkat rendah untuk terkena MSDs.
Sikap kerja yang ergonomi berperan penting dalam kondisi dan kesehatan pekerja tenun, sehingga diperlukan evaluasi terkait rancangan lingkungan kerja untuk meminimalisir terjadinya kelelahan kerja dan keluhan MSDs.
Related Results
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
UD. Mawar Sari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tempe. Berdasarkan hasil pra-penelitian berupa wawancara kuesioner NBM terhadap 4 pekerja penggilingan dan 8 ...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
PPPUD DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN TENUN CORAK INSANG DI KAMPUNG WISATA TENUN KHATULISTIWA
PPPUD DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN TENUN CORAK INSANG DI KAMPUNG WISATA TENUN KHATULISTIWA
PPPUD of Product Diversification of Corak Insang Weaving at Kampung Wisata Tenun KhatulistiwaAbstact. Since established on 16th of November 2018 as a woven tourist village area, th...
ROJA HAMA-HAMA? TINJAUAN LINGUISTIK TRADISI TENUN ENDE DAN PALU'E (Roja Hama-hama? A Linguistic Review of The Ende and Palu'e Weaving Traditions)
ROJA HAMA-HAMA? TINJAUAN LINGUISTIK TRADISI TENUN ENDE DAN PALU'E (Roja Hama-hama? A Linguistic Review of The Ende and Palu'e Weaving Traditions)
The study of loom technology and textile design structure can reveal connections between weaving traditions similarly to how comparative linguistics reveal connections between ling...
KARAKTERISTIK DAN PROBLEMATIK PERLINDUNGAN MOTIF LUBENG TENUN TROSO
KARAKTERISTIK DAN PROBLEMATIK PERLINDUNGAN MOTIF LUBENG TENUN TROSO
Motif lubeng merupakan salah satu motif tenun troso yang perlu untuk mendapatkan perhatian dan perlindungan nyata. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan problema...
Kerajinan Kain Tenun Pewarna Alam di Kabupaten Buton (Suatu Strategi Pengembangan)
Kerajinan Kain Tenun Pewarna Alam di Kabupaten Buton (Suatu Strategi Pengembangan)
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data leb...
TINJAUAN TERHADAP IDENTIFIKASI RISIKO PENETAPAN TARIF KEPABEANAN PADA KANTOR PELAYANAN UTAMA BEA DAN CUKAI TANJUNG PRIOK
TINJAUAN TERHADAP IDENTIFIKASI RISIKO PENETAPAN TARIF KEPABEANAN PADA KANTOR PELAYANAN UTAMA BEA DAN CUKAI TANJUNG PRIOK
Penetapan tarif kepabeanan adalah pemeriksaan administrasi kepabeanan untuk menentukan klasifikasi barang guna perhitungan bea masuk yang dilakukan oleh Pejabat Fungsional Pemeriks...

