Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PENGARUH PENERIMAAN INFORMASI PADA KETEPATAN SWAMEDIKASI
View through CrossRef
Swamedikasi dikalangan masyarakat cenderung meningkat. Oleh karena itu, sebagai pelaku swamedikasi harus tepat dalam melakukan swamedikasi untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan obat. Swamedikasi yang tidak tepat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya faktor eksternal seperti kurangnya penyampaian informasi melalui media dan tenaga kefarmasian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerimaan informasi (melalui media cetak/elektronik dan melalui tenaga kefarmasian) baik secara simultan ataupun parsial terhadap ketepatan swamedikasi. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk Google form dan hardcopy dengan jumlah sampel 400 responden. Metode analisis yang digunakan, yaitu analisis regresi linear berganda dengan sistem program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel penerimaan informasi melalui media cetak/elektronik dan melalui tenaga kefarmasian berpengaruh terhadap ketepatan swamedikasi terlihat dari nilai sig<0,05, yaitu 0,000. Secara parsial variabel penerimaan informasi melalui media cetak/elektronik dan penerimaan informasi melalui tenaga kefarmasian berpengaruh terhadap ketepatan swamedikasi terlihat dari nilai sig<0,05, yaitu 0,000<0,05 dan 0,027<0,05. Pada uji determinasi terdapat pengaruh sebanyak 22% dari variabel dependen dan Independent. Sedangkan 78% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pengaruh penerimaan informasi pada ketepatan swamedikasi dapat dinyatakan bahwa semakin beragam sumber informasi yang diterima maka ketepatan swamedikasi akan semakin meningkat atau baik.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: ANALISIS PENGARUH PENERIMAAN INFORMASI PADA KETEPATAN SWAMEDIKASI
Description:
Swamedikasi dikalangan masyarakat cenderung meningkat.
Oleh karena itu, sebagai pelaku swamedikasi harus tepat dalam melakukan swamedikasi untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan obat.
Swamedikasi yang tidak tepat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya faktor eksternal seperti kurangnya penyampaian informasi melalui media dan tenaga kefarmasian.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerimaan informasi (melalui media cetak/elektronik dan melalui tenaga kefarmasian) baik secara simultan ataupun parsial terhadap ketepatan swamedikasi.
Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk Google form dan hardcopy dengan jumlah sampel 400 responden.
Metode analisis yang digunakan, yaitu analisis regresi linear berganda dengan sistem program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel penerimaan informasi melalui media cetak/elektronik dan melalui tenaga kefarmasian berpengaruh terhadap ketepatan swamedikasi terlihat dari nilai sig<0,05, yaitu 0,000.
Secara parsial variabel penerimaan informasi melalui media cetak/elektronik dan penerimaan informasi melalui tenaga kefarmasian berpengaruh terhadap ketepatan swamedikasi terlihat dari nilai sig<0,05, yaitu 0,000<0,05 dan 0,027<0,05.
Pada uji determinasi terdapat pengaruh sebanyak 22% dari variabel dependen dan Independent.
Sedangkan 78% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pengaruh penerimaan informasi pada ketepatan swamedikasi dapat dinyatakan bahwa semakin beragam sumber informasi yang diterima maka ketepatan swamedikasi akan semakin meningkat atau baik.
Related Results
Pengaruh Pelayanan Informasi Swamedikasi Online Berbasis Whatsapp Bot terhadap Pengetahuan Masyarakat
Pengaruh Pelayanan Informasi Swamedikasi Online Berbasis Whatsapp Bot terhadap Pengetahuan Masyarakat
Latar belakang: Revolusi industri 4.0 pada era digital saat ini mendorong untuk berkembangnya Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dimana salah satu bidang yang terus berkemba...
Pengaruh Pengetahuan terhadap Rasionalitas Penggunaan Obat Swamedikasi dalam Pengobatan Common Cold
Pengaruh Pengetahuan terhadap Rasionalitas Penggunaan Obat Swamedikasi dalam Pengobatan Common Cold
Common cold merupakan infeksi ringan saluran pernapasan atas yang sering ditangani melalui swamedikasi. Swamedikasi merupakan tindakan perawatan mandiri tanpa resep dokter. Common ...
Perilaku Swamedikasi
Perilaku Swamedikasi
Latar belakang: Swamedikasi merupakan perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang terjadi. Swamedikasi sendiri merupakan bagian dari “self c...
TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DALAM SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA FARMASI IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI
TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DALAM SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA FARMASI IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, masyarakat mendapat kemudahan dalam mengakses informasi, termasuk informasi mengenai kesehatan. Disamping itu adanya kemudahan dala...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Ketepatan Reasoning/Judgement dan Rekomendasi Mahasiswa Farmasi pada Kasus Vignette Swamedikasi Dispepsia
Ketepatan Reasoning/Judgement dan Rekomendasi Mahasiswa Farmasi pada Kasus Vignette Swamedikasi Dispepsia
Abstract—The public frequently comes to community pharmacies for self-medication to address mild symptoms, including dyspepsia. Pharmacy students need to develop appropriate clinic...
Pengetahuan Mahasiswa Non-Kesehatan tentang Penggunaan Obat Antipiretik secara Swamedikasi
Pengetahuan Mahasiswa Non-Kesehatan tentang Penggunaan Obat Antipiretik secara Swamedikasi
Swamedikasi merupakan upaya pengobatan sendiri tanpa resep dokter. Antipiretik menempati posisi pertama sebagai obat yang paling banyak dibeli dalam pelaksanaan swamedikasi. Swamed...
Hubungan Pengetahuan Batuk dan Common Cold dengan Perilaku Swamedikasi Batuk dan Common Cold pada Mahasiswa Kedokteran, Jakarta Utara
Hubungan Pengetahuan Batuk dan Common Cold dengan Perilaku Swamedikasi Batuk dan Common Cold pada Mahasiswa Kedokteran, Jakarta Utara
Pendahuluan: Swamedikasi yang salah akan menimbulkan dampak negatif. Pengetahuan adalah salah satu faktor pembentuk tindakan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ga...

