Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tradisi Kepenulisan Ulama Barus: Rekonstruksi Warisan Intelektual Islam Nusantara

View through CrossRef
Abstrak Penelitian ini bertujuan merekonstruksi tradisi kepenulisan ulama Barus sebagai bagian dari warisan intelektual Islam Nusantara dengan menelusuri hubungan antara keulamaan, transmisi pengetahuan, budaya literasi, dan tinggalan sejarah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang meliputi penjaga makam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Barus. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan intelektual Islam Barus berkaitan dengan posisi Barus sebagai ruang perdagangan, mobilitas ulama, dakwah, dan transmisi ilmu. Makam Papan Tinggi, yang dalam memori masyarakat dikaitkan dengan Syekh Mahmud Al-Muhtazam, menjadi salah satu jejak material penting dalam sejarah keulamaan Barus. Sementara itu, Makam Mahligai memperlihatkan keberadaan sejumlah makam tokoh keagamaan dengan keragaman bentuk nisan dan inskripsi. Keberadaan aksara Arab menunjukkan berkembangnya budaya literasi Islam, sedangkan tradisi lisan berperan dalam mempertahankan memori keulamaan.
Title: Tradisi Kepenulisan Ulama Barus: Rekonstruksi Warisan Intelektual Islam Nusantara
Description:
Abstrak Penelitian ini bertujuan merekonstruksi tradisi kepenulisan ulama Barus sebagai bagian dari warisan intelektual Islam Nusantara dengan menelusuri hubungan antara keulamaan, transmisi pengetahuan, budaya literasi, dan tinggalan sejarah.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah.
Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang meliputi penjaga makam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Barus.
Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan intelektual Islam Barus berkaitan dengan posisi Barus sebagai ruang perdagangan, mobilitas ulama, dakwah, dan transmisi ilmu.
Makam Papan Tinggi, yang dalam memori masyarakat dikaitkan dengan Syekh Mahmud Al-Muhtazam, menjadi salah satu jejak material penting dalam sejarah keulamaan Barus.
Sementara itu, Makam Mahligai memperlihatkan keberadaan sejumlah makam tokoh keagamaan dengan keragaman bentuk nisan dan inskripsi.
Keberadaan aksara Arab menunjukkan berkembangnya budaya literasi Islam, sedangkan tradisi lisan berperan dalam mempertahankan memori keulamaan.

Related Results

Historical Research Masuknya Islam di Barus
Historical Research Masuknya Islam di Barus
Barus dikenal sebagai salah satu wilayah penting dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara karena letaknya yang strategis sebagai pusat perdagangan internasional pada masa lamp...
Tradisi Bulan Muharram dalam Ragam Kelompok Islam di Lebanon Abad ke-20
Tradisi Bulan Muharram dalam Ragam Kelompok Islam di Lebanon Abad ke-20
Tradisi keagamaan di Lebanon semakin menarik ketika dilihat dengan ragam kelompok agama Islam yang dianut oleh masyarakatnya. Islam tentu masih menduduki peringkat pertama sebagai ...
Islam Nusantara (Sebuah Konsep Pendidikan Beragama Secara Moderat)
Islam Nusantara (Sebuah Konsep Pendidikan Beragama Secara Moderat)
Abstract The issue of Islam Nusantara has become a new discourse for Muslims in Indonesia, a new offer in the concept of moderate religious education. Various groups have spoken o...
STUDI LAPANGAN: MENELUSURI JEJAK PENINGGALAN ISLAM DI BARUS
STUDI LAPANGAN: MENELUSURI JEJAK PENINGGALAN ISLAM DI BARUS
Penyebaran Islam yang meluas juga sampai ke Barus. Barus adalah sebuah kota kecamatan yang termasuk dalam jurisdiksi Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumatera Utara. Kabupaten Tapanuli...
TRADISI INTELEKTUAL ACEH DI DAYAH TANOH ABEE DAN DAYAH RUHUL FATA
TRADISI INTELEKTUAL ACEH DI DAYAH TANOH ABEE DAN DAYAH RUHUL FATA
<p>Sejak Islam masuk ke wilayah Aceh, dilanjutkan dengan masa kejayaan, penjajahan, dan kemerdekaan,<br />para ulama Aceh telah mengisi warna sejarah tradisi intelektua...
Warisan Budaya Etnik Bajau Samah di Kota Belud, Sabah
Warisan Budaya Etnik Bajau Samah di Kota Belud, Sabah
Sabah terkenal dengan kepelbagaian etnik dalam kalangan masyaraka yang terdiri daripada Kadazandusun, Bajau, Bugis, Iranum, Brunei, Bonggi dan beberapa etnik lagi. Adanya kepelbaga...
Islam Nusantara
Islam Nusantara
Kehidupan Islam bangsa Indonesia, beberapa kali terkoyak oleh aksi radikalisme yang tak bertanggung jawab. Aksi ini ternyata masih terus terjadi, bahkan hingga saat ini. Rasa keban...
RE-EXISTENCE OF ASTRONOMY BY THE ARCHIPELAGO SCHOLAR
RE-EXISTENCE OF ASTRONOMY BY THE ARCHIPELAGO SCHOLAR
Abstract The science of Islamic astronomy that develops in the Indonesian archipelago is quite diverse with various methods of approach and defined criteria. Along with the develop...

Back to Top