Javascript must be enabled to continue!
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Pertolongan Pertama pada Cedera Olahraga bagi Komunitas Lari Island's Wolfpack di Denpasar
View through CrossRef
ABSTRAK
Latar Belakang: Island’s Wolfpack Bali adalah komunitas lari yang terdiri dari pelari pemula hingga berpengalaman. Aktivitas fisik yang intens dalam komunitas ini meningkatkan risiko kejadian darurat medis, seperti serangan jantung, cedera olahraga, dan dehidrasi. Namun, tingkat pengetahuan anggota komunitas mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan pertolongan pertama masih rendah. Oleh karena itu, pelatihan BHD dan pertolongan pertama pada cedera olahraga menjadi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan anggota komunitas dalam menghadapi situasi darurat.
Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan kepada anggota komunitas lari Island’s Wolfpack Bali. Materi yang diberikan mencakup teori dan praktik terkait BHD, penggunaan Automated External Defibrillator (AED), serta pertolongan pertama pada cedera olahraga. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta.
Hasil: Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai BHD dan pertolongan pertama, dengan peningkatan rata-rata nilai post-test sebesar 30% dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi praktik, yang mencerminkan kesiapan mereka dalam menerapkan keterampilan yang diperoleh.
Kesimpulan: Pelatihan BHD dan pertolongan pertama terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota komunitas lari Island’s Wolfpack Bali dalam menghadapi kejadian darurat medis. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkala untuk meningkatkan keselamatan dalam komunitas olahraga.
Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Pertolongan Pertama, Cedera Olahraga, Pelari, Komunitas
ABSTRACT
Background: Island’s Wolfpack Bali is a running community consisting of runners ranging from beginners to experienced athletes. The intense physical activity within this community increases the risk of medical emergencies such as heart attacks, sports injuries, and dehydration. However, the level of knowledge among community members regarding Basic Life Support (BLS) and first aid is still low. Therefore, BLS and first aid training for sports injuries is important to improve the preparedness of community members in handling emergency situations.
Methods: This activity was conducted in the form of outreach and training for members of the Island’s Wolfpack Bali running community. The material provided included theory and practice related to BLS, the use of Automated External Defibrillators (AED), and first aid for sports injuries. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure participants’ knowledge improvement.
Results: The activity was attended by 30 participants. Evaluation results showed a significant increase in participants’ understanding of BLS and first aid, with an average post-test score improvement of 30% compared to the pre-test. Additionally, participants demonstrated high enthusiasm during the practical sessions, reflecting their readiness to apply the skills acquired.
Conclusion: BLS and first aid training has been proven to enhance the knowledge and skills of members of the Island’s Wolfpack Bali running community in responding to medical emergencies. Similar activities are expected to be conducted regularly to improve safety within the sports community.
Keywords: Basic Life Support, First Aid, Sports Injuries, Runners, Community
Universitas Warmadewa
Title: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Pertolongan Pertama pada Cedera Olahraga bagi Komunitas Lari Island's Wolfpack di Denpasar
Description:
ABSTRAK
Latar Belakang: Island’s Wolfpack Bali adalah komunitas lari yang terdiri dari pelari pemula hingga berpengalaman.
Aktivitas fisik yang intens dalam komunitas ini meningkatkan risiko kejadian darurat medis, seperti serangan jantung, cedera olahraga, dan dehidrasi.
Namun, tingkat pengetahuan anggota komunitas mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan pertolongan pertama masih rendah.
Oleh karena itu, pelatihan BHD dan pertolongan pertama pada cedera olahraga menjadi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan anggota komunitas dalam menghadapi situasi darurat.
Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan kepada anggota komunitas lari Island’s Wolfpack Bali.
Materi yang diberikan mencakup teori dan praktik terkait BHD, penggunaan Automated External Defibrillator (AED), serta pertolongan pertama pada cedera olahraga.
Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta.
Hasil: Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai BHD dan pertolongan pertama, dengan peningkatan rata-rata nilai post-test sebesar 30% dibandingkan pre-test.
Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi praktik, yang mencerminkan kesiapan mereka dalam menerapkan keterampilan yang diperoleh.
Kesimpulan: Pelatihan BHD dan pertolongan pertama terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota komunitas lari Island’s Wolfpack Bali dalam menghadapi kejadian darurat medis.
Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkala untuk meningkatkan keselamatan dalam komunitas olahraga.
Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Pertolongan Pertama, Cedera Olahraga, Pelari, Komunitas
ABSTRACT
Background: Island’s Wolfpack Bali is a running community consisting of runners ranging from beginners to experienced athletes.
The intense physical activity within this community increases the risk of medical emergencies such as heart attacks, sports injuries, and dehydration.
However, the level of knowledge among community members regarding Basic Life Support (BLS) and first aid is still low.
Therefore, BLS and first aid training for sports injuries is important to improve the preparedness of community members in handling emergency situations.
Methods: This activity was conducted in the form of outreach and training for members of the Island’s Wolfpack Bali running community.
The material provided included theory and practice related to BLS, the use of Automated External Defibrillators (AED), and first aid for sports injuries.
Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure participants’ knowledge improvement.
Results: The activity was attended by 30 participants.
Evaluation results showed a significant increase in participants’ understanding of BLS and first aid, with an average post-test score improvement of 30% compared to the pre-test.
Additionally, participants demonstrated high enthusiasm during the practical sessions, reflecting their readiness to apply the skills acquired.
Conclusion: BLS and first aid training has been proven to enhance the knowledge and skills of members of the Island’s Wolfpack Bali running community in responding to medical emergencies.
Similar activities are expected to be conducted regularly to improve safety within the sports community.
Keywords: Basic Life Support, First Aid, Sports Injuries, Runners, Community.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pelatihan Penanganan Pertama Cedera Olahraga
Pelatihan Penanganan Pertama Cedera Olahraga
Cedera olahraga merupakan salah satu hambatan yang sering dihadapi atlet pada saat kompetisi maupun dalam tahap persiapan. Rendahnya pemahaman pelatih tentang penanganan pertama ce...
CEDERA OLAHRAGA DALAM PERSPEKTIF TEORI MODEL EKOLOGI
CEDERA OLAHRAGA DALAM PERSPEKTIF TEORI MODEL EKOLOGI
Semua aktivitas manusia, termasuk olahraga, penuh dengan risiko atau bahaya. Seiring dengan meningkatnya aktivitas olahraga meningkat pula risiko atau bahaya tersebut. Sekecil a...
Hubungan Pemahaman Teknik Lari Dengan Kecepatan Lari 100 Meter Atlet Lari Putri
Hubungan Pemahaman Teknik Lari Dengan Kecepatan Lari 100 Meter Atlet Lari Putri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman teknik lari dan kecepatan lari 100 meter pada atlet lari putri Kota Padang. Lari 100 meter merupakan nomor spr...
WORKSHOP PENCEGAHAN DAN PERAWATAN CEDERA OLAHRAGA
WORKSHOP PENCEGAHAN DAN PERAWATAN CEDERA OLAHRAGA
Workshop "Pencegahan dan Perawatan Cedera Olahraga" yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar diikuti oleh 40 peserta yang terd...
Perbandingan Kinerja Perusahaan Dengan Metode Balanced Scorecard
Perbandingan Kinerja Perusahaan Dengan Metode Balanced Scorecard
The purpose of this study is to compare the performance of two Honda service companies with the Balanced Scorecard method. The research locations are Aneka Motor Denpasar and Niki ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

