Javascript must be enabled to continue!
CEDERA OLAHRAGA DALAM PERSPEKTIF TEORI MODEL EKOLOGI
View through CrossRef
Semua aktivitas manusia, termasuk olahraga, penuh dengan risiko atau bahaya. Seiring dengan meningkatnya aktivitas olahraga meningkat pula risiko atau bahaya tersebut. Sekecil apa pun risiko atau bahaya yang ada dalam aktivitas olahraga, jika diabaikan atau tidak ditangani dengan sungguh-sungguh dan tidak dapat dikendalikan sepenuhnya akan menimbulkan kecelakaan dengan segala akibat yang merugikan manusia, di antaranya cedera.Cedera yang terjadi pada waktu seseorang melakukan aktivitas fitness, latihan, atau pertandingan olahraga, — kemudian disebut cedera olahraga — meliputi sistem muskulosekeletal. Ada dua tipe cedera olahraga, yaitu: cedera akut dan cedera kronis. Patah tulang, memar, robek ligamen, robek otot atau tendo, lecet, dan tergores adalah beberapa contoh cedera akut, sedangkan stress fractures, tendinitis, dan epifisitis atau apofisitis merupakan sebagian contoh cedera kronis.Menurut teori keselamatan, kecelakaan (cedera) itu dapat dicegah atau dihindari. Untuk mencegah terjadinya cedera olahraga secara akurat, orang harus tahu penyebabnya. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, penyebab terjadinya kecelakaan (cedera) harus dihilangkan atau dikendalikan. Teori model ekologi mengatakan kecelakaan terjadi karena ada interaksi yang dinamis antara dua faktor, yaitu faktor manusia (intrinsik) dan faktor lingkungan (ekstrinsik). Oleh sebab itu, penanganan terhadap faktor penyebab terjadinya kecelakaan (cedera) harus dilakukan secara terpadu, artinya kedua-duanya harus mendapatkan perhatian.Kata kunci : cedera olahraga, model ekologi.
Title: CEDERA OLAHRAGA DALAM PERSPEKTIF TEORI MODEL EKOLOGI
Description:
Semua aktivitas manusia, termasuk olahraga, penuh dengan risiko atau bahaya.
Seiring dengan meningkatnya aktivitas olahraga meningkat pula risiko atau bahaya tersebut.
Sekecil apa pun risiko atau bahaya yang ada dalam aktivitas olahraga, jika diabaikan atau tidak ditangani dengan sungguh-sungguh dan tidak dapat dikendalikan sepenuhnya akan menimbulkan kecelakaan dengan segala akibat yang merugikan manusia, di antaranya cedera.
Cedera yang terjadi pada waktu seseorang melakukan aktivitas fitness, latihan, atau pertandingan olahraga, — kemudian disebut cedera olahraga — meliputi sistem muskulosekeletal.
Ada dua tipe cedera olahraga, yaitu: cedera akut dan cedera kronis.
Patah tulang, memar, robek ligamen, robek otot atau tendo, lecet, dan tergores adalah beberapa contoh cedera akut, sedangkan stress fractures, tendinitis, dan epifisitis atau apofisitis merupakan sebagian contoh cedera kronis.
Menurut teori keselamatan, kecelakaan (cedera) itu dapat dicegah atau dihindari.
Untuk mencegah terjadinya cedera olahraga secara akurat, orang harus tahu penyebabnya.
Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, penyebab terjadinya kecelakaan (cedera) harus dihilangkan atau dikendalikan.
Teori model ekologi mengatakan kecelakaan terjadi karena ada interaksi yang dinamis antara dua faktor, yaitu faktor manusia (intrinsik) dan faktor lingkungan (ekstrinsik).
Oleh sebab itu, penanganan terhadap faktor penyebab terjadinya kecelakaan (cedera) harus dilakukan secara terpadu, artinya kedua-duanya harus mendapatkan perhatian.
Kata kunci : cedera olahraga, model ekologi.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pelatihan Penanganan Pertama Cedera Olahraga
Pelatihan Penanganan Pertama Cedera Olahraga
Cedera olahraga merupakan salah satu hambatan yang sering dihadapi atlet pada saat kompetisi maupun dalam tahap persiapan. Rendahnya pemahaman pelatih tentang penanganan pertama ce...
Cedera Olahraga
Cedera Olahraga
Buku ini berisi berbagai uraian yang memberikan arti penting untuk pemahaman dasar secara global tentang Cedera Olahraga, klasifikasi Cedera Olahraga, epidemiologi Cedera Olahraga,...
Dinamika Sosio-Ekologi Pedesaan: Perspektif dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan dan Ekologi Politik
Dinamika Sosio-Ekologi Pedesaan: Perspektif dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan dan Ekologi Politik
Perkembangan bidang keilmuan ekologi-manusia, sosiologi lingkungan, dan ekologi-politik dipandang sangat impresif, selama dua dekade terakhir. Sekalipun berjalan tidak linier, t...
WORKSHOP PENCEGAHAN DAN PERAWATAN CEDERA OLAHRAGA
WORKSHOP PENCEGAHAN DAN PERAWATAN CEDERA OLAHRAGA
Workshop "Pencegahan dan Perawatan Cedera Olahraga" yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar diikuti oleh 40 peserta yang terd...
KEGUNAAN REHABILITASI DAN TERAPI DALAM CEDERA OLAHRAGA
KEGUNAAN REHABILITASI DAN TERAPI DALAM CEDERA OLAHRAGA
Cedera olahraga yang terjadi sangat bermacam-macam pada lokasi tubuh manusia, mulai dari tingkat paling ringan yaitu berupa nyeri, keluhan lelah, dan lesu berkepanjangan. Yang pa...
Mekanisme dan Manfaat Kompresi Dingin dalam Pengobatan Segera Cedera Jaringan Lunak
Mekanisme dan Manfaat Kompresi Dingin dalam Pengobatan Segera Cedera Jaringan Lunak
Olahraga merupakan gerakan yang menggunakan berbagai struktur pada tubuh manusia, seperti sendi, otot, meniscus/discus, kapsuloligamenter, dan otot. Oleh karena itu, risiko cedera ...
Memahami Faktor Penyebab Terjadinya Cedera dalam Permainan Sepakbola
Memahami Faktor Penyebab Terjadinya Cedera dalam Permainan Sepakbola
Artikel ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada atlet sepakbola tentang faktor penyebab terjadinya cedera dalam permainan sepakbola. Sehingga atlet dapat lebih mempersiapkan ...

