Javascript must be enabled to continue!
KETEPATAN MASYARAKAT MENGENAI PENGGUNAAN TEMPAT SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK
View through CrossRef
Desa Tanjunganom merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Desa Tanjunganom adalah desa yang makmur dengan sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Akan tetapi, kesadaran masyarakat dalam hal sampah masih terlihat kurang. Masyarakat mengira dengan membakar sampah akan dapat mengatasi masalah sampah tersebut. Padahal justru akan menimbulkan masalah baru berupa pencemaran udara. Hal ini menjadi perhatian khusus untuk perangkat desa. Untuk mengatasi masalah tersebut, perangkat desa mengadakan program pengadaan tempat sampah organik dan anorganik. Tujuannya agar masyarakat dapat memilah sampah organik dan anorganik dan mengolah sebagaimana mestinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ketepatan penggunaan tempat sampah organik dan anorganik oleh masyarakat Desa Tanjunganom. Metode yang digunakan adalah wawancara dan survei tempat langsung dengan sosialisasi. Subyek yang digunakan adalah 100 KK dari 4 dusun, terdiri dari 100 rumah. Tiap dusun diambil 25 KK. Warga menyambut adanya kegiatan sosialisasi ini dengan penuh antusias. Hal ini dapat terlihat dari ketepatan penggunaan tempat sampah organik dan anorganik sebelum dan sesudah sosialisasi. Persentase ketepatan penggunaan tempat sampah organik dan anorganik oleh masyarakat Desa Tanjunganom di Dusun Saran, Kayenan, Tanjung, dan Klarangan secara berturut-turut sebesar 82%, 70%, 80%, dan 70%. Program ini hanya berjalan beberapa waktu saja. Hal ini dikarenakan tidak ada pengelola khusus yang bertanggung jawab dalam program ini.
Title: KETEPATAN MASYARAKAT MENGENAI PENGGUNAAN TEMPAT SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK
Description:
Desa Tanjunganom merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang.
Desa Tanjunganom adalah desa yang makmur dengan sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani.
Akan tetapi, kesadaran masyarakat dalam hal sampah masih terlihat kurang.
Masyarakat mengira dengan membakar sampah akan dapat mengatasi masalah sampah tersebut.
Padahal justru akan menimbulkan masalah baru berupa pencemaran udara.
Hal ini menjadi perhatian khusus untuk perangkat desa.
Untuk mengatasi masalah tersebut, perangkat desa mengadakan program pengadaan tempat sampah organik dan anorganik.
Tujuannya agar masyarakat dapat memilah sampah organik dan anorganik dan mengolah sebagaimana mestinya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ketepatan penggunaan tempat sampah organik dan anorganik oleh masyarakat Desa Tanjunganom.
Metode yang digunakan adalah wawancara dan survei tempat langsung dengan sosialisasi.
Subyek yang digunakan adalah 100 KK dari 4 dusun, terdiri dari 100 rumah.
Tiap dusun diambil 25 KK.
Warga menyambut adanya kegiatan sosialisasi ini dengan penuh antusias.
Hal ini dapat terlihat dari ketepatan penggunaan tempat sampah organik dan anorganik sebelum dan sesudah sosialisasi.
Persentase ketepatan penggunaan tempat sampah organik dan anorganik oleh masyarakat Desa Tanjunganom di Dusun Saran, Kayenan, Tanjung, dan Klarangan secara berturut-turut sebesar 82%, 70%, 80%, dan 70%.
Program ini hanya berjalan beberapa waktu saja.
Hal ini dikarenakan tidak ada pengelola khusus yang bertanggung jawab dalam program ini.
Related Results
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
Pelatihan Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Pondok Padalarang Indah
Pelatihan Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Pondok Padalarang Indah
Tumpukan sampah di Pondok Padalarang Indah menimbulkan masalah rumit bagi warga sekitarnya berupa polusi lingkungan, seperti polusi tanah, air, dan udara. Penumpukan sampah bisa di...
Analysis of Separation of Organic and Inorganic Waste at the Agus Salim People's Market in Pekanbaru City in 2022
Analysis of Separation of Organic and Inorganic Waste at the Agus Salim People's Market in Pekanbaru City in 2022
Based on data from the National Waste Management Information System (SIPSN) in 2019, the waste generation in Pekanbaru City was 378,324.91 tons and the daily waste generation was 1...
PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA SAKO KECAMATAN INUMAN
PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA SAKO KECAMATAN INUMAN
Peningkatan sampah semakin hari semakin meningkat, untuk itu perlu dilakukan pemanfaatan sampah baik sampah organik maupun sampah anorganik. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk ...
Maharani Kirana, Afifah Khairunnisa, Faeqal Hafidh Muhammad Asfian, Fajar Pramudya
Maharani Kirana, Afifah Khairunnisa, Faeqal Hafidh Muhammad Asfian, Fajar Pramudya
Produksi sampah yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah warga kampus beserta konsumsinya. Pengelolaan sampah yang kurang baik berdampak pada permasalahan lingkungan kamp...
DESAIN REVITALISASI RUMAH SAMPAH DI DESA TRANGSAN KECAMATAN GATAK GUNA OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK
DESAIN REVITALISASI RUMAH SAMPAH DI DESA TRANGSAN KECAMATAN GATAK GUNA OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK
ABSTRAK
Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, merupakan salah satu sentra pengrajin mebel rotan di Kabupaten Sukoharjo yang menghasilkan limbah organik dan anorganik dalam jumlah signif...
Pengelolaan Sampah Organik Basah untuk Dimanfaatkan sebagai Penyubur Tanaman
Pengelolaan Sampah Organik Basah untuk Dimanfaatkan sebagai Penyubur Tanaman
Perlindungan lingkungan hidup adalah suatu sikap dan tindakan yang selalu bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup dan mengembangkan upaya perbaikan kerusakan alam yang ...
Sosialisasi pembuatan bank sampah serta pengelolaan sampah organik serta anorganik
Sosialisasi pembuatan bank sampah serta pengelolaan sampah organik serta anorganik
Permasalahan sampah yang dihadapi antara lain meningkatnya jumlah penduduk atau masyarakat termasuk remaja yang mempengaruhi bertambahnya limbah atau buangan sampah dari kebutuhan ...

