Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MEMAKNAI PENDERITAAN DALAM KATEKESE PENGHARAPAN DILIHAT DARI KITAB AYUB

View through CrossRef
Penderitan atau kesengaran tidak lepas dari kehidupan manusia. Penderitaan datang dari masalah kehidupan sebagai manusia yang hidup dan memiliki akal budi. Tidak ada manusia yang tidak pernah merasakan penderitan karena penderitaan itu sendiri adalah suatu realitas dalam kehidupan kita. Kita tidak mungkin melepaskan diri darinya. Karenanya banyak usaha untuk menyikapinya. Salah satunya adalah memaknainya. Memaknai penderitaan rupanya tidak hanya merupakan usaha untuk menyikapi penderitaan, namun akhimya sekaligus kita pun dapat menyikapi kehidupan kita sehari-hari. Kemudian dilihat dari penderitaan itu sendiri ada beberapa cara memaknai penderitaan dalam kehidupan sehari-hari. Dilihat dari Kitab Ayub ada beberapa pertanyaan mengenai penderitaan yang sesuai dalam Kitab Ayub, Pertama, bagaimana penderitaan dimaknai dalam Kitab Ayub? Kedua, bagaimana mengetahui makna penderitaan dalam katekese pengharapan itu sendiri. Dan ketiga, bagaimana katekese pengharapan diterapkan dalam konteks kehidupan kita? Oleh karena itu untuk menjawabi permasalahan-permasalah yang ada, maka Kitab Ayub dijadikan sumber utama dalam tema ini. Semua usaha ini untuk memaknai penderitaan dan merumuskannya dalam katekese pengharapan dalam kehidupan sehari-hari dan akhimya dapat dijadikan sebagai salah satu altematif bagi semua pihak yang merasa prihatin akan adanya penderitaan dalam diri mereka masing-masing dan dapat memaknainya dengan bijak kemudia dapat menjalankan kehidupan mereka masing-masing dengan hati yang lapang dan gembira.
Center for Open Science
Title: MEMAKNAI PENDERITAAN DALAM KATEKESE PENGHARAPAN DILIHAT DARI KITAB AYUB
Description:
Penderitan atau kesengaran tidak lepas dari kehidupan manusia.
Penderitaan datang dari masalah kehidupan sebagai manusia yang hidup dan memiliki akal budi.
Tidak ada manusia yang tidak pernah merasakan penderitan karena penderitaan itu sendiri adalah suatu realitas dalam kehidupan kita.
Kita tidak mungkin melepaskan diri darinya.
Karenanya banyak usaha untuk menyikapinya.
Salah satunya adalah memaknainya.
Memaknai penderitaan rupanya tidak hanya merupakan usaha untuk menyikapi penderitaan, namun akhimya sekaligus kita pun dapat menyikapi kehidupan kita sehari-hari.
Kemudian dilihat dari penderitaan itu sendiri ada beberapa cara memaknai penderitaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dilihat dari Kitab Ayub ada beberapa pertanyaan mengenai penderitaan yang sesuai dalam Kitab Ayub, Pertama, bagaimana penderitaan dimaknai dalam Kitab Ayub? Kedua, bagaimana mengetahui makna penderitaan dalam katekese pengharapan itu sendiri.
Dan ketiga, bagaimana katekese pengharapan diterapkan dalam konteks kehidupan kita? Oleh karena itu untuk menjawabi permasalahan-permasalah yang ada, maka Kitab Ayub dijadikan sumber utama dalam tema ini.
Semua usaha ini untuk memaknai penderitaan dan merumuskannya dalam katekese pengharapan dalam kehidupan sehari-hari dan akhimya dapat dijadikan sebagai salah satu altematif bagi semua pihak yang merasa prihatin akan adanya penderitaan dalam diri mereka masing-masing dan dapat memaknainya dengan bijak kemudia dapat menjalankan kehidupan mereka masing-masing dengan hati yang lapang dan gembira.

Related Results

KITAB WAHYU DALAM GEREJA KATOLIK : Sebuah Proses Memaknai Pengharapan
KITAB WAHYU DALAM GEREJA KATOLIK : Sebuah Proses Memaknai Pengharapan
The Book of Revelation is the last book in the Bible. Bible readers (especially Catholics) have very few opportunities to read the Book of Revelation because it does not have much ...
RELIVAMSI KITAB AYUB DALAM KATEKESE BAGI ORANG-ORANG MISKIN
RELIVAMSI KITAB AYUB DALAM KATEKESE BAGI ORANG-ORANG MISKIN
Abstrak Kirab Ayub merupakan ispirasi bagi orang-orang miskin untuk tetap setia di dalam iman meskipun menghadapi banyak persoalan dan penderitaan. Kitab Ayub ini bisa menjadi dasa...
Kajian Eksegetikal Iman yang Teruji dalam Penganiayaan Berdasarkan Wahyu 2:8-11
Kajian Eksegetikal Iman yang Teruji dalam Penganiayaan Berdasarkan Wahyu 2:8-11
Penderitaan tidak selalu memiliki makna hukuman Tuhan atas dosa. Penderitaan dan penganiayaan yang dialami oleh jemaat Smirna bukan karena hukuman Tuhan atas dosa. Penderitaan dan ...
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
Penetapan Kanon Kitab Suci Perjanjian Lama dalam Gereja Katolik merupakan sebuah proses panjang dan kompleks yang bertujuan untuk menentukan kitab-kitab mana yang secara sah diakui...
Kutukilah Allahmu dan Matilah: Membongkar Jeritan Istri Ayub yang Menderita dalam Perspektif Pastoral
Kutukilah Allahmu dan Matilah: Membongkar Jeritan Istri Ayub yang Menderita dalam Perspektif Pastoral
Abstrak: Kitab Ayub menghadirkan kisah penderitaan seorang tokoh saleh yang tetap setia kepada Allah, namun di balik figur utama tersebut tersembunyi sosok istri Ayub yang dalam be...

Back to Top