Javascript must be enabled to continue!
Impression Management News Anchor dalam Membawakan Berita
View through CrossRef
Abstract. A news anchor is someone who presents some information in a news television program. The appearance of a news anchor which looks smart, neat, and prestigious is one of the factors why Indonesian viewers still getting information from television. However, news anchors are not always looking like they do on the TV. Everyone has their front stage which consists of a personal front (anything within them) and expressive equipment (supporting tools for their role), also the back stage which consists of anything hidden. In this case, a news anchor might be having an opposite character shown on or off-camera. This research aims to discover the front stage and the back stage of a news anchor from TVRI Jawa Barat, Mehdi Hairi Yazdi. This research used the qualitative method with Goffman’s dramaturgy approach. In this research also, data were collected by field research (interviews, observation, and documents) and literature research. From this research, it is shown that: 1) In the front stage, Mehdi wants to be known as elegant, charismatic, yet still suits his young age through his appearance, manner, and interaction. Mehdi also obeys the rule in the office, yet it’s still conditional to make ease on him. 2) In the back stage, Mehdi prioritizes the technical and news source preparation before on-air that shows he’s a planning person, and also, Mehdi shows the difference in appearance and manner as well as his true self although he still can suit the situation he is in to.
Abstrak. Pembawa acara berita atau news anchor merupakan seseorang yang menyajikan serangkaian informasi dalam sebuah program televisi. Kehadiran news anchor pun menjadi salah satu faktor masyarakat Indonesia masih menonton berita di televisi karena news anchor yang menampilkan kesan cerdas, rapi, dan berwibawa saat membawakan program berita. Namun, tidak selamanya seorang news anchor berpenampilan dan berperilaku layaknya ketika membawakan berita di layar kaca, bahkan dalam kegiatan sehari-hari. Setiap orang memiliki panggung depan (front stage) yang terdiri dari personal front (segala yang melekat di dirinya) dan expressive equipment (alat-alat yang mendukung perannya), serta panggung belakang (back stage) yang di dalamnya terdapat hal-hal yang tersembunyi. Dalam hal ini, news anchor bisa jadi memiliki karakter yang bertolak belakang antara di depan dan di belakang kamera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panggung depan dan panggung belakang dari news anchor TVRI Jawa Barat yakni Mehdi Hairi Yazdi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan dramaturgi Goffman. Dalam penelitian ini, penulis mengambil data melalui teknik lapangan (wawancara, observasi, dan studi dokumentasi) dan teknik literatur. Hasil dari penelitian ini antara lain: 1) Dalam front stage, Mehdi ingin menunjukkan dirinya sebagai news anchor yang elegan, berkharisma, tetapi sesuai dengan usianya yang masih muda kepada pemirsa melalui upaya yang dilakukan dari segi penampilan, sikap dan perilaku, dan interaksi. Mehdi juga merupakan orang yang menaati peraturan atau ketentuan dari kantornya. 2) Dalam back stage, Mehdi lebih mengutamakan persiapan teknis dan materi sebelum siaran yang menunjukkan dia sebagai seorang yang terstruktur, dan dalam back stage pula Mehdi menunjukkan perbedaan penampilan dan sifat serta menunjukkan jati diri dia yang sebenarnya walaupun masih bisa disesuaikan dengan situasi dan agenda yang diikuti.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Impression Management News Anchor dalam Membawakan Berita
Description:
Abstract.
A news anchor is someone who presents some information in a news television program.
The appearance of a news anchor which looks smart, neat, and prestigious is one of the factors why Indonesian viewers still getting information from television.
However, news anchors are not always looking like they do on the TV.
Everyone has their front stage which consists of a personal front (anything within them) and expressive equipment (supporting tools for their role), also the back stage which consists of anything hidden.
In this case, a news anchor might be having an opposite character shown on or off-camera.
This research aims to discover the front stage and the back stage of a news anchor from TVRI Jawa Barat, Mehdi Hairi Yazdi.
This research used the qualitative method with Goffman’s dramaturgy approach.
In this research also, data were collected by field research (interviews, observation, and documents) and literature research.
From this research, it is shown that: 1) In the front stage, Mehdi wants to be known as elegant, charismatic, yet still suits his young age through his appearance, manner, and interaction.
Mehdi also obeys the rule in the office, yet it’s still conditional to make ease on him.
2) In the back stage, Mehdi prioritizes the technical and news source preparation before on-air that shows he’s a planning person, and also, Mehdi shows the difference in appearance and manner as well as his true self although he still can suit the situation he is in to.
Abstrak.
Pembawa acara berita atau news anchor merupakan seseorang yang menyajikan serangkaian informasi dalam sebuah program televisi.
Kehadiran news anchor pun menjadi salah satu faktor masyarakat Indonesia masih menonton berita di televisi karena news anchor yang menampilkan kesan cerdas, rapi, dan berwibawa saat membawakan program berita.
Namun, tidak selamanya seorang news anchor berpenampilan dan berperilaku layaknya ketika membawakan berita di layar kaca, bahkan dalam kegiatan sehari-hari.
Setiap orang memiliki panggung depan (front stage) yang terdiri dari personal front (segala yang melekat di dirinya) dan expressive equipment (alat-alat yang mendukung perannya), serta panggung belakang (back stage) yang di dalamnya terdapat hal-hal yang tersembunyi.
Dalam hal ini, news anchor bisa jadi memiliki karakter yang bertolak belakang antara di depan dan di belakang kamera.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panggung depan dan panggung belakang dari news anchor TVRI Jawa Barat yakni Mehdi Hairi Yazdi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan dramaturgi Goffman.
Dalam penelitian ini, penulis mengambil data melalui teknik lapangan (wawancara, observasi, dan studi dokumentasi) dan teknik literatur.
Hasil dari penelitian ini antara lain: 1) Dalam front stage, Mehdi ingin menunjukkan dirinya sebagai news anchor yang elegan, berkharisma, tetapi sesuai dengan usianya yang masih muda kepada pemirsa melalui upaya yang dilakukan dari segi penampilan, sikap dan perilaku, dan interaksi.
Mehdi juga merupakan orang yang menaati peraturan atau ketentuan dari kantornya.
2) Dalam back stage, Mehdi lebih mengutamakan persiapan teknis dan materi sebelum siaran yang menunjukkan dia sebagai seorang yang terstruktur, dan dalam back stage pula Mehdi menunjukkan perbedaan penampilan dan sifat serta menunjukkan jati diri dia yang sebenarnya walaupun masih bisa disesuaikan dengan situasi dan agenda yang diikuti.
Related Results
News event
News event
When analyzing news media data with automated content analysis techniques, studies often aggregate their measures at the article level (Nicholls & Bright, 2019). However, many ...
Suction Anchors
Suction Anchors
Abstract
The development of self-burying suction anchors is described and data on pull-out forces presented for both inverted-cup and solid hemispherical types em...
Klasifikasi Judul Berita Online Menggunakan Multinomial Naïve Bayes
Klasifikasi Judul Berita Online Menggunakan Multinomial Naïve Bayes
Abstract:
News is defined as stories or information about current events. News can be classified into two categories, namely hard news and soft news. Generally, hard news refers to...
Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Seiring dengan perkembangan jaman, banyak lembaga penyaluran informasi yang pada awalnya menyampaikan berita melalui media cetak atau media elektronik, seperti koran dan televisi, ...
Makna Voice Over dalam Pemberitaan Feature di Televisi
Makna Voice Over dalam Pemberitaan Feature di Televisi
Abstract. Voice Over or what is known as VO is being discussed a lot, not only about the profession, but also from the industry side and the various voice over techniques used. Due...
KEMAMPUAN MAHASISWA TEMPATAN MENILAI BERITA PALSU ATAU “HOAX” DALAM MEDIA SOSIAL DALAM UPAYA PENGEMBANGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN
KEMAMPUAN MAHASISWA TEMPATAN MENILAI BERITA PALSU ATAU “HOAX” DALAM MEDIA SOSIAL DALAM UPAYA PENGEMBANGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN
<p><em>Entrepreneurship developed requires the ability to take decisions in the face of various risks. Where in taking the decision is needed information and the abilit...
Types of Media Outlets (Formats and Genre)
Types of Media Outlets (Formats and Genre)
“Types of media outlets”, often referred to as “media type” or “medium type”, is a variable that is widely used for content analyses of news media. The variable indicates which med...
Monogenean anchor morphometry: systematic value, phylogenetic signal, and evolution
Monogenean anchor morphometry: systematic value, phylogenetic signal, and evolution
Background.Anchors are one of the important attachment appendages for monogenean parasites. Common descent and evolutionary processes have left their mark on anchor morphometry, in...

