Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ACTIVITY MORNING (SELASA LITERASI) SEBAGAI STRATEGI MEMBANGUN LINGKUNGAN SEKOLAH BERLITERASI

View through CrossRef
The Activity Morning Program in the form of Selasa Literasi is a school literacy innovation designed to foster a literacy-oriented school environment in vocational high schools. This study aims to evaluate the implementation of the Activity Morning Program, analyze its impact on students’ literacy habits and attitudes, and identify supporting and inhibiting factors in its implementation at SMK Negeri 3 Salatiga. This research employed a descriptive qualitative method involving students, literacy teachers, librarians, and school management as research participants. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with data validity ensured through method triangulation, source triangulation, and member checking. The findings indicate that the Selasa Literasi program has been implemented consistently and in accordance with established guidelines. The program is conducted every Tuesday for 40 minutes before formal lessons begin and includes various literacy activities such as reading, writing summaries, composing short opinions, creating concept maps, and practicing numeracy skills. The program has a positive impact on improving students’ reading habits, short writing skills, learning readiness, and the development of a more literate school environment both physically and socially. Teachers play a crucial role in maintaining discipline, providing guidance, and enhancing the quality of literacy activities. However, challenges remain, particularly related to limited reading materials and uneven student motivation across classes. Overall, the Activity Morning Program through Selasa Literasi is effective as a literacy habituation strategy and has strong potential to be further developed and replicated in other vocational high schools. ABSTRAKProgram Activity Morning dalam bentuk Selasa Literasi merupakan salah satu inovasi literasi sekolah yang dikembangkan untuk membangun budaya literasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterlaksanaan Program Activity Morning, menganalisis dampaknya terhadap kebiasaan dan sikap literasi siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMK Negeri 3 Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi siswa, guru pendamping literasi, pustakawan, dan pihak manajemen sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi metode, triangulasi sumber, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Selasa Literasi berjalan secara konsisten dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan sekolah. Program ini dilaksanakan setiap hari Selasa selama 40 menit sebelum pembelajaran dimulai dan melibatkan aktivitas membaca, menulis ringkasan, menulis opini, pembuatan peta konsep, serta latihan numerasi. Selasa Literasi berdampak positif terhadap peningkatan kebiasaan membaca, kemampuan menulis singkat, kesiapan belajar siswa, serta terbentuknya lingkungan sekolah yang lebih literat baik secara fisik maupun sosial. Peran guru pendamping terbukti sangat penting dalam menjaga disiplin, memberikan bimbingan, dan meningkatkan kualitas kegiatan literasi. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan variasi bahan bacaan dan motivasi siswa yang belum merata. Secara keseluruhan, Program Activity Morning melalui Selasa Literasi efektif sebagai strategi pembiasaan literasi dan berpotensi dikembangkan serta direplikasi di SMK lain.
Title: ACTIVITY MORNING (SELASA LITERASI) SEBAGAI STRATEGI MEMBANGUN LINGKUNGAN SEKOLAH BERLITERASI
Description:
The Activity Morning Program in the form of Selasa Literasi is a school literacy innovation designed to foster a literacy-oriented school environment in vocational high schools.
This study aims to evaluate the implementation of the Activity Morning Program, analyze its impact on students’ literacy habits and attitudes, and identify supporting and inhibiting factors in its implementation at SMK Negeri 3 Salatiga.
This research employed a descriptive qualitative method involving students, literacy teachers, librarians, and school management as research participants.
Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with data validity ensured through method triangulation, source triangulation, and member checking.
The findings indicate that the Selasa Literasi program has been implemented consistently and in accordance with established guidelines.
The program is conducted every Tuesday for 40 minutes before formal lessons begin and includes various literacy activities such as reading, writing summaries, composing short opinions, creating concept maps, and practicing numeracy skills.
The program has a positive impact on improving students’ reading habits, short writing skills, learning readiness, and the development of a more literate school environment both physically and socially.
Teachers play a crucial role in maintaining discipline, providing guidance, and enhancing the quality of literacy activities.
However, challenges remain, particularly related to limited reading materials and uneven student motivation across classes.
Overall, the Activity Morning Program through Selasa Literasi is effective as a literacy habituation strategy and has strong potential to be further developed and replicated in other vocational high schools.
ABSTRAKProgram Activity Morning dalam bentuk Selasa Literasi merupakan salah satu inovasi literasi sekolah yang dikembangkan untuk membangun budaya literasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterlaksanaan Program Activity Morning, menganalisis dampaknya terhadap kebiasaan dan sikap literasi siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMK Negeri 3 Salatiga.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi siswa, guru pendamping literasi, pustakawan, dan pihak manajemen sekolah.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi metode, triangulasi sumber, dan member checking.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Selasa Literasi berjalan secara konsisten dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan sekolah.
Program ini dilaksanakan setiap hari Selasa selama 40 menit sebelum pembelajaran dimulai dan melibatkan aktivitas membaca, menulis ringkasan, menulis opini, pembuatan peta konsep, serta latihan numerasi.
Selasa Literasi berdampak positif terhadap peningkatan kebiasaan membaca, kemampuan menulis singkat, kesiapan belajar siswa, serta terbentuknya lingkungan sekolah yang lebih literat baik secara fisik maupun sosial.
Peran guru pendamping terbukti sangat penting dalam menjaga disiplin, memberikan bimbingan, dan meningkatkan kualitas kegiatan literasi.
Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan variasi bahan bacaan dan motivasi siswa yang belum merata.
Secara keseluruhan, Program Activity Morning melalui Selasa Literasi efektif sebagai strategi pembiasaan literasi dan berpotensi dikembangkan serta direplikasi di SMK lain.

Related Results

PERAN GURU PPKn DALAM MEMBUDAYAKAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH PADA PESERTA DIDIK DI SMPE NEGERI 2 KOTA TERNATE (STUDI KASUS DI KELAS VIII)
PERAN GURU PPKn DALAM MEMBUDAYAKAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH PADA PESERTA DIDIK DI SMPE NEGERI 2 KOTA TERNATE (STUDI KASUS DI KELAS VIII)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnnya minat baca peserta didik dan kesadaran akan pentingnya literasi serta berliterasi hanya karena diminta atau diperintahkan oleh guru....
Pengembangan Literasi Lingkungan Untuk Membangun Sekolah Sehat Dan Hijau Di Smp Negeri 1 Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu
Pengembangan Literasi Lingkungan Untuk Membangun Sekolah Sehat Dan Hijau Di Smp Negeri 1 Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu
Isu lingkungan hidup menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan karena berpengaruh terhadap kesehatan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan belajar. Sekolah memiliki pera...
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Abstract The Physical Activity Guidelines for Americans (Guidelines) advises older adults to be as active as possible. Yet, despite the well documented benefits of physical activi...
SEKOLAH SEHAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
SEKOLAH SEHAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasa...
Literasi Multimodal: Teori, Desain, dan Aplikasi
Literasi Multimodal: Teori, Desain, dan Aplikasi
Buku ini bertujuan untuk pengembangan strategi dan model paket pelajaran atau mata kuliah dengan menawarkan contoh-contoh strategi instruksional yang memiliki landasan teori dan be...
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Literasi merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, rendahnya tingkat literasi di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, menj...
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 telah merilis hasil kompetensi siswa. Dari ketiga kompetensi yang dinilai, kompetensi literasi siswa paling rendah. M...

Back to Top