Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMIKIRAN WUJUDIYAH HAMZAH FANSURI DAN KRITIK NURUDIN AL-RANIRI

View through CrossRef
Penelitian dengan judul “Pemikiran Wujudiyah Hamzah Fansuri dan KritikNurudin Al-Raniri” bertujuan untuk mengetahui: (1) Corak pemikiran wujudiyah HamzahFansuri;(2) Alasan mengapa Nuruddin al-Raniri mengkritik pemikiran Hamzah Fansuri,dan (3) Bagaimana kritik Nuruddin al-Raniri terhadap pemikiran Hamzah Fansuridilakukan.Corak pemikiran wujudiyah Hamzah Fansuri adalah sebagai berikut. Pertama,pada hakekatnya zat dan wujud Tuhan sama dengan zat dan wujud alam. Kedua, tajallialam dari zat dan wujud Tuhan pada tataran awal adalah Nur Muhammad. Ketiga, NurMuhammad adalah sumber segala khalq Allah. Keempat, manusia sebagai mikrokosmosharus berusaha mencapai kebersamaan dengan Tuhan. Kelima, manusia yang berhasilmencapai kebersamaan dengan Tuhan adalah manusia yang telah mencapai kesempurnaan.Alasan utama Nuruddin al-Raniri mengkritisi dan sekaligus menolak pemikiranHamzah Fansuri adalah didasarkan adanya kekhawatiran bahwa ajaran yang disebarkanHamzah Fansuri tersebut akan menyesatkan pemikiran orang-orang awam. BagaimanaNuruddin al-Raniri menghadapi ajaran Hamzah Fansuri adalah dengan menggunakan duapendekatan. Pendekatan pertama bercorak intelektual, yaitu dengan menulis berbagai kitabdan tulisan yang menjelaskan kerancuan-kerancuan sejarah kaum wujudiyah dansekaligus bantahan terhadap faham wujudiyah. Selain itu, ia juga mengadakan debatterbuka melawan pengikut wujudiyah. Pendekatan kedua bercorak kekuasaan, yaitumeminta penguasa untuk melarang peredaran tulisan-tulisan yang memuat ajaran wahdahal-wujud dan bahkan memusnahkan buku-buku tersebut.THOUGHT OF WUJUDIYAH HAMZAH FANSURI ANDCRITICISM OF NURUDIN AL-RANIRIThis study aims to find out: 1) the thought of Wujudiyah Hamzah Fansuri; 2) Thereason Nuruddin al-Raniri criticized Hamzah Fansuri's thought, and (3) the ways in whichNuruddin al-Raniri faced Hamzah Fansuri's thoughts. The style of thinking of WujudiyahHamzah Fansuri is as follows. First, the substance and form of God are essentially thesame as substances and forms of nature. Second, the nature of tajalli from the substanceand form of God at the initial level is Nur Muhammad. Third, Nur Muhammad is thesource of all the khalq of Allah. Fourth, humans as microcosmos must try to achievetogetherness with God. Fifth, humans who succeed in achieving togetherness with God arehuman beings who have achieved perfection. The main reason for Nuruddin al-Raniricriticizing and rejecting Hamzah Fansuri's thinking was based on the concern that theteachings spread by Hamzah Fansuri would mislead the minds of ordinary people. Thereare two approaches used by Nuruddin al-Raniri in dealing with the teachings of Hamzah Fansuri: 1) intellectual approach, by writing various books that explain the historicalambiguities of the Wujudiyah and at the same time denial of Wujudiyah ideology andopen debate against wujudiyah followers; 2) power approach, by asking the authorities toban the circulation of writings that contain the teachings of wahdah al-wujud and evendestroy the books.
Universitas Negeri Yogyakarta
Title: PEMIKIRAN WUJUDIYAH HAMZAH FANSURI DAN KRITIK NURUDIN AL-RANIRI
Description:
Penelitian dengan judul “Pemikiran Wujudiyah Hamzah Fansuri dan KritikNurudin Al-Raniri” bertujuan untuk mengetahui: (1) Corak pemikiran wujudiyah HamzahFansuri;(2) Alasan mengapa Nuruddin al-Raniri mengkritik pemikiran Hamzah Fansuri,dan (3) Bagaimana kritik Nuruddin al-Raniri terhadap pemikiran Hamzah Fansuridilakukan.
Corak pemikiran wujudiyah Hamzah Fansuri adalah sebagai berikut.
Pertama,pada hakekatnya zat dan wujud Tuhan sama dengan zat dan wujud alam.
Kedua, tajallialam dari zat dan wujud Tuhan pada tataran awal adalah Nur Muhammad.
Ketiga, NurMuhammad adalah sumber segala khalq Allah.
Keempat, manusia sebagai mikrokosmosharus berusaha mencapai kebersamaan dengan Tuhan.
Kelima, manusia yang berhasilmencapai kebersamaan dengan Tuhan adalah manusia yang telah mencapai kesempurnaan.
Alasan utama Nuruddin al-Raniri mengkritisi dan sekaligus menolak pemikiranHamzah Fansuri adalah didasarkan adanya kekhawatiran bahwa ajaran yang disebarkanHamzah Fansuri tersebut akan menyesatkan pemikiran orang-orang awam.
BagaimanaNuruddin al-Raniri menghadapi ajaran Hamzah Fansuri adalah dengan menggunakan duapendekatan.
Pendekatan pertama bercorak intelektual, yaitu dengan menulis berbagai kitabdan tulisan yang menjelaskan kerancuan-kerancuan sejarah kaum wujudiyah dansekaligus bantahan terhadap faham wujudiyah.
Selain itu, ia juga mengadakan debatterbuka melawan pengikut wujudiyah.
Pendekatan kedua bercorak kekuasaan, yaitumeminta penguasa untuk melarang peredaran tulisan-tulisan yang memuat ajaran wahdahal-wujud dan bahkan memusnahkan buku-buku tersebut.
THOUGHT OF WUJUDIYAH HAMZAH FANSURI ANDCRITICISM OF NURUDIN AL-RANIRIThis study aims to find out: 1) the thought of Wujudiyah Hamzah Fansuri; 2) Thereason Nuruddin al-Raniri criticized Hamzah Fansuri's thought, and (3) the ways in whichNuruddin al-Raniri faced Hamzah Fansuri's thoughts.
The style of thinking of WujudiyahHamzah Fansuri is as follows.
First, the substance and form of God are essentially thesame as substances and forms of nature.
Second, the nature of tajalli from the substanceand form of God at the initial level is Nur Muhammad.
Third, Nur Muhammad is thesource of all the khalq of Allah.
Fourth, humans as microcosmos must try to achievetogetherness with God.
Fifth, humans who succeed in achieving togetherness with God arehuman beings who have achieved perfection.
The main reason for Nuruddin al-Raniricriticizing and rejecting Hamzah Fansuri's thinking was based on the concern that theteachings spread by Hamzah Fansuri would mislead the minds of ordinary people.
Thereare two approaches used by Nuruddin al-Raniri in dealing with the teachings of Hamzah Fansuri: 1) intellectual approach, by writing various books that explain the historicalambiguities of the Wujudiyah and at the same time denial of Wujudiyah ideology andopen debate against wujudiyah followers; 2) power approach, by asking the authorities toban the circulation of writings that contain the teachings of wahdah al-wujud and evendestroy the books.

Related Results

AJARAN WUJUDIYAH MENURUT NURUDDIN AR-RANIRI
AJARAN WUJUDIYAH MENURUT NURUDDIN AR-RANIRI
Abstract. In the 16th and 17th centuries, the influence and power of  Aceh Kingdom reached the sumatra Island and Malay peninsula. Also at that time, Aceh kingdom has acheived a lo...
DARI WUJUDIYAH KE MA’RIFAH: GENEOLOGI TASAWUF HAMZAH FANSURI
DARI WUJUDIYAH KE MA’RIFAH: GENEOLOGI TASAWUF HAMZAH FANSURI
Secara umum, ajaran tasawuf Hamzah Fansuri disebut sebagai ajaran Wujǔdiyah. Secara geneologi, kata wujǔdiyah tidak ditemukan dalam karya-karya Hamzah Fansuri. Kata tersebut justru...
Dialektika Filsafat Islam Sufistik Wujuddiyah Di Indonesia
Dialektika Filsafat Islam Sufistik Wujuddiyah Di Indonesia
The first Islamic philosophy that emerged in Indonesia was the Islamic philosophy that had been linked to Sufism, or Sufistic Islamic philosophy, namely Islamic philosophy in Sufis...
Pemikiran Islam Hamzah Al-Fansuri
Pemikiran Islam Hamzah Al-Fansuri
Hamzah al-Fansuri merupakan salah satu tokoh sufi Nusantara yang berperan penting dalam perkembangan pemikiran Islam pada abad ke-16 di wilayah Aceh. Melalui karya-karya berbentuk ...
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
Art criticism is a process of evaluating and inputting a work of art. The purpose of doing art criticism is to provide improvements to a work of art to make it even better. The met...
THE MALAY EPISTEMOLOGICAL BACKGROUND IN THE ISLAMIC WRITINGS OF HAMZAH FANSŪRĪ
THE MALAY EPISTEMOLOGICAL BACKGROUND IN THE ISLAMIC WRITINGS OF HAMZAH FANSŪRĪ
The study of Hamzah Fansūrī’s writings has long been focused on understanding its connection to Islamic philosophy rather than its indigenous philosophical origins. The objective o...
A Newly Discovered Manuscript: Second Version of Syarh Rubai of Hamzah Fansuri Written by Syamsuddin Al Sumatrani
A Newly Discovered Manuscript: Second Version of Syarh Rubai of Hamzah Fansuri Written by Syamsuddin Al Sumatrani
In the paper we provide a report on the discovery of a manuscript containing Syarh Rubai of Hamzah Fansuri written by his disciple Syamsuddin Al Sumatrani, which was found in the M...
Wahdatul Wujud dalam Perspektif Hamzah Al Fansuri dan Syeikh Siti Jennar
Wahdatul Wujud dalam Perspektif Hamzah Al Fansuri dan Syeikh Siti Jennar
Abstract: Wahdatul Wujud in the Perspective of Hamzah Al Fansur and Sheikh Siti Jennar. One of the early figures who spread Sufism in the archipelago was Shaykh Siti Jenar, who was...

Back to Top