Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Refleksi Konsep Sufistik Perempuan: Tinjauan terhadap Naskah Raden Dewi Murtasiya

View through CrossRef
Sufi figures serve as inspirational narratives capable of shaping the social construct of Sufic dynamics studied by women. The representation of Raden Murtasiya as a spiritual figure in ancient Javanese manuscripts provides profound insights into understanding domestic family relationships through a Sufi perspective. This study aims to examine the reflection of Raden Murtasiya as a symbol of female Sufism within the Raden Murtasiya manuscript. The Sufi teachings in this text practice the values of asceticism (zuhd), patience (sabr), and sincerity (ikhlas) as the foundation for bridging Sufic principles with the domestic sphere. Using a philological approach, the methodology encompasses manuscript inventory, description, transliteration, and translation. This research utilizes a comparative study between the Raden Murtasiya manuscript from the British Library (Endangered Archives Programme) and the collection of the Sonobudyo Museum as documented in Fajar Wijanarko’s work. The findings indicate that Raden Murtasiya exemplifies an expressive and active form of Sufism. The Sufic values within this manuscript foster spiritual consciousness through Raden Murtasiya's journey. === Tokoh sufi menjadi kisah inspiratif yang mampu memberikan konstruk sosial terhadap dinamika tasawuf yang dipelajari oleh perempuan. Representasi Raden Murtasiya sebagai tokoh spritual pada naskah kuno Jawa, memberikan pemahaman dalam memahami hubungan domestik keluarga perspektif tasawuf. Penelitian ini bertujuan untuk melihat refleksi Raden Murtasiya sebagai simbol sufi perempuan pada naskah Raden Murtasiya.  Ajaran tasawuf pada pada naskah Raden Murtasiya mengamalkann nilai-nilai kezuhudan, sabar, kemudian ikhlas sebagai dasar ajaran antara nilai tasawuf dengan ranah hubungan rumah tangga. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan filologi dimulai dari Inventarisasi naskah, deskripsi naskah, transliterasi, dan terjemahan. Perbandingan naskah yang digunakan ialah naskah Raden Murtasiya koleksi the British Library (Endangered Archive Programme) dan koleksi Museum Sonobudyo dari buku Karya Fajar Wijanarko. Hasil penelitian ini menunjukkan Raden Murtasiya menunjukkan ajaran tasawuf yang ekspresif dan aktif. Nilai-nilai sufistik pada naskah ini dapat membentuk kesadaran spritual melalui perjalanan Raden Murtasiya.
Masyarakat Pernaskahan Nusantara
Title: Refleksi Konsep Sufistik Perempuan: Tinjauan terhadap Naskah Raden Dewi Murtasiya
Description:
Sufi figures serve as inspirational narratives capable of shaping the social construct of Sufic dynamics studied by women.
The representation of Raden Murtasiya as a spiritual figure in ancient Javanese manuscripts provides profound insights into understanding domestic family relationships through a Sufi perspective.
This study aims to examine the reflection of Raden Murtasiya as a symbol of female Sufism within the Raden Murtasiya manuscript.
The Sufi teachings in this text practice the values of asceticism (zuhd), patience (sabr), and sincerity (ikhlas) as the foundation for bridging Sufic principles with the domestic sphere.
Using a philological approach, the methodology encompasses manuscript inventory, description, transliteration, and translation.
This research utilizes a comparative study between the Raden Murtasiya manuscript from the British Library (Endangered Archives Programme) and the collection of the Sonobudyo Museum as documented in Fajar Wijanarko’s work.
The findings indicate that Raden Murtasiya exemplifies an expressive and active form of Sufism.
The Sufic values within this manuscript foster spiritual consciousness through Raden Murtasiya's journey.
=== Tokoh sufi menjadi kisah inspiratif yang mampu memberikan konstruk sosial terhadap dinamika tasawuf yang dipelajari oleh perempuan.
Representasi Raden Murtasiya sebagai tokoh spritual pada naskah kuno Jawa, memberikan pemahaman dalam memahami hubungan domestik keluarga perspektif tasawuf.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat refleksi Raden Murtasiya sebagai simbol sufi perempuan pada naskah Raden Murtasiya.
 Ajaran tasawuf pada pada naskah Raden Murtasiya mengamalkann nilai-nilai kezuhudan, sabar, kemudian ikhlas sebagai dasar ajaran antara nilai tasawuf dengan ranah hubungan rumah tangga.
Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan filologi dimulai dari Inventarisasi naskah, deskripsi naskah, transliterasi, dan terjemahan.
Perbandingan naskah yang digunakan ialah naskah Raden Murtasiya koleksi the British Library (Endangered Archive Programme) dan koleksi Museum Sonobudyo dari buku Karya Fajar Wijanarko.
Hasil penelitian ini menunjukkan Raden Murtasiya menunjukkan ajaran tasawuf yang ekspresif dan aktif.
Nilai-nilai sufistik pada naskah ini dapat membentuk kesadaran spritual melalui perjalanan Raden Murtasiya.

Related Results

Catatan Editor: Langkah JPS dalam situasi pandemi dan pengantar Vol. 18 (3) tentang budaya, identitas, dan relasi antarkelompok
Catatan Editor: Langkah JPS dalam situasi pandemi dan pengantar Vol. 18 (3) tentang budaya, identitas, dan relasi antarkelompok
Salam sejahtera, Tahun 2020 ini merupakan tahun yang menantang bagi kita semua. Awal tahun diwarnai dengan berbagai peristiwa, diantaranya politik global yang memanas serta perist...
-
-
Artikel ini berjudul naskah hata poda pakon tabas-tabasni raja-raja Simalungun na hinan (no. inv. 920/07.116/2025) koleksi Museum Negeri Sumatera Utara tinjauan: kearifan lokal dan...
WANDANING RINGGIT WACUCAL DALAM KAJIAN FILOLOGIS
WANDANING RINGGIT WACUCAL DALAM KAJIAN FILOLOGIS
Tujuan penelitian ini adalah sajian berupa deskripsi naskah Wandaning Ringgit Wacucal, transliterasi dan suntingan naskah Wandaning Ringgit Wacucal, serta terjemahan teks Wandaning...
Pesan dari Managing Editor
Pesan dari Managing Editor
Salam sejahtera, Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. ...
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
This research discusses of rituals for Dewi Kwan Im celebration that is the day Dewi Kwan Im leaving the world. Dewi Kwan Im is the Goddess who was highly respected by Khonghucu pe...
Representation of Gender Ideology in the Novel Raden Dewi Sartika by E. Rokajat Asura
Representation of Gender Ideology in the Novel Raden Dewi Sartika by E. Rokajat Asura
The novel Raden Dewi Sartika is a graphic novel by E. Rokajat Asura. Through this novel the author represents the struggle of the character Raden Dewi Sartika in fighting for women...
MANAJEMEN “SEKOLAH KAOETAMAAN ISTRI” RADEN DEWI SARTIKA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KAUM WANITA SUNDA
MANAJEMEN “SEKOLAH KAOETAMAAN ISTRI” RADEN DEWI SARTIKA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KAUM WANITA SUNDA
Abstract This study aims to reveal information about his struggle in improving the quality of education of Sundanese women, more specifically in their skills. The vision carried by...
Naskah-Naskah Keislaman Pandalungan
Naskah-Naskah Keislaman Pandalungan
This paper is more of a report on preservation, conservation, and reconstruction activities of Islamic intellectual heritage through the inventory of manuscripts found in the Panda...

Back to Top