Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REHUMANISASI LINGKUNGAN ANAK TERLANTAR: PENGINGKATAN KUALITAS HIDUP ANAK MELALUI ARSITEKTUR EMPATI

View through CrossRef
Homeless children are a highly vulnerable group in society and often face difficulties in accessing quality education. The harsh living conditions of these children have sacrificed their childhood and forced them to live on the streets to meet their basic needs. Additionally, the lack of attention from parents who exploit their children for family economic purposes is a significant problem. In this context, this research aims to design solutions through an empathetic architecture approach to address the challenges faced by homeless children, both in the education system and personal development, including their interests and talents. Through the empathetic architecture approach, a comprehensive learning environment will be implemented to help homeless children break free from the harsh environment. This learning environment will provide support in the education system and children's personal development, including identifying and nurturing their interests and talents. The topic of rehumanizing homeless children is translated into the design of an innovative and inspiring learning environment that accommodates the needs of homeless children in Cilincing. Considering factors such as comfort, safety, and creative stimulation for the children. Additionally, the empathetic architecture approach will prioritize inclusivity, child participation, and environmental sustainability. Keywords:  education; environment; neglected; rehumanization Abstrak   Anak-anak terlantar adalah kelompok masyarakat yang sangat rentan dan seringkali mengalami kesulitan dalam memperoleh akses ke edukasi yang berkualitas. Lingkungan buruk dalam tempat tinggal anak terlantar telah mengorbankan masa kecil serta memaksa anak untuk hidup di jalanan demi memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, kurangnya perhatian dari orang tua yang memanfaatkan anak dalam perekonomian keluarga menjadi permasalahan yang signifikan. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang solusi melalui pendekatan arsitektur empati untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh anak terlantar, baik dalam sistem edukasi maupun pengembangan diri, termasuk minat dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak tersebut. Melalui pendekatan arsitektur empati, perancangan lingkungan belajar yang menyeluruh akan diimplementasikan untuk membantu anak-anak terlantar keluar dari lingkungan buruk. Lingkungan belajar ini akan memberikan dukungan dalam sistem edukasi dan pengembangan diri anak-anak, termasuk mengidentifikasi dan mendorong minat dan bakat. Topik tentang merehumanisasi anak yang terlantar diterjemahkan menjadi perancangan lingkungan belajar yang inovatif dan inspiratif yang mengakomodasi kebutuhan anak-anak terlantar di Cilincing. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kenyamanan, keamanan, dan stimulasi kreatif bagi anak-anak. Selain itu, pendekatan arsitektur empati akan memberikan perhatian khusus pada aspek inklusivitas, partisipasi anak, dan keberlanjutan lingkungan.  
Title: REHUMANISASI LINGKUNGAN ANAK TERLANTAR: PENGINGKATAN KUALITAS HIDUP ANAK MELALUI ARSITEKTUR EMPATI
Description:
Homeless children are a highly vulnerable group in society and often face difficulties in accessing quality education.
The harsh living conditions of these children have sacrificed their childhood and forced them to live on the streets to meet their basic needs.
Additionally, the lack of attention from parents who exploit their children for family economic purposes is a significant problem.
In this context, this research aims to design solutions through an empathetic architecture approach to address the challenges faced by homeless children, both in the education system and personal development, including their interests and talents.
Through the empathetic architecture approach, a comprehensive learning environment will be implemented to help homeless children break free from the harsh environment.
This learning environment will provide support in the education system and children's personal development, including identifying and nurturing their interests and talents.
The topic of rehumanizing homeless children is translated into the design of an innovative and inspiring learning environment that accommodates the needs of homeless children in Cilincing.
Considering factors such as comfort, safety, and creative stimulation for the children.
Additionally, the empathetic architecture approach will prioritize inclusivity, child participation, and environmental sustainability.
Keywords:  education; environment; neglected; rehumanization Abstrak   Anak-anak terlantar adalah kelompok masyarakat yang sangat rentan dan seringkali mengalami kesulitan dalam memperoleh akses ke edukasi yang berkualitas.
Lingkungan buruk dalam tempat tinggal anak terlantar telah mengorbankan masa kecil serta memaksa anak untuk hidup di jalanan demi memenuhi kebutuhan hidup.
Selain itu, kurangnya perhatian dari orang tua yang memanfaatkan anak dalam perekonomian keluarga menjadi permasalahan yang signifikan.
Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang solusi melalui pendekatan arsitektur empati untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh anak terlantar, baik dalam sistem edukasi maupun pengembangan diri, termasuk minat dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak tersebut.
Melalui pendekatan arsitektur empati, perancangan lingkungan belajar yang menyeluruh akan diimplementasikan untuk membantu anak-anak terlantar keluar dari lingkungan buruk.
Lingkungan belajar ini akan memberikan dukungan dalam sistem edukasi dan pengembangan diri anak-anak, termasuk mengidentifikasi dan mendorong minat dan bakat.
Topik tentang merehumanisasi anak yang terlantar diterjemahkan menjadi perancangan lingkungan belajar yang inovatif dan inspiratif yang mengakomodasi kebutuhan anak-anak terlantar di Cilincing.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kenyamanan, keamanan, dan stimulasi kreatif bagi anak-anak.
Selain itu, pendekatan arsitektur empati akan memberikan perhatian khusus pada aspek inklusivitas, partisipasi anak, dan keberlanjutan lingkungan.
 .

Related Results

PERBANDINGAN HUKUM TANAH TERLANTAR DI INDONESIA DAN MALAYSIA
PERBANDINGAN HUKUM TANAH TERLANTAR DI INDONESIA DAN MALAYSIA
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2010 dan National Land Code 1965 secara umum tanah terlantar merupakan tanah yang dengan sengaja tidak digunakan, diusahakan, dan dimanf...
ARSITEKTUR SEBAGAI TERAPI : EKSPLORASI KARAKTERISTIK ANDRA MARTIN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK TERLANTAR DI MEDAN
ARSITEKTUR SEBAGAI TERAPI : EKSPLORASI KARAKTERISTIK ANDRA MARTIN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK TERLANTAR DI MEDAN
Anak terlantar adalah anak yang tidak  mendapatkan perawatan, perlindungan dan pengasuhan dari orang tua atau wali, sehingga anak-anak tersebut  tidak memiliki kehidupan yang layak...
Analisa Yuridis Perlindungan Anak Terlantar Sebagai Kewajiban Negara Dalam Perspektif Hukum Positif Di Indonesia
Analisa Yuridis Perlindungan Anak Terlantar Sebagai Kewajiban Negara Dalam Perspektif Hukum Positif Di Indonesia
Penelitian ini berjudul Analisa Yuridis Perlindungan Anak Terlantar Sebagai Kewajiban Negara Dalam Perspektif Hukum Positif Di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk me...
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi ...
Arsitektur Dan Organisasi Komputer
Arsitektur Dan Organisasi Komputer
Artikel ini membahas tentang konsep dasar arsitektur dan organisasi komputer, jenis-jenis arsitektur komputer yang umum digunakan, serta pentingnya pengetahuan tentang arsitektur d...
PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STP SAHID MENGGUNAKAN TOGAF ADM
PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STP SAHID MENGGUNAKAN TOGAF ADM
Peningkatan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalamsuatu organisasi bertujuan untuk meningkatkan daya saing di berbagai bidang. Dalam era globalisasi, pendidikan ...
IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI SOSIAL PADA ANAK TERLANTAR DI KOTA BANDUNG
IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI SOSIAL PADA ANAK TERLANTAR DI KOTA BANDUNG
Fenomena anak terlantar di Kota Bandung memiliki perhatian khusus oleh Dinas Sosial Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk memahami implementasi Program Rehabilitasi Sosial p...

Back to Top