Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PENGARUH CAMPURAN ABU CANGKANG SAWIT DAN ABU CANGKANG BUAH GETAH KARET TERHADAP KONSOLIDASI DAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG
View through CrossRef
Penelitian bertujuan untuk menganalisis sifat fisik tanah, sifat mekanik tanah dan mengetahui pengaruh penambahan campuran abu cangkang abu cangkang sawit dan abu cangkang buah getah karet terhadap penurunan konsolidasi (Sc), daya dukung (qu) pada tanah lempung. Variasi campuran abu cangkang abu cangkang sawit 0%, 5%, 7,5%, 10% dan abu cangkang buah getah karet 5%, dengan waktu pemeraman 0 dan 3 hari. Hasil pengujian sifat fisik pada tanah lempung antara lain, kadar air (w) =43,01%, berat isi (γ) =1,59 g/cm3, berat jenis (Gs) =2,69, batas-batas Atterberg, Batas Cair (LL) =41,35%, Batas Plastis (PL) =24,95%, Batas Susut (SL) =13,53%, Indeks Plastisitas (IP) =16,39%, Analisis saringan persentase tanah lolos saringan No.200 =51,52%. Berdasarkan klasifikasi AASHTO dilihat dari hasil pengujian sifat fisik pada tanah lempung, atau tanah termasuk kedalam kondisi sedang sampai buruk dan menurut sistem USCS tanah termasuk kelompok tanah lempung anorganik dengan plastisitas rendah sampai dengan sedang. Hasil pengujian sifat mekanik tanah didapatkan nilai konsolidasi tanah lempung sebesar, Sc =0,211 cm, ( turun sebanyak 56,85% ), nilai daya dukung tanah asli yaitu, qult =1,1318 kg/cm2 dan meningkat sebesar 263,96% menjadi, qult =4,1193 kg/cm2 setelah penambahan campuran 10% abu cangkang sawit dan 5% abu cangkang buah getah karet dengan pemeraman 3 hari.
Title: ANALISIS PENGARUH CAMPURAN ABU CANGKANG SAWIT DAN ABU CANGKANG BUAH GETAH KARET TERHADAP KONSOLIDASI DAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG
Description:
Penelitian bertujuan untuk menganalisis sifat fisik tanah, sifat mekanik tanah dan mengetahui pengaruh penambahan campuran abu cangkang abu cangkang sawit dan abu cangkang buah getah karet terhadap penurunan konsolidasi (Sc), daya dukung (qu) pada tanah lempung.
Variasi campuran abu cangkang abu cangkang sawit 0%, 5%, 7,5%, 10% dan abu cangkang buah getah karet 5%, dengan waktu pemeraman 0 dan 3 hari.
Hasil pengujian sifat fisik pada tanah lempung antara lain, kadar air (w) =43,01%, berat isi (γ) =1,59 g/cm3, berat jenis (Gs) =2,69, batas-batas Atterberg, Batas Cair (LL) =41,35%, Batas Plastis (PL) =24,95%, Batas Susut (SL) =13,53%, Indeks Plastisitas (IP) =16,39%, Analisis saringan persentase tanah lolos saringan No.
200 =51,52%.
Berdasarkan klasifikasi AASHTO dilihat dari hasil pengujian sifat fisik pada tanah lempung, atau tanah termasuk kedalam kondisi sedang sampai buruk dan menurut sistem USCS tanah termasuk kelompok tanah lempung anorganik dengan plastisitas rendah sampai dengan sedang.
Hasil pengujian sifat mekanik tanah didapatkan nilai konsolidasi tanah lempung sebesar, Sc =0,211 cm, ( turun sebanyak 56,85% ), nilai daya dukung tanah asli yaitu, qult =1,1318 kg/cm2 dan meningkat sebesar 263,96% menjadi, qult =4,1193 kg/cm2 setelah penambahan campuran 10% abu cangkang sawit dan 5% abu cangkang buah getah karet dengan pemeraman 3 hari.
Related Results
PENGARUH ADANYA MATERIAL BERPORI TERHADAP KARAKTERISTIK KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG LUNAK LAHAN BASAH
PENGARUH ADANYA MATERIAL BERPORI TERHADAP KARAKTERISTIK KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG LUNAK LAHAN BASAH
Salah satu cara untuk mempercepat aliran air maupun laju konsolidasi tanah lempung lunak lahan basah yaitu dengan menambahkan material porous didalam tanah maupun menggunakan drain...
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN LIMBAH CANGKANG TELUR DAN ABU BATOK KELAPA TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN LIMBAH CANGKANG TELUR DAN ABU BATOK KELAPA TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG
Abstrak
Ruas jalan Madukara-Pagentan, Kecamatan Pagentan merupakan jalan yang mehubungkan antara Kecamatan Pagentan dengan Kecamatan Pejawaran. Lokasi pengambilan tanah ruas ja...
Penulangan Perkerasan Lentur Di Atas Tanah Lempung Lunak Menggunakan Anyaman Karet Ban Bekas
Penulangan Perkerasan Lentur Di Atas Tanah Lempung Lunak Menggunakan Anyaman Karet Ban Bekas
Pekerasan lentur merupakan jenis perkerasan dengan material berupa campuran agregat dengan aspal. Pada jenis pekerasan ini, beban kendaraan diteruskan ke tanah dasar dengan sebaran...
RASIO DAYA DUKUNG TIANG RENCANA TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG AKTUAL
RASIO DAYA DUKUNG TIANG RENCANA TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG AKTUAL
Prediksi daya dukung tiang rencana dari beberapa metode statis dan dinamis sering ditemui tidak sesuai denga daya dukung aktual di lapangan. Daya dukung tiang rencana tersebut haru...
STUDI PENGGUNAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT UNTUK FILLER LAPISAN PONDASI ATAS PERKERASAN JALAN
STUDI PENGGUNAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT UNTUK FILLER LAPISAN PONDASI ATAS PERKERASAN JALAN
Penggunaan abu cangkang kelapa sawit untuk filler lapisan pondasi atas jalan ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan peningkatan kualitas campuran material dengan menggunakan n...
PENINGKATAN KAPASITAS DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG DI CANGAR MELALUI STABILISASI DENGAN BATU KAPUR
PENINGKATAN KAPASITAS DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG DI CANGAR MELALUI STABILISASI DENGAN BATU KAPUR
Tanah dasar merupakan bagian terpenting pada suatu pembangunan dalam bidang konstruksi baik itu jalan, gedung, ataupun jembatan. Menjaga kestabilan tanah, khususnya perkuatan tanah...
Praktik Penimbangan dalam Transaksi Jual Beli Getah Karet Perspektif Fikih Muamalah
Praktik Penimbangan dalam Transaksi Jual Beli Getah Karet Perspektif Fikih Muamalah
Abstract. Weighing Practice in rubber latex trading transactions is an activity of the community in Gading Sari Village where they have been buying and selling rubber latex for yea...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...

