Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penanggulangan Longsor Dengan Dinding Penahan Tanah Atau Retaining Wall (Ruas Muara Teweh-Benangin STA 50+800)

View through CrossRef
Longsor merupakan peristiwa bergeraknya material penyusun lereng akibat terganggunya kestabilan lereng, yang dipengaruhi oleh faktor morfologi, sifat fisik dan mekanik tanah, serta kondisi hidrologi. Kasus longsor yang terjadi pada Ruas Jalan Muara Teweh–Benangin STA 50+800 menunjukkan pentingnya perencanaan infrastruktur yang memperhatikan karakteristik tanah agar tidak membahayakan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai safety factor (SF) awal lereng, menganalisis pemodelan dinding penahan tanah (retaining wall), serta mengevaluasi perubahan nilai safety factor setelah diberi perkuatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus menggunakan data sekunder hasil pengujian lapangan dan laboratorium yang dianalisis melalui metode elemen hingga (FEM) dengan bantuan program PLAXIS 2D. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai safety factor (SF) awal lereng sebesar 2,169, namun melalui back analysis diperoleh nilai SF sebesar 1,057 yang mengindikasikan kondisi tidak stabil dan berisiko tinggi longsor. Untuk itu direncanakan dinding penahan tanah tipe kantilever dengan spesifikasi tinggi 4 m, lebar 0,2 m, panjang heel 1,5 m, panjang toe 1 m, tebal dinding batang bawah 0,4 m. Analisis stabilitas lereng setelah diberi perkuatan menunjukkan peningkatan nilai safety factor (SF) menjadi 1,690, yang menandakan lereng telah berada dalam kondisi aman dari risiko kelongsoran
Title: Penanggulangan Longsor Dengan Dinding Penahan Tanah Atau Retaining Wall (Ruas Muara Teweh-Benangin STA 50+800)
Description:
Longsor merupakan peristiwa bergeraknya material penyusun lereng akibat terganggunya kestabilan lereng, yang dipengaruhi oleh faktor morfologi, sifat fisik dan mekanik tanah, serta kondisi hidrologi.
Kasus longsor yang terjadi pada Ruas Jalan Muara Teweh–Benangin STA 50+800 menunjukkan pentingnya perencanaan infrastruktur yang memperhatikan karakteristik tanah agar tidak membahayakan pengguna.
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai safety factor (SF) awal lereng, menganalisis pemodelan dinding penahan tanah (retaining wall), serta mengevaluasi perubahan nilai safety factor setelah diberi perkuatan.
Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus menggunakan data sekunder hasil pengujian lapangan dan laboratorium yang dianalisis melalui metode elemen hingga (FEM) dengan bantuan program PLAXIS 2D.
Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai safety factor (SF) awal lereng sebesar 2,169, namun melalui back analysis diperoleh nilai SF sebesar 1,057 yang mengindikasikan kondisi tidak stabil dan berisiko tinggi longsor.
Untuk itu direncanakan dinding penahan tanah tipe kantilever dengan spesifikasi tinggi 4 m, lebar 0,2 m, panjang heel 1,5 m, panjang toe 1 m, tebal dinding batang bawah 0,4 m.
Analisis stabilitas lereng setelah diberi perkuatan menunjukkan peningkatan nilai safety factor (SF) menjadi 1,690, yang menandakan lereng telah berada dalam kondisi aman dari risiko kelongsoran.

Related Results

Analisis Stabilitas Dinding Penahan Tanah Tipe Kantilever, Gravitasi, dan Sheet Pile
Analisis Stabilitas Dinding Penahan Tanah Tipe Kantilever, Gravitasi, dan Sheet Pile
Permukaan bumi memiliki bentuk yang tidak rata atau membentuk kemiringan sehingga terjadi perbedaan elevasi muka tanah. Perbedaan elevasi muka tanah memiliki potensi terjadinya lon...
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH RETAINING WALL DAM KATAPIANG JORONG BINU NAGARI KAMANG HILIA KECAMATAN KAMANG MAGEK
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH RETAINING WALL DAM KATAPIANG JORONG BINU NAGARI KAMANG HILIA KECAMATAN KAMANG MAGEK
Tanah merupakan lapisan permukaan bumi yang sangat dinamis, perubahannya dipengaruhi oleh air, udara dan pergeseran lempeng bumi. Salah satu akibat dari perubahan  itu adalah adany...
Penanganan Longsoran Jalan Nasional Dengan Dinding Penahan Tanah Tipe Kantilever
Penanganan Longsoran Jalan Nasional Dengan Dinding Penahan Tanah Tipe Kantilever
Penelitian ini berjudul “ Penanganan Longsoran Jalan Nasional Dengan Dinding Penahahan Tanah Tipe Kantilever”. Penelitian dilatarbelakangi bahwa jalan nasional sta 4+600, ruas 038 ...
ANALISIS STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH DENGAN PLAXIS 2D
ANALISIS STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH DENGAN PLAXIS 2D
Dinding penahan tanah adalah sebuah struktur yang didesain dan dibangun untuk menahan tekanan lateral tanah ketika terdapat perubahan dalam elevasi tanah yang melampaui sudut geser...
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Bencana tanah longsor telah melanda ruas jalan Ende-Maumere Kilometer 17, Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu malam, ta...
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PT. BANK BNI CABANG MUARA TEWEH
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PT. BANK BNI CABANG MUARA TEWEH
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak yang dilakukan PT. Kinerja pegawai Bank BNI Cabang Muara Teweh dikenakan sehubungan dengan kompensasi finansial. Penelit...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...

Back to Top