Javascript must be enabled to continue!
Biokomposit Hidrogel dengan Ekstrak Centella asiatica sebagai Penutup Luka
View through CrossRef
Abstract—When wounds occur on skin, cell regeneration and healing process will occur. Imperfect cell regeneration will end up leaving ugly scars. Any open wounds will have a high chance of being infected, further slowing the healing processes. The bacteria involved in wound infection are as follow: Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The usage of current medical adhesive to cover wound has many implications: cannot be used multiple times and untuk may end up resulting in MARSI (Medical Adhesive-Related Skin Injuries). To solve those problems, this research aims to find an alternative wound dressing that are able to solve the problems mentioned earlier. The synthesis of biocomposite hydrogel consists of bacterial cellulose mixed with gelatin with the crosslinker agent glutaraldehyde. The mixture is then given the wild herbs Centella asiatica extract as an active ingredient. It has been found that the best formulation consists of using 10% gelatine: bacterial cellulose paste with the ratio 200:1 with the total glutaraldehyde concentration of 1%. Furthermore, Centella asiatica 10% are not able to penetrate the human model skin, and did not exhibit any antimicrobial activity against Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, and Staphylococcus aureus.
Keywords: biocomposite hydrogel, nata de coco, bacterial cellulose, gelatine, centella asiatica extract, wound dressing
Abstrak—Ketika luka terjadi pada kulit, regenerasi sel dan proses penyembuhan akan terjadi. Regenerasi sel yang tidak sempurna dapat menghasilkan bekas luka yang kurang enak dipandang. Selain itu, luka terbuka berisiko terinfeksi oleh patogen sehingga penyembuhan akan terhambat. Bakteri yang berperan pada infeksi luka adalah Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penggunaan medical adhesive untuk menutup luka punya banyak kekurangan yaitu penggunaannya tidak bisa dilakukan berulang dan dapat menyebabkan MARSI (Medical Adhesive-Related Skin Injuries), yaitu berbagai komplikasi dan luka pada kulit yang ditempeli dengan produk tersebut. Untuk mengatasi pemasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif penutup luka terbaru yang dapat mengatasi permasalahan yang telah disebutkan. Pembuatan hidrogel biokomposit terdiri dari selulosa bakteri yang direaksikan dengan gelatin menggunakan agen crosslinker glutaraldehida. Campuran kemudian ditambahkan bahan aktif dari ekstrak tanaman liar Centella asiatica. Didapatkan formulasi terbaik menggunakan perbandingan 10% gelatin:pasta selulosa bakteri = 200:1 dengan konsentrasi total glutaraldehida sebanyak 1%. Selain itu, ekstrak Centella asiatica 10% juga tidak dapat mempenetrasi model kulit manusia, serta tidak memiliki aktivitas antibakteri baik pada Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus.
Kata kunci: hidrogel biokomposit, nata de coco, selulosa bakteri, gelatin, ekstrak centella asiatica, penutup luka
Title: Biokomposit Hidrogel dengan Ekstrak Centella asiatica sebagai Penutup Luka
Description:
Abstract—When wounds occur on skin, cell regeneration and healing process will occur.
Imperfect cell regeneration will end up leaving ugly scars.
Any open wounds will have a high chance of being infected, further slowing the healing processes.
The bacteria involved in wound infection are as follow: Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli and Staphylococcus aureus.
The usage of current medical adhesive to cover wound has many implications: cannot be used multiple times and untuk may end up resulting in MARSI (Medical Adhesive-Related Skin Injuries).
To solve those problems, this research aims to find an alternative wound dressing that are able to solve the problems mentioned earlier.
The synthesis of biocomposite hydrogel consists of bacterial cellulose mixed with gelatin with the crosslinker agent glutaraldehyde.
The mixture is then given the wild herbs Centella asiatica extract as an active ingredient.
It has been found that the best formulation consists of using 10% gelatine: bacterial cellulose paste with the ratio 200:1 with the total glutaraldehyde concentration of 1%.
Furthermore, Centella asiatica 10% are not able to penetrate the human model skin, and did not exhibit any antimicrobial activity against Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, and Staphylococcus aureus.
Keywords: biocomposite hydrogel, nata de coco, bacterial cellulose, gelatine, centella asiatica extract, wound dressing
Abstrak—Ketika luka terjadi pada kulit, regenerasi sel dan proses penyembuhan akan terjadi.
Regenerasi sel yang tidak sempurna dapat menghasilkan bekas luka yang kurang enak dipandang.
Selain itu, luka terbuka berisiko terinfeksi oleh patogen sehingga penyembuhan akan terhambat.
Bakteri yang berperan pada infeksi luka adalah Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Penggunaan medical adhesive untuk menutup luka punya banyak kekurangan yaitu penggunaannya tidak bisa dilakukan berulang dan dapat menyebabkan MARSI (Medical Adhesive-Related Skin Injuries), yaitu berbagai komplikasi dan luka pada kulit yang ditempeli dengan produk tersebut.
Untuk mengatasi pemasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif penutup luka terbaru yang dapat mengatasi permasalahan yang telah disebutkan.
Pembuatan hidrogel biokomposit terdiri dari selulosa bakteri yang direaksikan dengan gelatin menggunakan agen crosslinker glutaraldehida.
Campuran kemudian ditambahkan bahan aktif dari ekstrak tanaman liar Centella asiatica.
Didapatkan formulasi terbaik menggunakan perbandingan 10% gelatin:pasta selulosa bakteri = 200:1 dengan konsentrasi total glutaraldehida sebanyak 1%.
Selain itu, ekstrak Centella asiatica 10% juga tidak dapat mempenetrasi model kulit manusia, serta tidak memiliki aktivitas antibakteri baik pada Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus.
Kata kunci: hidrogel biokomposit, nata de coco, selulosa bakteri, gelatin, ekstrak centella asiatica, penutup luka.
Related Results
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
Kelayakan Masker Daun Pegagan (Centella Asiatica) Sebagai Perawatan Kulit Wajah Menua (Anti Aging)
Kelayakan Masker Daun Pegagan (Centella Asiatica) Sebagai Perawatan Kulit Wajah Menua (Anti Aging)
Penelitian ini dilatar belakangi dari masalah yang terjadi pada kulit wajah salah satunya terjadi penuan, yang disebabkan oleh factor ekstrinsik dan instrinsik. Penelitian ini bert...
CENTELLA ASIATICA EXTRACT INCREASED ON THE LEVEL OF INTERLEUKIN 6 (IL-6) IN MICE
CENTELLA ASIATICA EXTRACT INCREASED ON THE LEVEL OF INTERLEUKIN 6 (IL-6) IN MICE
Salmonellosis is still problem in many developing countries including Indonesia. Themain problem in controlling and handling the disease is that only few antibiotics are availablet...
UJI EFEK EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI KULIT KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
UJI EFEK EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI KULIT KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
Abstract: Aloe vera has been used for thousands years to treat burns, hair loss, skin infections, sinus inflamation and gastro-intestinal tract pain. Previous researches showed tha...
Karakteristik Pasien Luka Bakar Rawat Inap
Karakteristik Pasien Luka Bakar Rawat Inap
Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang dapat diakibatkan oleh panas, listrik, atau zat kimia. Ini merupakan salah satu tantangan besar dalam bidang kesehatan glo...
Efektivitas Konsumsi Jus Nanas dan Madu terhadap Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Post Partum
Efektivitas Konsumsi Jus Nanas dan Madu terhadap Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Post Partum
Latar Belakang: Latar belakang: Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Jika penanganan luka perineum tidak ...
Ekspresi Transforming Growth Faktor Beta 1 (Tgfß) Pada Luka Diabetes Melitus Melalui Perawatan Luka Dengan Modern Dressing : Literature Review
Ekspresi Transforming Growth Faktor Beta 1 (Tgfß) Pada Luka Diabetes Melitus Melalui Perawatan Luka Dengan Modern Dressing : Literature Review
Transforming Growth Factor Beta 1 (TGFß) merupakan salah satu faktor pertumbuhan yang memiliki peran penting dalam proses penyembuhan luka. Pentingnya pemahaman tentang ekspresi TG...
Perbandingan Efek Getah Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L) dengan Lendir Bekicot (Achantina Fulica) terhadap Lama Penyembuhan Luka pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster
Perbandingan Efek Getah Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L) dengan Lendir Bekicot (Achantina Fulica) terhadap Lama Penyembuhan Luka pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster
Abstract. A wound is a break in body tissue from the epithelial layer of the skin to the inner layer, such as subcutaneous tissue, fat, muscle, and bone. Jatropha sap and snail sli...

