Javascript must be enabled to continue!
Akses Perempuan Pada Kebun Kelapa: Kajian Berspektif Feminisme Sosialis
View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji akses perempuan dalam seluruh rangkaian proses produksi kopra di kepulauan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan, dengan menggunakan pendekatan feminisme sosialis sebagai kerangka analisis. Studi ini menemukan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam aktivitas domestik, tetapi juga mengambil bagian secara aktif dalam setiap tahap produksi kopra, mulai dari pengupasan, pembelahan, pemotongan daging kelapa, hingga pemisahan tempurung dan pengemasan produk akhir. Adanya akses dan kontrol perempuan dalam proses ini telah terbukti tetap menjaga kualitas hasil produksi dan keberlanjutan ekonomi lokal. Meski demikian, temuan juga menunjukkan adanya ketidaksetaraan struktural, dimana kerja perempuan sering kali dipandang sebagai tugas tambahan dan kurang mendapatkan pengakuan ekonomi yang layak. Melalui perspektif feminisme sosialis, penelitian ini menyoroti bagaimana kapitalisme dan patriarki secara bersamaan menciptakan sistem yang mengatur akses perempuan. Studi ini merekomendasikan pentingnya penguatan posisi tawar perempuan melalui kelembagaan koperasi produksi berbasis komunitas serta peningkatan akses mereka maupun kontrol ekonomi. Dengan demikian, pemberdayaan perempuan dalam sektor produksi kopra diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal hingga penguatan kelembagaan.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: Akses Perempuan Pada Kebun Kelapa: Kajian Berspektif Feminisme Sosialis
Description:
Penelitian ini mengkaji akses perempuan dalam seluruh rangkaian proses produksi kopra di kepulauan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan, dengan menggunakan pendekatan feminisme sosialis sebagai kerangka analisis.
Studi ini menemukan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam aktivitas domestik, tetapi juga mengambil bagian secara aktif dalam setiap tahap produksi kopra, mulai dari pengupasan, pembelahan, pemotongan daging kelapa, hingga pemisahan tempurung dan pengemasan produk akhir.
Adanya akses dan kontrol perempuan dalam proses ini telah terbukti tetap menjaga kualitas hasil produksi dan keberlanjutan ekonomi lokal.
Meski demikian, temuan juga menunjukkan adanya ketidaksetaraan struktural, dimana kerja perempuan sering kali dipandang sebagai tugas tambahan dan kurang mendapatkan pengakuan ekonomi yang layak.
Melalui perspektif feminisme sosialis, penelitian ini menyoroti bagaimana kapitalisme dan patriarki secara bersamaan menciptakan sistem yang mengatur akses perempuan.
Studi ini merekomendasikan pentingnya penguatan posisi tawar perempuan melalui kelembagaan koperasi produksi berbasis komunitas serta peningkatan akses mereka maupun kontrol ekonomi.
Dengan demikian, pemberdayaan perempuan dalam sektor produksi kopra diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal hingga penguatan kelembagaan.
Related Results
RANCANG BANGUN ALAT PEMARUT KELAPA MENGGUNAKAN TENAGA LISTRIK
RANCANG BANGUN ALAT PEMARUT KELAPA MENGGUNAKAN TENAGA LISTRIK
Di zaman era modern ini masih banyak ibu rumah tangga, masih menggunakan alat pemarut manual, yaitu dengan menggunakan alat parut yang terbuat dari pelat besi yang permukaannya mem...
60 Tahun Kebun Raya “Eka Karya” Bali (15 Juli 1959–15 Juli 2019)
60 Tahun Kebun Raya “Eka Karya” Bali (15 Juli 1959–15 Juli 2019)
Buku ini menjadi saksi perjuangan dan semangat sivitas Kebun Raya “Eka Karya” Bali dan beberapa pihak dalam sejarah pembangunan dan pendewasaan kebun raya tercinta, kreasi pertama ...
REPRESENTASI FEMINISME LIBERAL DALAM FILM BARBIE 2023
REPRESENTASI FEMINISME LIBERAL DALAM FILM BARBIE 2023
Feminisme merupakan salah satu gerakan sosial yang menggunakan berbagai media untuk menyuarakan kesetaraan hak perempuan, salah satunya melalui media massa film. Berbagai macam ben...
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Penerapan Motor Induksi 1 Fasa Pada Mesin Pengupas Kulit Kelapa Usaha Jelly Kelapa Kampung Kelurahan Mencirim Kota Binjai
Penerapan Motor Induksi 1 Fasa Pada Mesin Pengupas Kulit Kelapa Usaha Jelly Kelapa Kampung Kelurahan Mencirim Kota Binjai
Usaha Masyarakat Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha untuk meningkatkan ekonomi sekaligus kualitas hidup masyarakat kecil, salah satunya usaha Jelly Kelapa Kampung yang saat ini...
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
Kelapa sawit adalah tanaman industri/ perkebunan yang diolah sebagai penghasil bahan baku minyak masak, minyak perseroan, maupun bahan bakar. Dalam pengembangan usaha budidaya tana...
REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER DALAM PRAKTIK PERDAGANGAN PEREMPUAN PADA NOVEL MIMI LAN MINTUNA [Representation of Gender Injustice in Women's Trafficking Practices in the Mimi lan Mintuna Novel]
REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER DALAM PRAKTIK PERDAGANGAN PEREMPUAN PADA NOVEL MIMI LAN MINTUNA [Representation of Gender Injustice in Women's Trafficking Practices in the Mimi lan Mintuna Novel]
The practice of trafficking in women is still a phenomenon in various countries, including Indonesia. In fact, this problem has been raised into the literary work, Remi Silado's Mi...

