Javascript must be enabled to continue!
TIPOLOGI DAN MAKNA PELINGGIH MENJANGAN SALUANG
View through CrossRef
Bangunan terdiri dari bentuk dan ruang dimana hal tersebut menentukan bagaimana suatu karya arsitektur dapat memperoleh tanggapan dan mengungkapkan makna. Tipologi digunakan sebagai alat menganalisa objek serta memahami teks-teks historis mengenai arsitektur yang berfungsi memberikan referensi tentang denah, bentuk dan ruang. Penelitian tentang Pelinggih Menjangan Saluang yang dikaji selama ini dominan mengenai keberadaan dan fungsi bangunan tersebut dalam tata ruang beberapa tempat suci di Bali. Fokus penelitian lainnya tentang pelinggih ini adalah terkait sarana dan prosesi upacara yadnya yang dilakukan. Dengan demikian, belum ada kajian mendalam tentang tipologi Pelinggih Menjangan Saluang berdasarkan proporsi, skala, material, tekstur, ragam hias dan ornamen serta elemen pembentuk bangunan lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi terkait wujud serta elemen-elemen penyusunnya. Teknik analisis data menekankan pada analisa tipologi bangunan terutama terkait dengan beberapa variabel yaitu 1) Fungsi; 2) Geometrik dan 3) Langgam. Variabel geometrik disini meliputi bentuk yang terdiri dari analisa terhadap wujud dan dimensi (proporsi), warna, tekstur, posisi, orientasi, skala, serta ragam hias. Dengan mengetahui tipologi Pelinggih Menjangan Saluang diharapkan nantinya tidak adanya pendangkalan makna dan mengurangi pemahaman terkait bentuk dan fungsi bangunan ini bagi generasi di masa depan.
Title: TIPOLOGI DAN MAKNA PELINGGIH MENJANGAN SALUANG
Description:
Bangunan terdiri dari bentuk dan ruang dimana hal tersebut menentukan bagaimana suatu karya arsitektur dapat memperoleh tanggapan dan mengungkapkan makna.
Tipologi digunakan sebagai alat menganalisa objek serta memahami teks-teks historis mengenai arsitektur yang berfungsi memberikan referensi tentang denah, bentuk dan ruang.
Penelitian tentang Pelinggih Menjangan Saluang yang dikaji selama ini dominan mengenai keberadaan dan fungsi bangunan tersebut dalam tata ruang beberapa tempat suci di Bali.
Fokus penelitian lainnya tentang pelinggih ini adalah terkait sarana dan prosesi upacara yadnya yang dilakukan.
Dengan demikian, belum ada kajian mendalam tentang tipologi Pelinggih Menjangan Saluang berdasarkan proporsi, skala, material, tekstur, ragam hias dan ornamen serta elemen pembentuk bangunan lainnya.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.
Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi terkait wujud serta elemen-elemen penyusunnya.
Teknik analisis data menekankan pada analisa tipologi bangunan terutama terkait dengan beberapa variabel yaitu 1) Fungsi; 2) Geometrik dan 3) Langgam.
Variabel geometrik disini meliputi bentuk yang terdiri dari analisa terhadap wujud dan dimensi (proporsi), warna, tekstur, posisi, orientasi, skala, serta ragam hias.
Dengan mengetahui tipologi Pelinggih Menjangan Saluang diharapkan nantinya tidak adanya pendangkalan makna dan mengurangi pemahaman terkait bentuk dan fungsi bangunan ini bagi generasi di masa depan.
Related Results
Bahoyak : Pengaruh Postmodern di dalam Pertunjukan Saluang Dendang di Minangkabau
Bahoyak : Pengaruh Postmodern di dalam Pertunjukan Saluang Dendang di Minangkabau
AbstractThis paper aims to discuss how the characteristics of the saluang show succeeded in being influenced by the postmodern that entered the lives of the people in Minangkabau. ...
SEJARAH DAN MAKNA MENJANGAN SELUANGAN
SEJARAH DAN MAKNA MENJANGAN SELUANGAN
Bali merupakan mayoritas pemeluk Agama Hindu dimana pada jaman dahulu Hindu tidak terlepas dari kedatangan Majapahit dengan membawa pengaruh tatanan arsitektur, yaitu tatanan Kayan...
ANALISIS HABITAT DAN PERUBAHAN LUASAN TERUMBU KARANG DI PULAU MENJANGAN BESAR, KEPULAUAN KARIMUNJAWA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT
ANALISIS HABITAT DAN PERUBAHAN LUASAN TERUMBU KARANG DI PULAU MENJANGAN BESAR, KEPULAUAN KARIMUNJAWA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT
ABSTRAK Perairan Indonesia menyimpan keanekaragaman hayati laut karang tertinggi, diperkirakan luas ekosistem terumbu karang Indonesia mencapai 50.000 km2 yaitu 25 persen dari luas...
PEMBANGUNAN PELINGGIH SURYA
PEMBANGUNAN PELINGGIH SURYA
Pada dasarnya pulau bali mempunyai banyak kebudayaan,adat istiadat,kebiasaan-keiasaan yang berbeda disetiap wilayah mengikuti desa kala patra. Akan tetapi ada banyak hal yang tida...
PENYIARAN ONLINE LANGKAH PELESTARIAN BUDAYA DAERAH
PENYIARAN ONLINE LANGKAH PELESTARIAN BUDAYA DAERAH
The development of information and communication technology is very fast in this era of globalization. This development is sure to touch, even give birth to a new orientation in al...
Identifikasi Tipologi Arsitektur Pelinggih Padmasana di Pura Mertasari Denpasar
Identifikasi Tipologi Arsitektur Pelinggih Padmasana di Pura Mertasari Denpasar
Padmasana merupakan salah satu bentuk bangunan suci umat Hindu. Padmasana dinyatakan sebagai pengejawantahan alam semesta. Ditinjau berdasarkan tipologi arsitektur, secara umum ter...
Satangah Tiang’ Re-interpretasi Prinsip Musikal Dendang Satangah Tiang pada Kesenian Bagurau Saluang Dendang Minangkabau
Satangah Tiang’ Re-interpretasi Prinsip Musikal Dendang Satangah Tiang pada Kesenian Bagurau Saluang Dendang Minangkabau
ABSTRAK Karya komposisi karawitan yang berjudul Satangah Tiang ini bersumber dari kesenian saluang dendang atau sering disebut dengan bagurau. Terdapat tiga jenis yaitu ...
Struktur Komunitas Lamun di Pulau Sintok, Menjangan Besar dan Kemujan, Karimunjawa
Struktur Komunitas Lamun di Pulau Sintok, Menjangan Besar dan Kemujan, Karimunjawa
Taman Nasional Karimunjawa merupakan salah satu taman nasional yang memiliki kekayaan alam hayati yang sangat beranekaragam. Ekosistem padang lamun adalah salah satu ekosistem pent...

