Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Bahoyak : Pengaruh Postmodern di dalam Pertunjukan Saluang Dendang di Minangkabau

View through CrossRef
AbstractThis paper aims to discuss how the characteristics of the saluang show succeeded in being influenced by the postmodern that entered the lives of the people in Minangkabau. Bahoyak is a revealing medium used in the development of saluang jokes that have been somewhat influenced by postmodern culture. This is a new way of development in saluang kicking performances when society is easy to accept and there is no sense of burden when faced with postmodern culture. The people of Minangkabau especially fellow rang pagurau have the same hobby in enjoying the show saluang dendang, even though it is influenced by the development of the cultures that exist in Minangkabau society especially in the audience saluang dendang. The musical concept in saluang kicking on Bahoyak is prioritized with the sharpness of the kicker in making a sarcophagus and the development of the instrument in this show that makes the pagurau dragons dissolve in the show saluang dendang even though the show is already far away and experiencing a shift from the show tradisinya.Keywords : Bahoyak, Minangkabau, postmodern, characteristic, saluang dendangAbstrakTulisan ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana ciri khas dalam pertunjukan saluang dipengaruhi oleh postmodern yang masuk dalam kehidupanmasyarakat di Minangkabau. Bahoyak merupakan sebuah media ungkap yang digunakan dalam pengembangan saluang dendang yang telah dipengaruhi oleh budaya postmodern. Hal ini merupakan sebuah cara pengembangan baru dalam pertunjukan saluang dendang ketika masyarakat dengan mudahnya menerima dan tidak ada rasa beban ketika dihadapkan dengan budaya postmodern. Masyarakat Minangkabau  khususnya sesama rang pagurau  mempunyai hobi yang sama dalam menikmati pertunjukan saluang dendang, sekalipun itu dipengaruhi oleh perkembangan budaya-budaya yang terdapat dalam lingkungan masyarakat Minangkabau. Konsep musikal dalam saluang dendang pada Bahoyak diutamakan pada kejelian pendendang dalam membuatkan sebuah pantun sindiran dan perkembangan instrument di dalam pertunjukan ini, sehingga membuat rang pagurau larut di dalam pertunjukan saluang dendang, meskipun pertunjukan tersebut sudah mengalami penggeseran dari pertunjukan tradisinya.Kata kunci : Bahoyak, Minangkabau, postmodern, ciri khas, saluang dendang
Title: Bahoyak : Pengaruh Postmodern di dalam Pertunjukan Saluang Dendang di Minangkabau
Description:
AbstractThis paper aims to discuss how the characteristics of the saluang show succeeded in being influenced by the postmodern that entered the lives of the people in Minangkabau.
Bahoyak is a revealing medium used in the development of saluang jokes that have been somewhat influenced by postmodern culture.
This is a new way of development in saluang kicking performances when society is easy to accept and there is no sense of burden when faced with postmodern culture.
The people of Minangkabau especially fellow rang pagurau have the same hobby in enjoying the show saluang dendang, even though it is influenced by the development of the cultures that exist in Minangkabau society especially in the audience saluang dendang.
The musical concept in saluang kicking on Bahoyak is prioritized with the sharpness of the kicker in making a sarcophagus and the development of the instrument in this show that makes the pagurau dragons dissolve in the show saluang dendang even though the show is already far away and experiencing a shift from the show tradisinya.
Keywords : Bahoyak, Minangkabau, postmodern, characteristic, saluang dendangAbstrakTulisan ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana ciri khas dalam pertunjukan saluang dipengaruhi oleh postmodern yang masuk dalam kehidupanmasyarakat di Minangkabau.
Bahoyak merupakan sebuah media ungkap yang digunakan dalam pengembangan saluang dendang yang telah dipengaruhi oleh budaya postmodern.
Hal ini merupakan sebuah cara pengembangan baru dalam pertunjukan saluang dendang ketika masyarakat dengan mudahnya menerima dan tidak ada rasa beban ketika dihadapkan dengan budaya postmodern.
Masyarakat Minangkabau  khususnya sesama rang pagurau  mempunyai hobi yang sama dalam menikmati pertunjukan saluang dendang, sekalipun itu dipengaruhi oleh perkembangan budaya-budaya yang terdapat dalam lingkungan masyarakat Minangkabau.
Konsep musikal dalam saluang dendang pada Bahoyak diutamakan pada kejelian pendendang dalam membuatkan sebuah pantun sindiran dan perkembangan instrument di dalam pertunjukan ini, sehingga membuat rang pagurau larut di dalam pertunjukan saluang dendang, meskipun pertunjukan tersebut sudah mengalami penggeseran dari pertunjukan tradisinya.
Kata kunci : Bahoyak, Minangkabau, postmodern, ciri khas, saluang dendang.

Related Results

Satangah Tiang’ Re-interpretasi Prinsip Musikal Dendang Satangah Tiang pada Kesenian Bagurau Saluang Dendang Minangkabau
Satangah Tiang’ Re-interpretasi Prinsip Musikal Dendang Satangah Tiang pada Kesenian Bagurau Saluang Dendang Minangkabau
ABSTRAK            Karya komposisi karawitan yang berjudul Satangah Tiang ini bersumber dari kesenian saluang dendang atau sering disebut dengan bagurau. Terdapat tiga jenis yaitu ...
Musik Tari Adok di Nagari Koto Sani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok
Musik Tari Adok di Nagari Koto Sani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok
Musik tari adok merupakan patner sejati yang selalu mengiringi tari adok dalam pertujukannya.  Untuk mengatur tempo kesenian ini mengunakan alat musik gendang bermuka satu yang dis...
PENYIARAN ONLINE LANGKAH PELESTARIAN BUDAYA DAERAH
PENYIARAN ONLINE LANGKAH PELESTARIAN BUDAYA DAERAH
The development of information and communication technology is very fast in this era of globalization. This development is sure to touch, even give birth to a new orientation in al...
DIMENSI ESTETIKA PERTUNJUKAN SALUANG DENDANG DI MINANGKABAU DALAM BAGURAU
DIMENSI ESTETIKA PERTUNJUKAN SALUANG DENDANG DI MINANGKABAU DALAM BAGURAU
Dimensi estetika dalam pertunjukan Saluang-Dendang di Minangkabau amat kompleks. Setiap unsur saling terkait ketika “proses” pertunjukan sedang berlansung. Keterlibatan pemain dan ...
SASTRA LISAN DALAM KESENIAN SALUANG DENDANG SUMATERA BARAT
SASTRA LISAN DALAM KESENIAN SALUANG DENDANG SUMATERA BARAT
ABSTRAK Tulisan ini merumuskan masalah tentang bagaimanabentuk sastra lisan dalam kesenian Saluang Dendang di Sumatera Barat, dengan tujuan untuk dapat mendeskripsikan bentuk sast...
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
Abstract Zainuddin Labay al-Yunusiyyah was one of the Islah Minangkabau scholar that play a huge role in the Islah Islamic thought and Islamic education reformation. Even tho...

Back to Top