Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penggunaan Gabapentin dan Pregabalin sebagai Terapi Adjuvant pada Pasien Nyeri di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran

View through CrossRef
Unpleasant sensory and emotional experiences due to tissue damage are often felt by everyone. Management of neuropathic, nociceptive and mixed pain often uses pregabalin and gabapentin. The purpose of this study was to describe the use of gabapentin and pregabalin as adjuvant therapy in inpatients with pain at Ungaran Hospital. This study was non-experimental using a descriptive observational method using secondary data obtained from medical records at Ungaran Hospital with a sample of 43 medical record data. The data collected were then subjected to descriptive analysis which included patient characteristics based on gender, age, clinical symptoms, and comorbidities. The description of the use of Atrial Fibrillation drugs included drug classes and types of drugs then calculated the percentage non-experimental with a descriptive research method and data collection was carried out retrospectively with a purposive sampling technique, namely 43 samples. Data were analyzed descriptively. The results of patients who received adjuvant gabapentin and pregabalin therapy were mostly aged 56-65 years (35%) and women (60%). The majority of patients experienced moderate pain (70%) and neuropathic pain (60%). The most common adjuvant therapies were gabapentin (86%), and pregabalin use (14%).   ABSTRAK Kerusakan jaringan dapat menyebabkan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan sering sekali dirasakan oleh semua orang. Manajemen penatalaksanaan nyeri neuropatik, nosiseptif dan campuran sering kali digunakan pregabalin dan gabapentin. Tujuan penelitian ini analisis gambaran penggunaan gabapentin dan pregabalin sebagai terapi adjuvant pada pasien nyeri di rawat inap. Penelitian ini bersifat non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis Rumah Sakit Daerah Ungaran dengan jumlah sampel 43 data rekam medik. Data yang terkumpul  kemudian dilakukan analisis deskriptif yang meliputi: karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, gejala klinis, dan penyakit penyerta. Gambaran penggunaan obat Atrial Fibrilasi meliputi golongan obat dan jenis obat kemudian menghitung persentasenyanon-ekperimental dengan metode penelitian deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan menggunakan purposive sampling yaitu 43 sampel. Data dianalisis secara deskriptif.       Hasil pasien yang mendapatkan terapi adjuvant gabapentin dan pregabalin sebagian besar berusia  56-65 tahun (35%) dan perempuan (60%). Mayoritas pasien mengalami nyeri sedang (70%) dan nyeri neuropatik (60%). Terapi adjuvan yang paling umum adalah gabapentin (86%), dan penggunaan pregabalin  (14%).
Title: Penggunaan Gabapentin dan Pregabalin sebagai Terapi Adjuvant pada Pasien Nyeri di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran
Description:
Unpleasant sensory and emotional experiences due to tissue damage are often felt by everyone.
Management of neuropathic, nociceptive and mixed pain often uses pregabalin and gabapentin.
The purpose of this study was to describe the use of gabapentin and pregabalin as adjuvant therapy in inpatients with pain at Ungaran Hospital.
This study was non-experimental using a descriptive observational method using secondary data obtained from medical records at Ungaran Hospital with a sample of 43 medical record data.
The data collected were then subjected to descriptive analysis which included patient characteristics based on gender, age, clinical symptoms, and comorbidities.
The description of the use of Atrial Fibrillation drugs included drug classes and types of drugs then calculated the percentage non-experimental with a descriptive research method and data collection was carried out retrospectively with a purposive sampling technique, namely 43 samples.
Data were analyzed descriptively.
The results of patients who received adjuvant gabapentin and pregabalin therapy were mostly aged 56-65 years (35%) and women (60%).
The majority of patients experienced moderate pain (70%) and neuropathic pain (60%).
The most common adjuvant therapies were gabapentin (86%), and pregabalin use (14%).
  ABSTRAK Kerusakan jaringan dapat menyebabkan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan sering sekali dirasakan oleh semua orang.
Manajemen penatalaksanaan nyeri neuropatik, nosiseptif dan campuran sering kali digunakan pregabalin dan gabapentin.
Tujuan penelitian ini analisis gambaran penggunaan gabapentin dan pregabalin sebagai terapi adjuvant pada pasien nyeri di rawat inap.
Penelitian ini bersifat non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis Rumah Sakit Daerah Ungaran dengan jumlah sampel 43 data rekam medik.
Data yang terkumpul  kemudian dilakukan analisis deskriptif yang meliputi: karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, gejala klinis, dan penyakit penyerta.
Gambaran penggunaan obat Atrial Fibrilasi meliputi golongan obat dan jenis obat kemudian menghitung persentasenyanon-ekperimental dengan metode penelitian deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan menggunakan purposive sampling yaitu 43 sampel.
Data dianalisis secara deskriptif.
      Hasil pasien yang mendapatkan terapi adjuvant gabapentin dan pregabalin sebagian besar berusia  56-65 tahun (35%) dan perempuan (60%).
Mayoritas pasien mengalami nyeri sedang (70%) dan nyeri neuropatik (60%).
Terapi adjuvan yang paling umum adalah gabapentin (86%), dan penggunaan pregabalin  (14%).

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Perbandingan Efektivitas Pemberian Preemptive Gabapentin 300 mg dan Pregabalin 75 mg Terhadap Nyeri Akut Pasca Bedah Mastectomy
Perbandingan Efektivitas Pemberian Preemptive Gabapentin 300 mg dan Pregabalin 75 mg Terhadap Nyeri Akut Pasca Bedah Mastectomy
Modifikasi mastektomi radikal (MRM) adalah pengobatan standar untuk kanker payudara. Semua jaringan payudara terangkat saat Anda melakukan ini. Pasien sering mengalami kesulitan te...
PERSEPSI DAN PRAKTIK KEPERAWATAN SPIRITUAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM ISLAM BANYUBENING BOYOLALI
PERSEPSI DAN PRAKTIK KEPERAWATAN SPIRITUAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM ISLAM BANYUBENING BOYOLALI
ABSTRAK : Pasien rawat inap membutuhkan tidak hanya perawatan fisik namun juga perawatan spiritual. Perawat berusaha untuk memberikan perawatan holistik, termasuk perawatan spiritu...
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
Antibiotik merupakan salah satu golongan obat yang sampai saat ini menjadi pilihan utama yang digunakan pada pasien rawat jalan dan rawat inap yang mengalami infeksi bakteri di rum...
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan-kegiatan marketing yang meliputi product, price, place, dan promotion, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan h...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
PENINGKATAN DALAM KEBIJAKAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
PENINGKATAN DALAM KEBIJAKAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
Rumah sakit merupakan Institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan ga...

Back to Top