Javascript must be enabled to continue!
Reimagining Southeast Asian Mythology in Digital Games: A Case Study of Kabaret by Persona Theory Games
View through CrossRef
Character design in digital games is more than creating visually appealing figures; it is an evolving discipline that blends storytelling, cultural heritage, and artistic expression. Asglobal audiences increasingly seek diverse and culturally grounded narratives, Southeast Asian folklore offers a rich and underrepresented source of inspiration for digital games. This study investigates how Southeast Asian mythological characters are adapted and reimagined in game design, focusing on the representation of cultural identity through character design. The research centres on Kabaret, a narrative-driven game developed by Persona Theory Games, which features a cast of characters inspired by Southeast Asian myths and legends. Adopting a qualitative methodology, this study combines literaturereview with visual and thematic analysis. It examines character names, design aesthetics, personality traits, costume elements, cultural references, and symbolic forms to explore how cultural identity is visually encoded. Findings reveal that Kabaret achieves a balance between creative reinterpretation and cultural authenticity, presenting Southeast Asian culture in a manner that is both respectful and globally accessible. Each character contributes to a cohesive narrative that bridges traditional heritage with contemporary game aesthetics. This research underscores the role of digital games as powerful platforms for cultural storytelling and heritage preservation. It contributes to academic discourse in game studies on cultural representation and provides practical insights for developers and artists seeking to produce culturally respectful content. By bringing Southeast Asian folklore into the digital sphere, Kabaret demonstrates how games can foster intercultural appreciation and strengthen the visibility of regional identities in the creative industries.
Reka bentuk watak dalam permainan digital bukan sekadar penciptaan figura yang menarik secara visual, ia merupakan satu disiplin yang berkembang dengan menggabungkan penceritaan, warisan budaya, dan ekspresi artistik. Dalam era ketika khalayak global semakin menginginkan naratif yang pelbagai dan berasaskan budaya, cerita rakyat Asia Tenggara menawarkan sumber inspirasi yang kaya namun kurang diwakili dalam permainan digital. Kajian ini menyelidik bagaimana watak mitologi Asia Tenggara disesuaikan dan diolah semula dalam reka bentuk permainan, dengan memberi tumpuan kepada representasi identiti budaya melalui reka bentuk watak. Penyelidikan ini memfokuskan kepada Kabaret, sebuah permainan naratif yang dibangunkan oleh Persona Theory Games, yang menampilkan barisan watak yang diinspirasikan daripada mitos dan legenda Asia Tenggara. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, kajian ini menggabungkan ulasan literatur dengan analisis visual dan analisis tematik. Ia meneliti nama watak, estetika reka bentuk, ciri-ciri personaliti, elemen kostum, rujukan budaya, dan bentuk simbolik bagi meneroka bagaimana identiti budaya dikodkan secara visual. Dapatan kajian menunjukkan bahawa Kabaret berjaya mencapai keseimbangan antara interpretasi kreatif dan keaslian budaya, serta mempersembahkan budaya Asia Tenggara secara hormat dan boleh diakses oleh khalayak global. Setiap watak menyumbang kepada naratif yang padu, yang menghubungkan warisan tradisional dengan estetik permainan kontemporari. Kajian ini menegaskan peranan permainan digital sebagai platform yang berkuasa dalam penceritaan budaya dan pemeliharaan warisan. Ia menyumbang kepada wacana akademik dalam kajian permainan mengenai representasi budaya dan memberikan panduan praktikal kepada pembangun dan artis yang ingin menghasilkan kandungan yang menghormati nilai budaya. Dengan membawa cerita rakyat AsiaTenggara ke dalam ruang digital, Kabaret membuktikan bahawa permainan mampu memupuk penghargaan antara budaya serta memperkukuh keterlihatan identiti serantau dalam industri kreatif.
Penerbit Universiti Malaysia Perlis
Title: Reimagining Southeast Asian Mythology in Digital Games: A Case Study of Kabaret by Persona Theory Games
Description:
Character design in digital games is more than creating visually appealing figures; it is an evolving discipline that blends storytelling, cultural heritage, and artistic expression.
Asglobal audiences increasingly seek diverse and culturally grounded narratives, Southeast Asian folklore offers a rich and underrepresented source of inspiration for digital games.
This study investigates how Southeast Asian mythological characters are adapted and reimagined in game design, focusing on the representation of cultural identity through character design.
The research centres on Kabaret, a narrative-driven game developed by Persona Theory Games, which features a cast of characters inspired by Southeast Asian myths and legends.
Adopting a qualitative methodology, this study combines literaturereview with visual and thematic analysis.
It examines character names, design aesthetics, personality traits, costume elements, cultural references, and symbolic forms to explore how cultural identity is visually encoded.
Findings reveal that Kabaret achieves a balance between creative reinterpretation and cultural authenticity, presenting Southeast Asian culture in a manner that is both respectful and globally accessible.
Each character contributes to a cohesive narrative that bridges traditional heritage with contemporary game aesthetics.
This research underscores the role of digital games as powerful platforms for cultural storytelling and heritage preservation.
It contributes to academic discourse in game studies on cultural representation and provides practical insights for developers and artists seeking to produce culturally respectful content.
By bringing Southeast Asian folklore into the digital sphere, Kabaret demonstrates how games can foster intercultural appreciation and strengthen the visibility of regional identities in the creative industries.
Reka bentuk watak dalam permainan digital bukan sekadar penciptaan figura yang menarik secara visual, ia merupakan satu disiplin yang berkembang dengan menggabungkan penceritaan, warisan budaya, dan ekspresi artistik.
Dalam era ketika khalayak global semakin menginginkan naratif yang pelbagai dan berasaskan budaya, cerita rakyat Asia Tenggara menawarkan sumber inspirasi yang kaya namun kurang diwakili dalam permainan digital.
Kajian ini menyelidik bagaimana watak mitologi Asia Tenggara disesuaikan dan diolah semula dalam reka bentuk permainan, dengan memberi tumpuan kepada representasi identiti budaya melalui reka bentuk watak.
Penyelidikan ini memfokuskan kepada Kabaret, sebuah permainan naratif yang dibangunkan oleh Persona Theory Games, yang menampilkan barisan watak yang diinspirasikan daripada mitos dan legenda Asia Tenggara.
Dengan menggunakan metodologi kualitatif, kajian ini menggabungkan ulasan literatur dengan analisis visual dan analisis tematik.
Ia meneliti nama watak, estetika reka bentuk, ciri-ciri personaliti, elemen kostum, rujukan budaya, dan bentuk simbolik bagi meneroka bagaimana identiti budaya dikodkan secara visual.
Dapatan kajian menunjukkan bahawa Kabaret berjaya mencapai keseimbangan antara interpretasi kreatif dan keaslian budaya, serta mempersembahkan budaya Asia Tenggara secara hormat dan boleh diakses oleh khalayak global.
Setiap watak menyumbang kepada naratif yang padu, yang menghubungkan warisan tradisional dengan estetik permainan kontemporari.
Kajian ini menegaskan peranan permainan digital sebagai platform yang berkuasa dalam penceritaan budaya dan pemeliharaan warisan.
Ia menyumbang kepada wacana akademik dalam kajian permainan mengenai representasi budaya dan memberikan panduan praktikal kepada pembangun dan artis yang ingin menghasilkan kandungan yang menghormati nilai budaya.
Dengan membawa cerita rakyat AsiaTenggara ke dalam ruang digital, Kabaret membuktikan bahawa permainan mampu memupuk penghargaan antara budaya serta memperkukuh keterlihatan identiti serantau dalam industri kreatif.
Related Results
Seni Pertunjukan Kabaret sebagai Media Kampanye
Seni Pertunjukan Kabaret sebagai Media Kampanye
Abstract. Kabaret Bandung is a modern art performance that is popular among young people, especially in West Java. The hallmark of Bandung Cabaret is the use of audio playback, whi...
Strategi Pengelolaan Konten Instagram dalam Meningkatkan Eksistensi Seni Kabaret Bandung
Strategi Pengelolaan Konten Instagram dalam Meningkatkan Eksistensi Seni Kabaret Bandung
Abstract. Social media has become an effective communication tool for promoting arts and culture, including kabaret art originating from Bandung. This study aims to examine the con...
Persons and Their Private Personas: Living with Yourself
Persons and Their Private Personas: Living with Yourself
Public life is usually understood to be whatever we do or say in our formal and professional relationships. At the workplace, at the doctor’s office or at the café, we need to make...
Analisis Pesan Satire Sosial Politik dalam Pertunjukan Kabaret Bandung "Kemelut Nafash Tirani"
Analisis Pesan Satire Sosial Politik dalam Pertunjukan Kabaret Bandung "Kemelut Nafash Tirani"
Abstract. Cabaret is a form of performing arts that has various aspects, the main of which are music, satirical comedy, dance, and drama. This is why researchers choose cabaret per...
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Abstarct
Introduction
Isolated brain hydatid disease (BHD) is an extremely rare form of echinococcosis. A prompt and timely diagnosis is a crucial step in disease management. This ...
Access Denied
Access Denied
Introduction
As social-distancing mandates in response to COVID-19 restricted in-person data collection methods such as participant observation and interviews, researchers turned t...
Potable Water Sources, Household Hygiene, and Sanitation Practices in Ikpoba Okha LGA, Edo State: Implications for Public Health and Sustainable Water Management
Omoregie, Andrew Edosa.1 Omoregie Abieyuwa Peace2 Okoro, Enyinnaya Okoro.3
1 College of Medi
Potable Water Sources, Household Hygiene, and Sanitation Practices in Ikpoba Okha LGA, Edo State: Implications for Public Health and Sustainable Water Management
Omoregie, Andrew Edosa.1 Omoregie Abieyuwa Peace2 Okoro, Enyinnaya Okoro.3
1 College of Medi
BACKGROUND
Access to potable drinking water and sufficient sanitation continues to be an urgent global concern, particularly in developing regions where con...
DEIKSIS PERSONA DALAM BAHASA MUNA
DEIKSIS PERSONA DALAM BAHASA MUNA
Abstract : The purpose of this study is to describe the form and meaning of the word deiksis persona in the Muna language. This type of research is a qualitative descriptive. Quali...

