Javascript must be enabled to continue!
Eksplorasi Bakteri Selulolitik pada Ekosistem Mangrove
View through CrossRef
Abstrak. Bakteri selulolitik dapat dijumpai pada lingkungan seperti ekosistem hutan mangrove. Keberadaannya pada ekosistem mangrove sangat penting untuk dekomposisi serasah magrove tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya bakteri selulolitik pada ekosistem hutan mangrove dan potensinya dalam mendegradasi selulosa secara semi kuantitatif. Metode penelitian ini meliputi pengambilan sampel tanah, isolasi bakteri selulolitik dan uji kemampuan mendegradasi selulosa. Isolasi bakteri dilakukan dengan metode cawan tuang dan pada medium Carboxy Methyl Celullose (CMC). Uji kemampuan degradasi oleh bakteri selulolitik dilakukan pada medium dengan sumber karbon CMC dan daun mangrove. Parameter pengamatannya mengukur aktivitas selulolitik secara semi kuantitatif dan karakterisasi bakteri selulolitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bakteri selulolitik yang terdapat di ekosistem mangrove berkisar antara 1,1x104 SPK g-1 tanah sampai 40,9x104 SPK g-1 tanah. Populasi bakteri selulolitik rata-rata asal tanah mangrove bakau kurap18,16x104 SPK g-1, api-api 12,98x104 SPK g-1dan bakau minyak 4,94x104 SPK g-1. Bakteri selulolitik yang memiliki aktivitas selulolitik tertinggi pada medium dengan sumber karbon CMC adalah isolat RM2.1;RA5.4;AA4.4 dengan rasio zona bening berturut-turut 5,2;4,4;2,5 dan pada medium dengan sumber karbon daun mangrove adalah isolat RA4.8;AA2.1;RM1.1 dengan rasio zona bening berturut-turut 2,3;1,2; 1,2.Exploration of Cellulolytic Bacteria in the Mangrove EcosystemAbstract. Cellulolytic bacteria can be found in environments such as mangrove forest ecosystems. Its presence in the mangrove ecosystem is very important for the decomposition of the magrove litter. This study aims to determine the presence of cellulolytic bacteria in mangrove forest ecosystems and their potential in semi-quantitative cellulose degradation. This research method includes soil sampling, isolation of cellulolytic bacteria and testing the ability to degrade cellulose. Bacterial isolation was carried out by the pour cup method and on Carboxy Methyl Celullose (CMC) medium. The degradation ability test by cellulolytic bacteria was carried out on a medium with CMC carbon source and mangrove leaves. The observational parameters measure semi-quantitative cellulolytic activity and characterization of cellulolytic bacteria. The results of this study showed that cellulolytic bacteria in the mangrove ecosystem ranged from 1,1x104 SPK g-1 soil to 40,9x104 SPK g-1 soil. The average population of cellulolytic bacteria from mangrove mangrove soil was ringworm 18,16x104 SPK g-1, fires 12,98x104 SPK g-1 and mangrove oil 4,94x104 SPK g-1. Cellulolytic bacteria that have the highest cellulolytic activity on medium with CMC carbon sources are isolates RM2.1;RA5.4;AA4.4 with clear zone ratios of 5,2;4,4; 2,5 and on medium with carbon sources mangrove leaves were RM1.1;AA2.1;RA4.8 isolates with a clear zone ratio of 2,3;1,2; 1,2, respectively.
Title: Eksplorasi Bakteri Selulolitik pada Ekosistem Mangrove
Description:
Abstrak.
Bakteri selulolitik dapat dijumpai pada lingkungan seperti ekosistem hutan mangrove.
Keberadaannya pada ekosistem mangrove sangat penting untuk dekomposisi serasah magrove tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya bakteri selulolitik pada ekosistem hutan mangrove dan potensinya dalam mendegradasi selulosa secara semi kuantitatif.
Metode penelitian ini meliputi pengambilan sampel tanah, isolasi bakteri selulolitik dan uji kemampuan mendegradasi selulosa.
Isolasi bakteri dilakukan dengan metode cawan tuang dan pada medium Carboxy Methyl Celullose (CMC).
Uji kemampuan degradasi oleh bakteri selulolitik dilakukan pada medium dengan sumber karbon CMC dan daun mangrove.
Parameter pengamatannya mengukur aktivitas selulolitik secara semi kuantitatif dan karakterisasi bakteri selulolitik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bakteri selulolitik yang terdapat di ekosistem mangrove berkisar antara 1,1x104 SPK g-1 tanah sampai 40,9x104 SPK g-1 tanah.
Populasi bakteri selulolitik rata-rata asal tanah mangrove bakau kurap18,16x104 SPK g-1, api-api 12,98x104 SPK g-1dan bakau minyak 4,94x104 SPK g-1.
Bakteri selulolitik yang memiliki aktivitas selulolitik tertinggi pada medium dengan sumber karbon CMC adalah isolat RM2.
1;RA5.
4;AA4.
4 dengan rasio zona bening berturut-turut 5,2;4,4;2,5 dan pada medium dengan sumber karbon daun mangrove adalah isolat RA4.
8;AA2.
1;RM1.
1 dengan rasio zona bening berturut-turut 2,3;1,2; 1,2.
Exploration of Cellulolytic Bacteria in the Mangrove EcosystemAbstract.
Cellulolytic bacteria can be found in environments such as mangrove forest ecosystems.
Its presence in the mangrove ecosystem is very important for the decomposition of the magrove litter.
This study aims to determine the presence of cellulolytic bacteria in mangrove forest ecosystems and their potential in semi-quantitative cellulose degradation.
This research method includes soil sampling, isolation of cellulolytic bacteria and testing the ability to degrade cellulose.
Bacterial isolation was carried out by the pour cup method and on Carboxy Methyl Celullose (CMC) medium.
The degradation ability test by cellulolytic bacteria was carried out on a medium with CMC carbon source and mangrove leaves.
The observational parameters measure semi-quantitative cellulolytic activity and characterization of cellulolytic bacteria.
The results of this study showed that cellulolytic bacteria in the mangrove ecosystem ranged from 1,1x104 SPK g-1 soil to 40,9x104 SPK g-1 soil.
The average population of cellulolytic bacteria from mangrove mangrove soil was ringworm 18,16x104 SPK g-1, fires 12,98x104 SPK g-1 and mangrove oil 4,94x104 SPK g-1.
Cellulolytic bacteria that have the highest cellulolytic activity on medium with CMC carbon sources are isolates RM2.
1;RA5.
4;AA4.
4 with clear zone ratios of 5,2;4,4; 2,5 and on medium with carbon sources mangrove leaves were RM1.
1;AA2.
1;RA4.
8 isolates with a clear zone ratio of 2,3;1,2; 1,2, respectively.
Related Results
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
Mangrove forest is a very productive and beneficial ecosystem. Mangrove forest resources in Amahai Village will be increasingly exploited along with the increasing population and e...
Screening and Identification of Cellulolytic Bacteria from Public Cemetery Soil
Screening and Identification of Cellulolytic Bacteria from Public Cemetery Soil
Latar Belakang: Tempat pemakaman umum (TPU) merupakan tempat penguburan jenazah. Sebelum dikubur, jenzah dibungkus menggunakan kain kafan atau pakain lengkap dan terkadang dimasukk...
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
Biota dasar perairan merupakan fauna yang hidup di dasar perairan, baik di kawasan tawar, payau, maupun di perairan asin terutama di perairan ekosistem mangrove. Tujuan penelitian...
Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kawasan wisata alam sekaligus lokasi rehabilitasi m...
Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Kawasan Pesisir Lantebung Kota Makassar
Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Kawasan Pesisir Lantebung Kota Makassar
Penelitian nilai ekonomi ekosistem mangrove dilakukan di Kawasan Wisata Lantebung, Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi mangrove di Kawasan Wisata...
Identifikasi dan Morfologi Berbagai Kelompok Bakteri Eksplorasi Tanah Lahan Tebu dalam Cairan Terfermentasi
Identifikasi dan Morfologi Berbagai Kelompok Bakteri Eksplorasi Tanah Lahan Tebu dalam Cairan Terfermentasi
Pendahuluan. Penelitian terkait identifikasi morfologi dan laju pertumbuhan berbagai kelompok bakteri eksplorasi tanah lahan tebu dalam cairan terfermentasi dilakukan pada bulan Se...
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU PEMAGARAN, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU PEMAGARAN, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA
Pengamatan mangrove di Pulau Pemagaran, Kepulauan Seribu mengambil lokasi stasiun pengamatan di bagian utara, timur, selatan, dan barat Pulau Pemagaran dengan substrat berupa pasir...
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Uji gastropoda famili Neritidae terhadap habitatnya di ekosistem mangrove dilakukan di dua stasiun pengamatan di Pulau Tunda Serang Banten pada Januari 2014. Penelitian ini bertuju...

