Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbaikan Keragaan Bibit Jeruk Pamelo ‘Nambangan’ dengan Strangulasi

View through CrossRef
ABSTRACTPummelo seedling has branches that grow irregularly, stright up, and has less branch. Attempt should be done to stimulate the formation of new branches. The objective of the research was to study the influence of single and double strangulation for stimulation of vegetative growth in order to improve canopy architecture of pummelo seedling. The experiment was conducted from March to September 2011 in green house of Cikabayan Experimental Station IPB, Bogor. Biochemical analysis was done in Laboratory of BALITRO, Bogor and Post-Harvest Laboratory, IPB. The experiment was conducted in Completely Randomized Block Design one factor consisting of 5 treatment: control, single strangulation, double strangulation with distance between wire 5 cm, 10 cm and 15 cm. The experiment consisted of 5 replicates. There were 25 experimental units. Each experimental unit contained 2 plants and total plants were 50 plants. Strangulation treatment was done in May 19th and wires were removed in August 10th 2011. The results of this research showed that single and double strangulation improved numbers of branch, the lenghth of shoots per plant, numbers of leaf, numbers of scion diameter, volume of canopies andstarch content in leaf. Double strangulation with distance between 2 wires 15 cm had open canopy and the highest volume of canopies with good canopy appearance at 19 week after application. Strangulation did not cause permanent damage of the sytem tissue and only took two months to recover.Key words: branch, canopy appearance, starch, volume of canopiesABSTRAKJeruk pamelo memiliki cabang yang tumbuh tidak beraturan, cenderung lurus ke atas dan bercabang sedikit. Upaya untuk merangsang pembentukan cabang baru adalah dengan strangulasi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh strangulasi tunggal dan ganda dalam merangsang pertumbuhan vegetatif untuk perbaikan keragaan bibit jeruk pamelo. Percobaan dilaksanakan bulan Maret sampai September 2011 di greenhouse Kebun Percobaan Cikabayan IPB, Bogor. Analisis biokimia dilakukan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITRO), Bogor dan Laboratorium Pasca Panen, IPB. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor sebanyak 5 perlakuan yaitu tanpa strangulasi, strangulasi tunggal dengan ketinggian 5 cm dari mata tempel, strangulasi ganda dengan jarak antar kawat 5 cm, 10 cm dan 15 cm. Percobaan terdiri atas 5 ulangan dan setiap satu satuan percobaan terdiri atas 2 tanaman sehingga total terdapat 50 tanaman. Aplikasi strangulasi dilaksanakan pada 19 Mei dan kawat dilepas pada 10 Agustus 2011. Hasil penelitian menunjukkan strangulasi tunggal dangan meningkatkan jumlah cabang, panjang cabang per tanaman, jumlah daun, diameter batang, volume tajuk, dan kandungan karbohidrat daun. Aplikasi strangulasi ganda memiliki tajuk terbuka dan volume tajuk terbesar dengan keragaan kanopi yang baik pada 19 minggu setelah perlakuan. Strangulasi tidak memberikan efek merusak secara permanen dan waktu pulihnya hanya dua bulanpada jaringan batang tanaman.Kata kunci: cabang, karbohidrat, keragaan tajuk, volume kanopi
Title: Perbaikan Keragaan Bibit Jeruk Pamelo ‘Nambangan’ dengan Strangulasi
Description:
ABSTRACTPummelo seedling has branches that grow irregularly, stright up, and has less branch.
Attempt should be done to stimulate the formation of new branches.
The objective of the research was to study the influence of single and double strangulation for stimulation of vegetative growth in order to improve canopy architecture of pummelo seedling.
The experiment was conducted from March to September 2011 in green house of Cikabayan Experimental Station IPB, Bogor.
Biochemical analysis was done in Laboratory of BALITRO, Bogor and Post-Harvest Laboratory, IPB.
The experiment was conducted in Completely Randomized Block Design one factor consisting of 5 treatment: control, single strangulation, double strangulation with distance between wire 5 cm, 10 cm and 15 cm.
The experiment consisted of 5 replicates.
There were 25 experimental units.
Each experimental unit contained 2 plants and total plants were 50 plants.
Strangulation treatment was done in May 19th and wires were removed in August 10th 2011.
The results of this research showed that single and double strangulation improved numbers of branch, the lenghth of shoots per plant, numbers of leaf, numbers of scion diameter, volume of canopies andstarch content in leaf.
Double strangulation with distance between 2 wires 15 cm had open canopy and the highest volume of canopies with good canopy appearance at 19 week after application.
Strangulation did not cause permanent damage of the sytem tissue and only took two months to recover.
Key words: branch, canopy appearance, starch, volume of canopiesABSTRAKJeruk pamelo memiliki cabang yang tumbuh tidak beraturan, cenderung lurus ke atas dan bercabang sedikit.
Upaya untuk merangsang pembentukan cabang baru adalah dengan strangulasi.
Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh strangulasi tunggal dan ganda dalam merangsang pertumbuhan vegetatif untuk perbaikan keragaan bibit jeruk pamelo.
Percobaan dilaksanakan bulan Maret sampai September 2011 di greenhouse Kebun Percobaan Cikabayan IPB, Bogor.
Analisis biokimia dilakukan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITRO), Bogor dan Laboratorium Pasca Panen, IPB.
Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor sebanyak 5 perlakuan yaitu tanpa strangulasi, strangulasi tunggal dengan ketinggian 5 cm dari mata tempel, strangulasi ganda dengan jarak antar kawat 5 cm, 10 cm dan 15 cm.
Percobaan terdiri atas 5 ulangan dan setiap satu satuan percobaan terdiri atas 2 tanaman sehingga total terdapat 50 tanaman.
Aplikasi strangulasi dilaksanakan pada 19 Mei dan kawat dilepas pada 10 Agustus 2011.
Hasil penelitian menunjukkan strangulasi tunggal dangan meningkatkan jumlah cabang, panjang cabang per tanaman, jumlah daun, diameter batang, volume tajuk, dan kandungan karbohidrat daun.
Aplikasi strangulasi ganda memiliki tajuk terbuka dan volume tajuk terbesar dengan keragaan kanopi yang baik pada 19 minggu setelah perlakuan.
Strangulasi tidak memberikan efek merusak secara permanen dan waktu pulihnya hanya dua bulanpada jaringan batang tanaman.
Kata kunci: cabang, karbohidrat, keragaan tajuk, volume kanopi.

Related Results

ANALISIS AGRIBISNIS JERUK MANIS (Citrus sp) DI DESA MEREK, KECAMATAN MEREK, KABUPATEN KARO
ANALISIS AGRIBISNIS JERUK MANIS (Citrus sp) DI DESA MEREK, KECAMATAN MEREK, KABUPATEN KARO
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui (1) ketersedian input usahatani Jeruk Manis, (2) besarnya pendapatan yang di peroleh petani dari usahatani Jeruk Manis, (3) pengaruh biaya ...
ANALISIS AGRIBISNIS JERUK MANIS (Citrus sp) DI DESA MEREK, KECAMATAN MEREK, KABUPATEN KARO
ANALISIS AGRIBISNIS JERUK MANIS (Citrus sp) DI DESA MEREK, KECAMATAN MEREK, KABUPATEN KARO
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui (1) ketersedian input usahatani Jeruk Manis, (2) besarnya pendapatan yang di peroleh petani dari usahatani Jeruk Manis, (3) pengaruh biaya ...
ANALISIS KELEMBAGAAN USAHATANI JERUK PAMELO DI KABUPATEN MAGETAN
ANALISIS KELEMBAGAAN USAHATANI JERUK PAMELO DI KABUPATEN MAGETAN
Magetan mrupakan sentra produksi pamelo di Jawa Timur. Di Magetan, lemahnya posisi tawar petani Jeruk pamelo dicirikan dengan sistem pemasaran yang diijonkan ketika masih di kebun ...
Pemanfaatan Beberapa Varietas Jeruk Sebagai Antimikroba Alami pada Saus Kacang Cilok
Pemanfaatan Beberapa Varietas Jeruk Sebagai Antimikroba Alami pada Saus Kacang Cilok
Peanut sauce is a product made from peanuts with some seasonings and processed into paste form. Previous research results have showed that “cilok” (a traditional condiment made of ...
KUALITAS MORFOLOGIS BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L) SEBAGAI BIBIT SIAP TANAM DI PERSEMAIAN BPDASHL SIANTAN KALIMANTAN BARAT
KUALITAS MORFOLOGIS BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L) SEBAGAI BIBIT SIAP TANAM DI PERSEMAIAN BPDASHL SIANTAN KALIMANTAN BARAT
Sengon (Paraserianthes falcataria L) is a plant planted by the West Kalimantan BPDASHL to provide seedlings for the land rehabilitation and state forests and the community.This stu...
Mengembalikan Kejayaan Jeruk Malangke dengan Pengembangan Pembiakan Kultur Organ (KuOR)
Mengembalikan Kejayaan Jeruk Malangke dengan Pengembangan Pembiakan Kultur Organ (KuOR)
Jeruk Malangke perlu dikembalikan kejayaannya. Untuk mengakselerasi diperlukan pengadaan bibit dengan melibatkan pemerintah dan petani sebagai penerima manfaat.  Tujuan kegiatan i...
Sistem Klasifikasi Jenis Jeruk Impor Menggunakan Metode Klasifikasi Logarithmic Generalized Classifier Neural Network (LGCNN)
Sistem Klasifikasi Jenis Jeruk Impor Menggunakan Metode Klasifikasi Logarithmic Generalized Classifier Neural Network (LGCNN)
Jeruk merupakan salah satu jenis buah yang sering dikonsumsi oleh manusia. Selain karena rasanya yang cukup disukai, jeruk juga dipilih sebagai buah favorit karena manfaatnya yang ...
Diversitas Serangga yang Berasosiasi dengan Tanaman Jeruk Pamelo (Citrus maxima)
Diversitas Serangga yang Berasosiasi dengan Tanaman Jeruk Pamelo (Citrus maxima)
Jeruk pamelo (Citrus maxima) yang sering disebut jeruk bali merupakan spesies yang bernilai ekonomi tinggi. Di Indonesia, spesies ini memiliki beberapa kultivar. Tanaman ini berint...

Back to Top