Javascript must be enabled to continue!
Analisis korelasi tanggap darurat bencana terhadap kesiapsiagaan perawat di wilayah perbatasan
View through CrossRef
Background: Disaster response by nurses in border areas requires effective strategies to improve disaster preparedness and response.
Purpose: To determine the correlation between disaster emergency response and nurse preparedness.
Method: This study used an analytical survey design with a cross-sectional approach, conducted in health facilities in the border area of West Kalimantan, involving nurses as the target population. A sample of 126 nurses was selected through purposive sampling, and data were analyzed using the chi-square test.
Results: The majority of respondents categorized their disaster preparedness as "ready" (90 respondents); their participation in disaster training was categorized as "ever" (68 respondents); the majority of respondents categorized their disaster emergency response as "responsive" (97 respondents) (77%), and their emergency response time was categorized as "fast" (74 respondents) (58.7%). Study variables significantly associated with nurse preparedness included nurse responsiveness (p = 0.030), emergency response time (p = 0.016), and emergency/disaster training (p = 0.042).
Conclusion: There is a significant relationship between nurse response, emergency response time, and disaster training and nurse preparedness.
Suggestion: The frequency and quality of emergency training for nurses in border areas can be periodically improved to strengthen preparedness and optimize the accuracy and speed of emergency response times.
Keywords: Border Areas; Disaster Emergency Response; Nurse Preparedness.
Pendahuluan: Tanggap bencana oleh perawat di daerah perbatasan memerlukan srategi yang efektif dalam meningkatkan kesiapan dan respon terhadap bencana.
Tujuan: Untuk mengetahui korelasi tanggap darurat bencana terhadap kesiapsiagaan perawat.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan di fasilitas kesehatan daerah perbatasan Kalimantan Barat dengan melibatkan perawat sebagai populasi target. Sampel yang terpilih sebanyak 126 perawat, ditentukan melalui teknik purposive sampling dan data dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil: Mayoritas kesiapsiagaan responden terhadap bencana ada dalam kategori siap sebanyak 90 responden (71.4%), keikutsertaan responden dalam pelatihan bencana diklasifikasikan ke dalam kategori pernah yaitu sebanyak 68 responden (54.0%), dan mayoritas responden terhadap tanggap darurat bencana dalam ketegori tanggap sebanyak 97 responden (77.0%) serta waktu tanggap darurat responden terhadap bencana dalam kategori cepat yaitu 74 responden (58.7%). Variabel penelitian yang berhubungan signifikan dengan kesiapsigaan perawat meliputi respon perawat (p = 0.030), waktu tanggap darurat (p = 0.016), dan pelatihan kegawatdaruratan/bencana (p = 0.042).
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara respon perawat, waktu tanggap darurat, dan pelatihan kebencanaan terhadap kesiapsiagaan perawat.
Saran: Frekuensi dan kualitas pelatihan kegawatdaruratan dapat ditingkatkan secara berkala bagi perawat di wilayah perbatasan guna memperkuat kesiapsiagaan serta mengoptimalkan ketepatan dan kecepatan waktu tanggap darurat.
Kata Kunci: Kesiapsiagaan Perawat; Tanggap Darurat Bencana; Wilayah Perbatasan.
Universitas Malahayati Bandar Lampung
Title: Analisis korelasi tanggap darurat bencana terhadap kesiapsiagaan perawat di wilayah perbatasan
Description:
Background: Disaster response by nurses in border areas requires effective strategies to improve disaster preparedness and response.
Purpose: To determine the correlation between disaster emergency response and nurse preparedness.
Method: This study used an analytical survey design with a cross-sectional approach, conducted in health facilities in the border area of West Kalimantan, involving nurses as the target population.
A sample of 126 nurses was selected through purposive sampling, and data were analyzed using the chi-square test.
Results: The majority of respondents categorized their disaster preparedness as "ready" (90 respondents); their participation in disaster training was categorized as "ever" (68 respondents); the majority of respondents categorized their disaster emergency response as "responsive" (97 respondents) (77%), and their emergency response time was categorized as "fast" (74 respondents) (58.
7%).
Study variables significantly associated with nurse preparedness included nurse responsiveness (p = 0.
030), emergency response time (p = 0.
016), and emergency/disaster training (p = 0.
042).
Conclusion: There is a significant relationship between nurse response, emergency response time, and disaster training and nurse preparedness.
Suggestion: The frequency and quality of emergency training for nurses in border areas can be periodically improved to strengthen preparedness and optimize the accuracy and speed of emergency response times.
Keywords: Border Areas; Disaster Emergency Response; Nurse Preparedness.
Pendahuluan: Tanggap bencana oleh perawat di daerah perbatasan memerlukan srategi yang efektif dalam meningkatkan kesiapan dan respon terhadap bencana.
Tujuan: Untuk mengetahui korelasi tanggap darurat bencana terhadap kesiapsiagaan perawat.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan di fasilitas kesehatan daerah perbatasan Kalimantan Barat dengan melibatkan perawat sebagai populasi target.
Sampel yang terpilih sebanyak 126 perawat, ditentukan melalui teknik purposive sampling dan data dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil: Mayoritas kesiapsiagaan responden terhadap bencana ada dalam kategori siap sebanyak 90 responden (71.
4%), keikutsertaan responden dalam pelatihan bencana diklasifikasikan ke dalam kategori pernah yaitu sebanyak 68 responden (54.
0%), dan mayoritas responden terhadap tanggap darurat bencana dalam ketegori tanggap sebanyak 97 responden (77.
0%) serta waktu tanggap darurat responden terhadap bencana dalam kategori cepat yaitu 74 responden (58.
7%).
Variabel penelitian yang berhubungan signifikan dengan kesiapsigaan perawat meliputi respon perawat (p = 0.
030), waktu tanggap darurat (p = 0.
016), dan pelatihan kegawatdaruratan/bencana (p = 0.
042).
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara respon perawat, waktu tanggap darurat, dan pelatihan kebencanaan terhadap kesiapsiagaan perawat.
Saran: Frekuensi dan kualitas pelatihan kegawatdaruratan dapat ditingkatkan secara berkala bagi perawat di wilayah perbatasan guna memperkuat kesiapsiagaan serta mengoptimalkan ketepatan dan kecepatan waktu tanggap darurat.
Kata Kunci: Kesiapsiagaan Perawat; Tanggap Darurat Bencana; Wilayah Perbatasan.
Related Results
Meningkatkan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Pada Warga di Dusun Beruk Jatiyoso Karanganyar
Meningkatkan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Pada Warga di Dusun Beruk Jatiyoso Karanganyar
Kesiapsiagaan bencana berfungsi untuk memicu agar masyarakat lebih paham tentang bencana dan masyarakat bisa menciptakan ketangguhan dan kesiapsiagaan bencana. Permasalahan mitra b...
KESIAPSIAGAAN ANAK DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI TERHADAP BENCANA
KESIAPSIAGAAN ANAK DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI TERHADAP BENCANA
Latar belakang : Bencana merupakan suatu peristiwa yang dapat mengakibatkan kerugian baik harta benda, nyawa dan lingkungan. Faktor alam, non alam, dan faktor manusia merupakan fa...
SOSIALISASI TENTANG KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI RT 001/07 KELURAHAN PAPANGGO JAKARTA UTARA.
SOSIALISASI TENTANG KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI RT 001/07 KELURAHAN PAPANGGO JAKARTA UTARA.
Latar Belakang: Pengabdian kepada masyarakat ini dengan judul Sosialisasi tentang kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana kebakaran di rt 001/07 kelurahan papanggo jakarta utar...
Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Pemerintah Indonesia melakukan kembali pengembangan di wilayah perbatasan, salah satu wilayah perbatasan yang di fokuskan pengembangannya adalah Kalimantan Utara. Wilayah perbatasa...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Determinan Demografi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Kesiapsiagaan Gempa Bumi
Determinan Demografi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Kesiapsiagaan Gempa Bumi
Kesiapsiagaan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Kesia...
Kesiapsiagaan Perawat Rumah Sakit Dalam Menghadapi Bencana
Kesiapsiagaan Perawat Rumah Sakit Dalam Menghadapi Bencana
Kesiapsiagaan terhadap bencana merupakan aspek yang sangat penting penentu keberhasilan dalam penanggulangan bencana. Untuk mengurangi dampak bencana di seluruh fase yang berbeda, ...
TINGKAT PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BENCANA TERHADAP TANGGAP DARURAT KEBAKARAN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS X
TINGKAT PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BENCANA TERHADAP TANGGAP DARURAT KEBAKARAN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS X
Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana. Kondisi bencana tidak dapat diprediksi dengan mudah maka tanggap darurat salah satu kegiatan ...

