Javascript must be enabled to continue!
Inovasi Pembayaran Digital: Implementasi QRIS Sebagai Metode Pembayaran Non-Tunai Pada UMKM di Kota Kalianda
View through CrossRef
Transformasi digital di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi dan inklusivitas ekonomi. Salah satu bentuk inovasi pembayaran yang berkembang adalah penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran non-tunai. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk mengenal sistem pembayaran berbasis qris atau non-tunai. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terstruktur dan penyuluhan langsung kepada pelaku UMKM. Subjek kegiatan adalah 60 UMKM yang tersebar di wilayah Kota Kalianda. Hasil survey menunjukkan bahwa 47 persen pelaku usaha telah menggunakan QRIS namun mengeluhkan potongan biaya, 30 persen belum pernah menggunakan sistem pembayaran digital, dan 23 persen menggunakan metode transfer bank atau e-wallet. Setelah dilakukan penyuluhan, sebanyak 18 UMKM menyatakan minat dan langsung mendaftar untuk implementasi QRIS. Temuan ini memperkuat literatur sebelumnya mengenai pentingnya literasi digital dan dukungan kebijakan dalam keberhasilan transformasi pembayaran digital. Studi ini merekomendasikan perlunya sosialisasi berkelanjutan, evaluasi biaya transaksi, serta peningkatan infrastruktur digital untuk mendorong adopsi QRIS secara lebih luas di kalangan UMKM.
Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai
Title: Inovasi Pembayaran Digital: Implementasi QRIS Sebagai Metode Pembayaran Non-Tunai Pada UMKM di Kota Kalianda
Description:
Transformasi digital di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi dan inklusivitas ekonomi.
Salah satu bentuk inovasi pembayaran yang berkembang adalah penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran non-tunai.
Penyuluhan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk mengenal sistem pembayaran berbasis qris atau non-tunai.
Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terstruktur dan penyuluhan langsung kepada pelaku UMKM.
Subjek kegiatan adalah 60 UMKM yang tersebar di wilayah Kota Kalianda.
Hasil survey menunjukkan bahwa 47 persen pelaku usaha telah menggunakan QRIS namun mengeluhkan potongan biaya, 30 persen belum pernah menggunakan sistem pembayaran digital, dan 23 persen menggunakan metode transfer bank atau e-wallet.
Setelah dilakukan penyuluhan, sebanyak 18 UMKM menyatakan minat dan langsung mendaftar untuk implementasi QRIS.
Temuan ini memperkuat literatur sebelumnya mengenai pentingnya literasi digital dan dukungan kebijakan dalam keberhasilan transformasi pembayaran digital.
Studi ini merekomendasikan perlunya sosialisasi berkelanjutan, evaluasi biaya transaksi, serta peningkatan infrastruktur digital untuk mendorong adopsi QRIS secara lebih luas di kalangan UMKM.
Related Results
Penggunaan QRIS Oleh UMKM Sebagai Praktik Usaha Dengan Gaya Hidup Cashless Di Era Digitalisasi
Penggunaan QRIS Oleh UMKM Sebagai Praktik Usaha Dengan Gaya Hidup Cashless Di Era Digitalisasi
Penelitian ini akan membahas tentang penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai strategi dalam melakukan pembaya...
Penyebaran Polen Berdasarkan Analisis SSR Membuktikan Penyerbukan
Penyebaran Polen Berdasarkan Analisis SSR Membuktikan Penyerbukan
<p><span style="font-size: medium;">ABSTRAK </span></p><p>Analisis paternitas digunakan untuk mengetahui pola penyebaran serbuk sari pada kelapa (Coco...
Preferensi Penggunaan Qris (Quick Response Code Indonesian Standard) dan Dampaknya terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Bandung
Preferensi Penggunaan Qris (Quick Response Code Indonesian Standard) dan Dampaknya terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Bandung
Abstract. The pillars of the Indonesian economy are MSMEs, the culinary sector is the subsector that contributes the largest to the gross domestic product (BPD). Bandung is one of ...
PENDAMPINGAN ADOPSI QRIS SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG TRANSFORMASI PEMBAYARAN DIGITAL PADA UMKM
PENDAMPINGAN ADOPSI QRIS SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG TRANSFORMASI PEMBAYARAN DIGITAL PADA UMKM
Transformasi pembayaran digital menjadi bagian penting dalam mendorong daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun tingkat adopsi pembayaran non tunai pada UMKM mikro...
PENGARUH PERSEPSI KEGUNAAN QRIS DAN KEMUDAHAN QRIS TERHADAP EFISIENSI PEMBAYARAN DIGITAL PADA SISWA
PENGARUH PERSEPSI KEGUNAAN QRIS DAN KEMUDAHAN QRIS TERHADAP EFISIENSI PEMBAYARAN DIGITAL PADA SISWA
Penggunaan QR code untuk transaksi pembayaran saat ini masih kurang diketahui oleh masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan Quick Response Code Indonesian Stand...
Peningkatan Literasi Keuangan Digital Pelaku UMKM Melalui Sosialisasi Sistem Pembayaran Non-Tunai di Kabupaten Sorong
Peningkatan Literasi Keuangan Digital Pelaku UMKM Melalui Sosialisasi Sistem Pembayaran Non-Tunai di Kabupaten Sorong
Perkembangan teknologi telah mendorong berbagai inovasi diberbagai sektor termasuk sektor keuangan. Sistem pembayaran juga mengalami perkembangan dari pembayaran tunai menjadi pemb...
Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM serta Warung Kecil di Desa Karangmulya, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya
Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM serta Warung Kecil di Desa Karangmulya, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya
Abstract: This community service program focused on enhancing financial literacy and supporting the digitalization of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and small retaile...
IMPLEMENTASI APLIKASI QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) PADA PEMUNGUTAN IURAN SAMPAH DI BUMDES SIMA SARI DANA KESIMAN PETILAN
IMPLEMENTASI APLIKASI QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) PADA PEMUNGUTAN IURAN SAMPAH DI BUMDES SIMA SARI DANA KESIMAN PETILAN
BUMDesa merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna m...

