Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM serta Warung Kecil di Desa Karangmulya, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya

View through CrossRef
Abstract: This community service program focused on enhancing financial literacy and supporting the digitalization of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and small retailers in Karangmulya Village, Tasikmalaya. Although digital transactions are rapidly growing in Indonesia, many rural businesses still rely on cash and have limited access to digital financial services. To address this challenge, the program introduced the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) in collaboration with Bank Indonesia as a safe, practical, and efficient payment solution. Methods included seminars, workshops, QRIS transaction simulations, and mapping MSME locations on Google Maps to increase visibility. The results showed that participants better understood the benefits of digital payments and felt more confident applying QRIS in their daily business activities. Challenges encountered included unstable internet connections and the readiness of senior business owners to adapt. Nevertheless, the program demonstrated that village-based financial literacy initiatives can effectively accelerate financial inclusion while strengthening local economic resilience. Keywords: Digital literacy, QRIS, MSMEs, financial inclusion, rural economy   Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan literasi keuangan serta dukungan digitalisasi UMKM dan warung kecil di Desa Karangmulya, Tasikmalaya. Meski transaksi digital berkembang pesat di Indonesia, banyak pelaku usaha di pedesaan masih mengandalkan pembayaran tunai dan minim akses terhadap layanan keuangan digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini memperkenalkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui kerja sama dengan Bank Indonesia sebagai solusi pembayaran yang aman, praktis, dan efisien. Metode yang digunakan mencakup seminar, lokakarya, simulasi transaksi QRIS, serta pemetaan lokasi UMKM pada Google Maps agar lebih mudah dijangkau masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memahami manfaat pembayaran digital dan lebih percaya diri menggunakan QRIS dalam aktivitas usaha. Kendala yang ditemui adalah keterbatasan internet dan kesiapan pelaku usaha senior. Meski demikian, program ini membuktikan literasi keuangan berbasis desa dapat mempercepat inklusi keuangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Kata Kunci: Literasi keuangan, QRIS, UMKM, inklusi keuangan, ekonomi desa
Title: Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM serta Warung Kecil di Desa Karangmulya, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya
Description:
Abstract: This community service program focused on enhancing financial literacy and supporting the digitalization of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and small retailers in Karangmulya Village, Tasikmalaya.
Although digital transactions are rapidly growing in Indonesia, many rural businesses still rely on cash and have limited access to digital financial services.
To address this challenge, the program introduced the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) in collaboration with Bank Indonesia as a safe, practical, and efficient payment solution.
Methods included seminars, workshops, QRIS transaction simulations, and mapping MSME locations on Google Maps to increase visibility.
The results showed that participants better understood the benefits of digital payments and felt more confident applying QRIS in their daily business activities.
Challenges encountered included unstable internet connections and the readiness of senior business owners to adapt.
Nevertheless, the program demonstrated that village-based financial literacy initiatives can effectively accelerate financial inclusion while strengthening local economic resilience.
Keywords: Digital literacy, QRIS, MSMEs, financial inclusion, rural economy   Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan literasi keuangan serta dukungan digitalisasi UMKM dan warung kecil di Desa Karangmulya, Tasikmalaya.
Meski transaksi digital berkembang pesat di Indonesia, banyak pelaku usaha di pedesaan masih mengandalkan pembayaran tunai dan minim akses terhadap layanan keuangan digital.
Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini memperkenalkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui kerja sama dengan Bank Indonesia sebagai solusi pembayaran yang aman, praktis, dan efisien.
Metode yang digunakan mencakup seminar, lokakarya, simulasi transaksi QRIS, serta pemetaan lokasi UMKM pada Google Maps agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
Hasil kegiatan menunjukkan peserta memahami manfaat pembayaran digital dan lebih percaya diri menggunakan QRIS dalam aktivitas usaha.
Kendala yang ditemui adalah keterbatasan internet dan kesiapan pelaku usaha senior.
Meski demikian, program ini membuktikan literasi keuangan berbasis desa dapat mempercepat inklusi keuangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Kata Kunci: Literasi keuangan, QRIS, UMKM, inklusi keuangan, ekonomi desa.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Repositioning Warung Sindangsari
Repositioning Warung Sindangsari
Abstract. Warung Sindangsari is a rice shop, then Warung Sindangsari was repositioned in 2021 to become a Coffee Shop, of course it is not easy to build an existence in society. Wa...
Dampak Keberadaan Minimarket Terhadap Warung Kecil di Kabupaten Karawang
Dampak Keberadaan Minimarket Terhadap Warung Kecil di Kabupaten Karawang
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kebijakan yang berkaitan dengan minimarket dan warung kecil di Kabupaten Karawang, (2) mengetahui dampak keberadaan  minimarket  terha...
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 telah merilis hasil kompetensi siswa. Dari ketiga kompetensi yang dinilai, kompetensi literasi siswa paling rendah. M...
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
PERAN PEMERINTAH DESA DAN PELAKU USAHA TERHADAP BUDAYA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR
Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 telah merilis hasil kompetensi siswa. Dari ketiga kompetensi yang dinilai, kompetensi literasi siswa paling rendah. M...
Digitalisasi UMKM sebagai upaya peningkatan pemasaran online di Desa Sindangpanon
Digitalisasi UMKM sebagai upaya peningkatan pemasaran online di Desa Sindangpanon
Digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia, karena membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang...
Pendaftaran Merek Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Pada UMKM
Pendaftaran Merek Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Pada UMKM
Currently, UMKM play an important role in helping the country's economy, because it is very important to register trademarks on UMKM, so that UMKM brands can get legal protection. ...

Back to Top