Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Demensia

View through CrossRef
Latar Belakang: Demensia adalah sindrom penurunan fungsi intelektual yang progresif, ditandai dengan gangguan kognitif dan fungsional yang memengaruhi aktivitas sehari-hari, fungsi sosial, dan profesional. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit degeneratif otak seperti demensia Alzheimer, demensia vaskular, demensia frontotemporal, dan demensia badan Lewy. Tujuan: Makalah ini bertujuan memberikan tinjauan komprehensif mengenai demensia, mencakup definisi, klasifikasi, patofisiologi, faktor risiko, kriteria diagnosis, serta tatalaksana yang tersedia. Metode:  Makalah ini disusun melalui tinjauan pustaka dari berbagai sumber ilmiah yang membahas mekanisme fisiologis neuron, patofisiologi demensia, dan pendekatan klinis dalam diagnosis serta penatalaksanaannya. Hasil: Demensia melibatkan kerusakan neuron yang signifikan, ditandai dengan akumulasi protein abnormal seperti beta-amiloid dan tau pada Alzheimer, serta gangguan vaskular pada demensia vaskular. Diagnosis memerlukan evaluasi klinis menyeluruh berdasarkan kriteria DSM-5 dan MMSE. Tatalaksana meliputi terapi farmakologis seperti penghambat kolinesterase (donepezil, galantamine, rivastigmine) dan terapi non-farmakologis seperti stimulasi kognitif, terapi okupasi, dan dukungan bagi keluarga serta pengasuh. Kesimpulan: Demensia adalah kondisi kronis yang memerlukan pendekatan multidisiplin dalam diagnosis dan penatalaksanaan. Edukasi publik tentang faktor risiko dan upaya pencegahan melalui gaya hidup sehat sangat penting untuk mengurangi dampak penyakit ini.
Title: Demensia
Description:
Latar Belakang: Demensia adalah sindrom penurunan fungsi intelektual yang progresif, ditandai dengan gangguan kognitif dan fungsional yang memengaruhi aktivitas sehari-hari, fungsi sosial, dan profesional.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit degeneratif otak seperti demensia Alzheimer, demensia vaskular, demensia frontotemporal, dan demensia badan Lewy.
Tujuan: Makalah ini bertujuan memberikan tinjauan komprehensif mengenai demensia, mencakup definisi, klasifikasi, patofisiologi, faktor risiko, kriteria diagnosis, serta tatalaksana yang tersedia.
Metode:  Makalah ini disusun melalui tinjauan pustaka dari berbagai sumber ilmiah yang membahas mekanisme fisiologis neuron, patofisiologi demensia, dan pendekatan klinis dalam diagnosis serta penatalaksanaannya.
Hasil: Demensia melibatkan kerusakan neuron yang signifikan, ditandai dengan akumulasi protein abnormal seperti beta-amiloid dan tau pada Alzheimer, serta gangguan vaskular pada demensia vaskular.
Diagnosis memerlukan evaluasi klinis menyeluruh berdasarkan kriteria DSM-5 dan MMSE.
Tatalaksana meliputi terapi farmakologis seperti penghambat kolinesterase (donepezil, galantamine, rivastigmine) dan terapi non-farmakologis seperti stimulasi kognitif, terapi okupasi, dan dukungan bagi keluarga serta pengasuh.
Kesimpulan: Demensia adalah kondisi kronis yang memerlukan pendekatan multidisiplin dalam diagnosis dan penatalaksanaan.
Edukasi publik tentang faktor risiko dan upaya pencegahan melalui gaya hidup sehat sangat penting untuk mengurangi dampak penyakit ini.

Related Results

Hubungan Faktor Risiko Stroke dan Hipertensi terhadap Kejadian Demensia Vaskular
Hubungan Faktor Risiko Stroke dan Hipertensi terhadap Kejadian Demensia Vaskular
Abstract. WHO states that 55 million people suffering from dementia due to the increasing number of elderly people. In Bandung, 35.3% of elderly people suffering from dementia. In ...
Perbandingan Karakteristik Demensia Vaskular dan Demensia Alzheimer di RSUD Al-Ihsan Bandung Tahun 2020-2022
Perbandingan Karakteristik Demensia Vaskular dan Demensia Alzheimer di RSUD Al-Ihsan Bandung Tahun 2020-2022
Abstract. Dementia is still the seventh disease that can cause death in the elderly in the world. Based on analysis data on the Global Burden of Disease (GBD) in 2050, the number o...
PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP RISIKO DEMENSIA PADA LANSIA HIPERTENSI
PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP RISIKO DEMENSIA PADA LANSIA HIPERTENSI
Pendahuluan.Lansia dengan hipertensi berisiko tinggi mengalami gangguan kognitif dan demensia. Melakukan aktivitas fisik rutin secara teratur dapat memperlambat gangguan kognitif d...
PENDAMPINGAN BERBASIS EDUKASI BAGI CAREGIVER KELUARGA LANSIA DEMENSIA
PENDAMPINGAN BERBASIS EDUKASI BAGI CAREGIVER KELUARGA LANSIA DEMENSIA
Orang yang memasuki lansia umumnya mengalami berbagai perubahan, salah satunya pada daya ingat yaitu demensia. Demensia mempengaruhi kemampuan kognitif, perilaku, dan kemampuan akt...
MANFAAT VITAMIN D PADA DEMENSIA ALZHEIMER
MANFAAT VITAMIN D PADA DEMENSIA ALZHEIMER
Demensia Alzheimer adalah bentuk demensia yang paling umum dan berkontribusi pada 60-70% kasus, serta merupakan kelainan neurodegeneratif ireversibel yang mengakibatkan penurunan f...
Manfaat Kualitas Tidur yang Baik dalam Mencegah Demensia pada Lansia
Manfaat Kualitas Tidur yang Baik dalam Mencegah Demensia pada Lansia
Abstrak Latar Belakang: Demensia merupakan suatu gangguan yang bersifat progresif yang menyebabkan gangguan fungsi memori dan kemampuan kognitif. Beberapa kondisi yang dapat ...
Gambaran Karakteristik Demensia Vaskular pada Pasien Stroke Iskemik RSAU Salamun Bandung
Gambaran Karakteristik Demensia Vaskular pada Pasien Stroke Iskemik RSAU Salamun Bandung
Abstract. Ischemic stroke in Indonesia accounts for 67% of all cases and often leads to vascular dementia that reduces the quality of life for patients. This study is a qualitative...
KEMUNDURAN BERBAHASA PADA PENDERITA DEMENSIA
KEMUNDURAN BERBAHASA PADA PENDERITA DEMENSIA
Kemampuan berbahasa merupakan anugerah terhebat yang diberikan Tuhan kepada manusia. Kemampuan berbahasa inilah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Demensia merup...

Back to Top